Implementasi Sistem Pembayaran QRIS Secara Syari’ah bagi Perkembangan UMKM di Desa Tulung Selapan Ilir Kec. Tulung Selapan Kab. Oki

Authors

  • Rendi Rendi Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Purmansyah Ariadi Universitas Muhammadiyah Palembang
  • M. Jauhari Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.7353

Keywords:

QRIS, UMKM, Sistem Pembayaran Digital, Ekonomi Syariah, Digitalisasi Transaksi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara syariah serta kontribusinya terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang menjadi informan penelitian. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan QRIS oleh pelaku UMKM masih belum merata, meskipun sebagian pelaku usaha telah memanfaatkannya sebagai alternatif pembayaran digital. Penggunaan QRIS memberikan kemudahan, kecepatan, keamanan, dan efisiensi transaksi, sekaligus membantu pencatatan penerimaan usaha secara lebih tertata. Dari perspektif ekonomi syariah, implementasi QRIS dapat dinilai sesuai dengan prinsip muamalah apabila transaksi dilakukan berdasarkan kerelaan para pihak, memiliki kejelasan akad dan biaya layanan, serta terhindar dari unsur riba, gharar, maysir, penipuan, dan ketidakadilan. Kendala utama penerapan meliputi keterbatasan jaringan internet, literasi digital yang belum merata, serta kebutuhan pendampingan teknis. Dengan demikian, penerapan QRIS secara syariah berpotensi mendukung digitalisasi, inklusi keuangan, efisiensi operasional, dan perkembangan UMKM pedesaan, sepanjang didukung sosialisasi berkelanjutan, infrastruktur yang memadai, dan transparansi penyelenggara layanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. S. Anggraini, “pengaruh persepsi kepercayaan dan persepsi keamanan terhadap keputusan pelaku usaha penggunaan qris sebagai alat pembayaran digital dalam persepektif bisnis syariah (Studi Pada UMKM di Bandar Lampung),” 2024.

[2] B. Morisson dan A. A. H. S. Fikri, “Digitalisasi UMKM sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing di Era Ekonomi Digital,” vol. 18, no. 1, hal. 289–299, 2025.

[3] Nurul Khikmah, M. A. Syafi’i, dan H. H. Adinugraha, “Persepsi generasi-z muslim terhadap penggunaan qrissebagaidigital payment berdasarkan prinsip syariah,” vol. 4, no. 1, hal. 47–70, 2025.

[4] F. R. Juna Pulungan, H. Wathan, M. Zuhirsyan, dan M. Marpaung, “Implementasi maqashid syariah terhadap penggunaan QRIS dalam transaksi elektronik,” vol. 3, no. 2, hal. 130–139, 2022, [Daring]. Tersedia pada: http://ojs.polmed.ac.id/index.php/Bilal/index

[5] Burhanuddin, “QRIS sebagai Wujud Pelaksanaan Amanah Syariah dalam Bermuamalah,” vol. 11, hal. 144–154, 2024.

[6] D. agama RI, AL-Qur’an dan terjemah. bulan bintang jakarta, 2024.

[7] L. I. Ziarahah dan R. Anwar, “Akad Mudharabah Dan Relevansinya Dengan Tafsir Qur’an Surah an-Nisa Ayat 29 Tentang Larangan Mencari Harta Dengan Cara Yang Bathil,” Equal. J. Islam. Law, vol. 1, no. 1, hal. 26–38, 2023, doi: 10.15575/ejil.v1i1.480.

[8] muhammad zainul Mujahid, “prinsip syariat islam (Bag. 3): berorientasi mashlahat dan keadilan.” Diakses: 29 September 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://tafsiralquran.id/prinsip-syariat-islam-bag-3-berorientasi-maslahat-dan-keadilan/

[9] L. D. F. E. dan B. U. Indonesia, “Studi Perilaku Keagamaan dan Kebutuhan Layanan Keuangan Syariah di Masyarakat Pedesaan Sumatera Selatan.” Diakses: 29 September 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://okikab.bps.go.id/id/statistics-table?subject=532

[10] B. pusat statistik OKI, “Profil UMKM dan ketenaga kerjaan di kabupaten oki.” Diakses: 29 September 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://okikab.bps.go.id/id/statistics-table?subject=532

[11] P. P. B. NASIONAL, “Lonjakan Transaksi QRIS di 2024: Pertumbuhan tahunan dan Dampaknya pada Ekonomi Digital.” Diakses: 29 September 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://perbanas.org/publikasi/artikel-perbanas/lonjakan-transaksi-qris-di-2024-pertumbuhan-tahunan-dan-dampaknya-pada-ekonomi-digital

[12] Nurhayati dan Julina, “transformasi digital dalam ekonomi syariah : inovasi teknologi untuk penguatan ekosistem keuangan halal di,” vol. 10, no. 204, hal. 1704–1714, 2025.

[13] Hadana, “Pedagang Jujur: Bersama Nabi, Shiddiqin, dan Syuhada.” Diakses: 30 September 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://shorturl.at/8UhaQ

[14] Sativa, “Empirisme, Sebuah Pendekatan Penelitian Arsitektural,” Inersia, vol. VII, no. 2, hal. hlm. 115-123, 2011.

