Manajemen Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

Authors

  • Alham Arrahman STIFAR RIAU
  • Nadyta Natasya STIFAR RIAU
  • Natasya Surya Putri STIFAR RIAU
  • Nur Izzati STIFAR RIAU
  • Tita Adhaha Febriana STIFAR RIAU
  • Victriani Sitohang STIFAR RIAU
  • Violla Febriani
  • Yeni Karlina STIFAR RIAU
  • Zaviqa Varhanna STIFAR RIAU
  • Silvia Yolanda STIFAR RIAU

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7885

Keywords:

Instalasi Farmasi, Pelayanan Kefarmasian, Manajemen Obat

Abstract

Obat merupakan salah satu komponen penting penunjang fungsi rumah sakit yang di harapkan selalu tersedia dalam jenis, jumlah yang cukup dan mutu terjamin. Pada ketersediaan obat di rumah sakit menjadi salah satu indikator mutu utama manajemen rumah sakit yang wajib dikelola secara efektif dan efisien. Penelitian ini berupaya memahami gambaran sistem manajemen logistik perbekalan farmasi seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, pencatatan dan pelaporan serta berbagai permasalahan yang terjadi pada setiap tahap pelaksanaan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umun Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Selama kegiatan, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aspek pelayanan kefarmasian, meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, yang mencakup tahap pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengendalian. Hasil penelitian menemukan komponen manajemen logistik telah dilakukan dengan baik dan sesuai standar kefarmasian rumah sakit. Hasil pengamatan selama PKPA di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, penulis mendapatkan ilmu tentang perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di rumah sakit, tetapi masih terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti masih ada kardus obat yang terletak di depan gudang dan masih ada beberapa yang tidak ada pelabelan nama baik penyimpanan obat, alkes dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Awaludin, A., dan Ahid Mudayana, A 2017. Manajemen central sterile supply department unit sterilisasi sentral di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 35(4), 8-5.

Departemen Kesehatan. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Drugs.com, 2025. Prescription Drug Information, Interactions & Side Effects,terdapat di: https://www.drugs.com/drug_interactions.html [Diakses pada 07 Desember 2025]

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

MIMS. Referensi Obat Edisi Bahasa Indonesia, Volume 26. Jakarta: Pustaka Baru Press. Gramedia Pustaka Utama; 2025

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Republik Indonesia No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Saputra, Yoga Dwi, and Dede Tri Cahyono. 2022. “Evaluasi Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi Di Gudang Farmasi Rspau Dr. S. Hardjolukito Yogyakarta: Evaluation Of Pharmaceutical Storage System In Pharmaceutical Warehouse Rspau Dr. S. Hardjolukito Yogyakarta.” Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian 7(3): 535–42

Undang-Undang Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan. Jakarta: Undang- Undang

Veronica Komalwati, Peranan Informed Constant dalam Transaksi Terapeutik Cetakan Ke 2, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2002, hlm. 1

Mulyagustina, M., Wiedyaningsih, C., & Kristina, S. A. (2017). Implementation Of Pharmaceutical Care Standard In Jambi City’s Pharmacies. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi, 7(2), 83.

Rahmawati, F., Heroweti, J., & Ikhsan, M. (2023). Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik Di Apotek Kabupaten Magelang. 1, 1–10.

Susilo, A. I., & Meinisasti, R. (2022). Analisa Praktik Swamedikasi Di Kota Bengkulu. Journal Of Nursing And Public Health, 10(2), 242–254. Https://Doi.Org/10.37676/Jnph.V10i2.3203

Mu’ah, & Masram. (2014). Loyalitas Pelanggan Tinjauan Aspek Kualitas Pelayanan dan Biaya Peralihan.

Permenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 Tahun 2016 tentang Standar Kefarmasian di Apotek. Jakarta.

Downloads

Published

14-04-2026

How to Cite

[1]
A. Arrahman, “Manajemen Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 12764–12771, Apr. 2026.