Hubungan Konsumsi Junkfood (Makanan Siap Saji) dengan Status Gizi pada Anak Usia 10–12 Tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu Baitussalam Aceh Besar
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7272Keywords:
Junk Food, Status Gizi, Anak Usia Sekolah, Pola Makan, Gizi AnakAbstract
Permasalahan kekurangan dan kelebihan gizi masih terjadi secara bersamaan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan belajar anak. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan status gizi anak adalah pola konsumsi junk food atau makanan siap saji yang umumnya tinggi lemak, gula, dan garam, tetapi rendah serat serta zat gizi penting. Konsumsi junk food pada anak usia 10–12 tahun cenderung meningkat seiring perubahan gaya hidup dan kemudahan akses terhadap makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi pada anak usia 10–12 tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV–VI sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Data konsumsi junk food dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan status gizi diukur menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) berdasarkan standar WHO. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 29,960 dengan df = 12 dan nilai signifikansi p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan status gizi anak. Uji Linear-by-Linear Association juga menunjukkan adanya kecenderungan hubungan linier (p = 0,040). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food berhubungan dengan status gizi anak usia 10–12 tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu Baitussalam Aceh Besar.
Downloads
References
Alkhair, Avila, D. Z., Khatimah, N. H., Darmin, Hardinandar, F., & Mulya, K. S. (2023). Penyuluhan edukasi bahaya makanan siap saji (junk food) di MAN 1 Kota Bima. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAPALUS, 1(2), 1–7.
Amelia, N. (2020). Pola aktivitas sebagai faktor risiko kejadian overweight pada pekerja kantoran. Repository UIN Alauddin Makassar. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/16249/1/Nunung Amelia Pratiwi_70200113089.pdf
Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2015). Penelitian tindakan kelas.
Besar, D. K. A. (2025). Prevalensi stunting Aceh Besar. https://aceh.antaranews.com/berita/385081/dinkes-prevalensi-stunting-di-aceh-besar-turun-1-persen
Damayanti, V. A., Afrika, E., & Riski, M. (2022). Faktor yang berhubungan dengan rendahnya kunjungan ibu balita ke Posyandu Camar Desa Sialingan Kabupaten Muara Enim Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 692. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i2.1863
Dhito Dwi Pramardika, M., Meityn Disye Kasaluhe, M., Gracia Crhisty Tooy, S., & Chathina Maria Agustina Bajak, S. (2022). Buku ajar gizi dan diet (Moh. Nasruddin, Ed.).
Dr. Elvera, S.E., M.S., & Yesita Astarina, S.E., M.S. (2021). Metodologi penelitian.
Dr. Tonny Cortis Maigoda, S.K.M., M., & Ahmad Rizal, S.K.M., M. (2024). Buku ajar penatalaksanaan gizi masyarakat.
Heri, M., Purwantara, K. G. T., Astriani, N. M. D. Y., & Rismayanti, I. D. A. (2021). Sikap orang tua dengan kejadian obesitas pada anak usia 6–12 tahun. Journal of Telenursing (JOTING), 3(1), 95–102. https://doi.org/10.31539/joting.v3i1.2114
Heryani, A., Yuliani, F. C., & Fajri, R. (2024). Hubungan pola konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi pada remaja di SMP N 1 Ngawen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat dan Sosial, 2(4).
Putri, M., Putri, M. K., Isfanda, I., Evand, H., Supandi, A., & Utami, F. M. (2022). Evaluasi status gizi pada anak usia sekolah dasar di Kota Sigli. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan, 10(2), 180–182.
Rahmad, A. H. Al, Sofyan, H., Usman, S., Mudatsir, & Firdaus, S. B. (2023). Pemanfaatan leaflet dan poster sebagai media edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri di Aceh Besar. Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 33(1), 23–32.
Romadona, N. F., Aini, S. N., & Gustiana, A. D. (2021). Persepsi orang tua mengenai junk food dan dampaknya terhadap kesehatan, fungsi kognitif, dan masalah perilaku anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1357–1368. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1723
Suarsani, N. M., et al. (2023). Pola konsumsi fast food dan status gizi siswa sekolah dasar daerah perkotaan dan pedesaan.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Suryani, N., et al. (2020). Hubungan konsumsi junk food dengan status gizi pada remaja.
UNICEF, WHO, & World Bank. (2024). Joint child malnutrition estimates 2024.
WHO. (2023). WHO issues new guideline to tackle acute malnutrition in children under five. https://www.who.int/news/item/20-11-2023-who-issues-new-guideline-to-tackle-acute-malnutrition-in-children-under-five
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reska Mahdarina; Lili Kasmini, Rahmisyah Rahmisyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















