Gambaran Pengetahuan Pasien Prolanis tentang Kesehatan Tuberkulosis

Authors

  • Bogi Santosa Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
  • Ikit Netra Wirakhmi Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
  • Tin Utami Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7949

Keywords:

Lansia, Pengetahuan, Penyakit Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan dahak (droplet) dari penderita dengan BTA positif. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok lansia yang memiliki daya tahan tubuh yang menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien prolanis mengenai penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 78 lansia yang mengikuti program prolanis. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pengetahuan lansia tentang tuberkulosis paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Berdasarkan karakteristik usia, responden terbanyak berada pada rentang usia 60–74 tahun dengan jumlah 34 orang (43,6%). Berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas responden berpendidikan dasar sebanyak 36 orang (46,2%), sedangkan berdasarkan pekerjaan, sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 37 orang (47,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar lansia memiliki pengetahuan yang cukup, masih diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan agar pemahaman terkait tuberkulosis menjadi lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lansia yang mengikuti program prolanis di wilayah kerja Puskesmas Patikraja umumnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang tuberkulosis, namun tetap diperlukan intervensi edukatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amartya Noor, R., Harliansyah, H., & Widayanti, E. (2023). Hubungan Kualitas Hidup Terhadap Harga Diri Lansia Selama Pandemi Covid-19. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(1), 12–19.

Andayani, S., & Astuti, Y. (2017). Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Berdasarkan Usia Di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016-2020. Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), 29.

Arkhan. (2010). Penularan, Gejala, Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Tuberkulosis. Jakarta: Salemba.

Awalia, Y. N. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberculosis (Oat) Padapasien Tb Di Apotek Permana Purwodadi.

Banyumas, (2022). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. Banyumas: Kementrian Kesehatan RI

Costa, B. Da. (2020). Gambaran Pengetahuan Masyarakat Eks Tim-Tim Tentang Penyakit Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat Kabupaten Kupang. 21(1), 1–9.

Hendrik, et.al. (2015). Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Menggunakan Instrument ST George Respiratory Questionnaire (SGRQ) Di Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Peluang Herbal Sebagai Alternatif Medicine Tahun 2015

Kakuhes, H., & dkk. (2020). Hubungan Antara Merokok Dan Kepadatan Hunian Dengan Status Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Kesmas, 9(1), 96–105.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Infodatin Tuberkulosis. Jakarta.

Muhammad, E. Y. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 288–291.

Nisa, R. & dkk. (2023). Tingkat Pendidikan, Usia, Pekerjaan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol. 7 No. 3.

Novianti, N., Pribadi, D., & Saputra, R. A. (2018). Sistem Pakar Diagnosa Pulmonarytb Menggunakan Metode Fuzzy Logic. Jurnal Informatika, 5(2).

Nurwidia, S. Y., & Hadi, N. (2022). Kualitas Hidup Lansia Dengan Tuberkulosis (Tb) Paru Quality Of Ife The Elderly With Pulmonary Tuberculosis (Tb). Vi, 139–144.

Pratiwi, E., & Zamra, N. (2022). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Tuberkulosis Di Kelurahan Rintis Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia.

Rofii, M., Warsito, B. E., Santoso, A., & Ulliya, S. (2018). Diagnosa Keperawatan Yang Sering Ditegakkan Perawat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit. Jurnal Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan, 1(2), 1.

Saragih, F. L., & Sirait, H. (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tb Paru Di Puskesmas Teladan Medan Tahun 2019. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/Bb Medan, 5(1), 9–15.

Widodo, W. & Pusporatri, S. D. (2020). Literatur Review : Penerapan Batuk Efektif Dan Fisioterapi Dada Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Klien Yang Mengalami Tuberculosis (Tbc). Nursing Science Journal (Nsj), 1(2), 1–5.

Zulaikhah, S. T., Ratnawati, R., Sulastri, N., Nurkhikmah, E., & Lestari, N. D. (2019). Hubungan Pengetahuan, Perilaku Dan Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Transmisi Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 81.

Downloads

Published

21-04-2026

How to Cite

[1]
B. Santosa, I. N. Wirakhmi, and T. Utami, “Gambaran Pengetahuan Pasien Prolanis tentang Kesehatan Tuberkulosis”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 13971–13978, Apr. 2026.