Evaluasi Risiko Operasional dan Penyebab Ketidaksesuaian pada Proses Inspeksi Akhir di PT X

Authors

  • Bobby Primananda Mulkanaz Politeknik STMI Jakarta
  • Marison Sitorus Politeknik STMI Jakarta
  • Muhamad Pangeran Adji Politeknik STMI Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7351

Keywords:

FMEA, RCA, Proses Inspeksi Akhir, Kualitas Produk

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab utama terjadinya defect outflow dalam proses inspeksi akhir. Defect outflow merupakan kondisi ketika produk yang memiliki cacat tidak terdeteksi selama proses inspeksi akhir sehingga produk tersebut tetap lolos ke proses berikutnya. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi perusahaan, seperti meningkatnya jumlah klaim pelanggan, penurunan kualitas produk, serta menurunnya kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode analisis yang sistematis untuk mengidentifikasi potensi kegagalan yang dapat menyebabkan terjadinya defect outflow. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi potensi kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses inspeksi. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor utama yang berpengaruh terhadap kualitas proses, yaitu faktor manusia, metode kerja, alat bantu, dan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil analisis FMEA, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama defect outflow adalah proses visual check yang tidak dilakukan sesuai dengan alur Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 216 yang menunjukkan tingkat risiko yang cukup tinggi dan memerlukan penanganan segera. Selanjutnya, metode Root Cause Analysis (RCA) digunakan untuk menelusuri akar penyebab dari failure mode tersebut secara lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa belum terimplementasinya sistem kerja yang mengikuti perkembangan teknologi serta lemahnya pengawasan terhadap penerapan SOP menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya klaim produk.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andersen, B., & Fagerhaug, T. N. (n.d.). The ASQ Pocket Guide to Root Cause Analysis. http://qualitypress.asq.org.

Asti, E., & Ayuningtyas, E. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen. EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis, 1(01), 1–14. https://doi.org/10.37366/ekomabis.v1i01.2

Crosby, P. B. (1980). Quality Is Free (1st ed., Vol. 1). Penguin Group.

Dwiana Ratnamurni, E., Ludiya, E., Luthfiartie, A., & Achmad, J. (n.d.). Quality Risk Management In Infusation Product Distribution Using Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) And Analytical Hierarchy Process (AHP) Methods. In International Journal of Science.

Elbert, J., Setyawan, A. B., Budy, S., Manajemen, W. S., Bisnis, F., & Ekonomika, D. (2019). PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DI PT. ASIA MANDIRI LINES SURABAYA (Vol. 7, Issue 2). http://www.beritasatu.com/ekonomi/353695-

Galih, R., Permana, K. M., Timbul, I., & Simanjuntak, H. (n.d.). ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES FINAL INSPEKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DI PT NISSAN MOTOR INDONESIA.

Fitriyani, F. (2024). Pengaruh Inovasi , Kualitas Produk dan Strategi Pemasaran terhadap Keunggulan Bersaing. Jurnal Siber Multi Disiplin, 2(1), 36–44.

Hisprastin, Y., & Musfiroh, I. (2020). Ishikawa Diagram dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) sebagai Metode yang Sering Digunakan dalam Manajemen Risiko Mutu di Industri. Majalah Farmasetika, 6(1), 1. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i1.27106.

McDemortt, R., J, R., & R, M. (2009). THE BASIC OF FMEA (2nd ed.). Taylor & Franciss Group, LLC.

Mulyadi. (2010). AKUNTANSI BIAYA (5th ed.). UNIT PENERBIT DAN PERCETAKAN STIM YKPN.

Muhazir, A., Sinaga, Z., & Yusanto, A. A. (2020). Analisis Penurunan Defect Pada Proses Manufaktur Komponen Kendaraan Bermotor Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). In Jurnal Kajian Teknik Mesin (Vol. 5, Issue 2). http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/jktm/index

Permana, R., & Simanjuntak, T. H. (2014). Analisa Pengendalian Kualitas Pada Proses Final Inspeksi Dengan Menggunakan Metode Seven Tools Di PT Nissan Motor Indonesia. STT Wastukancana, 25–34

Stamatis, D. H. . (2003). Failure mode and effect analysis: FMEA from theory to execution. ASQ Press.

Tjiptono, F., Chandra, G. (2019). Service, Quality Dan Customer Satisfaction Edisi 5 (5). Yogyakarta: Andi.

Terang, A. E., Anggraini, N., Noermaning, P., Islam, U., & Kediri, K. (2023). Analisis Perlakuan Akuntansi Produk Rusak Dan Produk Cacat Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Mengoptimalkan Laba Produk (Studi Kasus Pada CV. Memory Nganjuk). Jurnal Cendekia Akuntansi), 4(1), 25–39.

Vidian Paquita, E., Pringgo, D., & Laksono, W. (2022). Upaya Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Metode Fmea Serta Pendekatan Kaizen di PT Dan Liris. Seminar Dan Konferensi Nasional IDEC.

Yani, F., Artanti, D., & Setyaningrum, R. (2024). Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Bisnis Sustainability Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pelanggan Pada Butik Nazifah Di Bekasi. Indonesian Journal of Economics and Strategic Management, 2.

Downloads

Published

06-02-2026

How to Cite

[1]
B. P. Mulkanaz, M. Sitorus, and M. P. Adji, “Evaluasi Risiko Operasional dan Penyebab Ketidaksesuaian pada Proses Inspeksi Akhir di PT X”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 8582–8589, Feb. 2026.