[15] R. A. Wardhani, Y. Arkeman, dan W. J. Ermawati, “The Impact of Quick Response Adoption of Payment Code on MSMEs’ Financial Performance in Indonesia,” International Journal of Social Service and Research, vol. 3, no. 3, 2023, doi: 10.46799/ijssr.v3i3.294.

[16] E. H. Muchtar, B. Trianto, I. Maulana, M. N. Alim, R. H. Marasabessy, W. Hidayat, E. Junaedi, dan Masrizal, “Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) E-Payment Adoption: Customers Perspective,” Cogent Business & Management, vol. 11, no. 1, art. 2316044, 2024, doi: 10.1080/23311975.2024.2316044.

[17] A. F. Pamungkas dan S. Noviaristanti, “The Impact of Using Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) on the Performance of MSMEs in Bandung City: Based on the Technology-Organization-Environment Framework,” International Research Journal of Economics and Management Studies, vol. 3, no. 7, pp. 177–183, 2024, doi: 10.56472/25835238/IRJEMS-V3I7P119.

[18] N. A. Nita, S. Bangsawan, dan D. R. H. Pandjaitan, “MSME Business Growth in Indonesia: Is the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) a Major Factor?,” INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Manajemen, vol. 20, no. 2, pp. 257–270, 2024, doi: 10.30872/jinv.v20i2.1770.

[19] A. Mayasari, Y. P. Mulyani, F. Trapsilawati, dan M. Ushada, “Penerimaan dan Pengaruh Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” Prosiding SNAST, vol. 1, no. 1, 2024, doi: 10.34151/prosidingsnast.v1i1.4949.

[20] F. A. Triwahyudi dan I. Yuhertiana, “Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai Sistem Pembayaran Digital: Analisis Bibliometrik,” Journal of Economic, Business and Accounting (COSTING), vol. 7, no. 4, 2024, doi: 10.31539/costing.v7i4.10274.

[21] A. N. P. Ikwanto dan F. Indriani, “Validating the Questionnaire Measurement Scale of SME Owners’ Perceptions and Intentions to Adopt QRIS,” Arthatama: Journal of Business Management and Accounting, vol. 7, no. 2, 2023, doi: 10.54518/art.7.2.2023.469.

[22] D. A. Fatimah, Rahmahwaty, dan H. Prastya, “Analisa Kemudahan, Knowledge dan Security terhadap Quick Response Indonesia Standard (QRIS) pada UMKM di Kota Bandar Lampung,” Journal of Interdisciplinary Science and Education, vol. 3, no. 2, 2024, doi: 10.70371/jise.v3i2.106.

[23] A. Pinandito dan R. F. Brilliansyach, “Efisiensi Penggunaan QRIS dengan Merchant Presented Mode dalam Transaksi Pembayaran Non-Tunai,” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 11, no. 4, pp. 805–816, 2024, doi: 10.25126/jtiik.1148570.

[24] E. Mardiani, S. Z. ZA, D. Setyadi, S. Hudayah, dan Irwansyah, “Sosialisasi Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Pelaku Usaha UMKM,” Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 3380–3388, 2024, doi: 10.31004/cdj.v5i2.27088.

[25] C. T. Tatian, Nurabiah, R. Ridhawati, dan H. T. P. Thao, “From Wallets to Screens: Exploring the Determinants of QRIS Payment Adoption among Millennials in Eastern Indonesia,” JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen, vol. 21, no. 1, pp. 87–113, 2024, doi: 10.31106/jema.v21i1.21712.

[26] Bank Indonesia, Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Jakarta: Bank Indonesia, 2024.

[27] Bank Indonesia, “Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS): Skema Harga dan Merchant Discount Rate,” 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx

[28] Bank Indonesia, “QRIS Jelajah Indonesia 2025 Dorong Digitalisasi dengan Wisata Budaya,” Siaran Pers No. 27/170/DKom, 4 Agustus 2025.

[29] Bank Indonesia, Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran, 2025.

[30] A. Azhariyah dan I. Maghfirah, “Implementasi QRIS dalam Sistem Pembayaran Keuangan Islam pada UMKM di Desa Tambak Timur, Pulau Bawean: Analisis Perspektif Ekonomi Syariah,” RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, vol. 4, no. 4, pp. 5740–5748, 2025, doi: 10.31004/riggs.v4i4.3403.

[31] F. Suseno, “Evaluating QRIS Adoption: A Pathway to Inclusive Digital Payment for Indonesia MSMEs,” GIC Proceeding, vol. 3, no. 1, pp. 93–103, 2025, doi: 10.30983/gic.v3i1.850.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
R. Rendi, P. Ariadi, and M. Jauhari, “Implementasi Sistem Pembayaran QRIS Secara Syari’ah bagi Perkembangan UMKM di Desa Tulung Selapan Ilir Kec. Tulung Selapan Kab. Oki”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 24875–24885, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles