Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN 03 Semayong

Authors

  • Megalena Elen STKIP Melawi
  • Vikram Yuda Octa Firandhi STKIP Melawi

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7241

Keywords:

Membaca Permulaan, Kesulitan Membaca, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Sekolah Dasar

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial bagi siswa kelas rendah di sekolah dasar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami hambatan dalam mengenal huruf dan merangkai kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDN 03 Semayong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 7 siswa kelas II, guru wali kelas, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara semi terstruktur, sementara keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 dari 7 siswa yang mampu membaca dengan lancar. Kesulitan membaca siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Secara internal, siswa memiliki rentang perhatian yang pendek, motivasi intrinsik yang rendah, serta rasa tidak percaya diri yang memicu perilaku penghindaran terhadap teks. Secara eksternal, keterbatasan media pembelajaran yang menarik di sekolah serta kurangnya bimbingan rutin dari orang tua akibat kesibukan bekerja di sektor pertanian menjadi penghambat utama. Kurangnya sinkronisasi antara sekolah dan rumah menyebabkan proses pengulangan materi literasi tidak berjalan maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara guru dan orang tua melalui penyediaan media visual yang kreatif dan penjadwalan pendampingan belajar di rumah sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akda, H. F., & Dafit, F. (2021). Analisis kesulitan membaca pada siswa kelas II sekolah dasar. Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 1118–1128.

Abidin, Y. (2012). Pembelajaran membaca berbasis pendidikan karakter. Bandung: Refika Aditama.

Dalman. (2017). Keterampilan membaca. Jakarta: Rajawali Pers.

Fauziah, R., Mulyadi, S., & Mulyana, E. H. (2024). Analisis kesulitan belajar membaca permulaan pada anak usia 7 tahun. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education), 7(2), 311–316.

Jamaris, M. (2015). Kesulitan belajar: Perspektif, asesmen, dan penanggulangannya. Bogor: Ghalia Indonesia.

Manshuruddin, M., dkk. (2022). Analisis faktor penyebab rendahnya motivasi belajar membaca pada siswa kelas rendah. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 110–118.

Nuradhawati, R. (2019). Penggunaan media kartu huruf untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Jurnal Ilmiah Pendidik, 5(1), 52–61.

Pratiwi, C. P. (2020). Analisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 1–11.

Rahim, F. (2011). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rohmatun, S., & Rustono. (2020). Analisis faktor penghambat kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 400–406.

Suyono, & Hariyanto. (2014). Belajar dan pembelajaran: Teori dan konsep dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Syafrudin, U., Oktaria, R., & Sari, M. R. (2023). Studi kasus kesulitan mengenal huruf pada anak usia 5–6 tahun. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(01), 15–25.

Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

Wijaya, H. (2018). Analisis data kualitatif: Sebuah tinjauan teori & praktik. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Yani, D. (2019). Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui metode SAS pada siswa kelas I SDN No. 210/I Muara Bulian. Universitas Jambi.

Downloads

Published

12-03-2026

How to Cite

[1]
M. Elen and V. Y. O. Firandhi, “Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN 03 Semayong”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 8045–8052, Mar. 2026.