Peran Penggunaan Buku Cerita Bergambar Berbasis IPAS terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 3 SDN 26 PIR II Tantang.S
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7227Keywords:
Membaca Permulaan, Buku Cerita Bergambar, IPAS, Siswa Kelas 3Abstract
Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami berbagai mata pelajaran. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membaca suku kata, serta memahami kata sederhana. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada siswa kelas III SDN 26 PIR II Tantang yang menunjukkan kemampuan membaca permulaan masih rendah akibat kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penggunaan buku cerita bergambar berbasis IPAS dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa kelas III yang terdiri dari dua siswa laki-laki dan dua siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, tes membaca, serta angket. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar berbasis IPAS mampu meningkatkan minat dan antusiasme siswa dalam pembelajaran membaca. Ilustrasi gambar membantu siswa dalam mengenali huruf, membaca suku kata, serta memahami isi teks sederhana dengan lebih mudah. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan membaca pada kategori sangat baik dalam beberapa indikator penilaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar berbasis IPAS berperan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Downloads
References
Cain, K., & Oakhill, J. (2017). Children’s comprehension problems in oral and written language: A cognitive perspective (2nd ed.). Guilford Press.
Castles, A., Rastle, K., & Nation, K. (2018). Ending the reading wars: Reading acquisition from novice to expert. Psychological Science in the Public Interest, 19(1), 5–51. https://doi.org/10.1177/1529100618772271
Coch, D. (2021). Emergent literacy: A neurobehavioral perspective. IBE-UNESCO.
Digital. (2021). Emergent literacy: From birth to formal education. Digital Education Press.
Hulme, C., & Snowling, M. J. (2015). The interface between spoken and written language: Developmental disorders. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 369(1634), 20120395. https://doi.org/10.1098/rstb.2012.0395
Lonigan, C. J., & Shanahan, T. (2017). Developing early literacy: Report of the National Early Literacy Panel. National Institute for Literacy.
Moats, L. C. (2020). Speech to print: Language essentials for teachers (3rd ed.). Paul H. Brookes Publishing.
Mulyono. (2016). Pengantar literasi permulaan untuk anak usia dini. Prenadamedia Group.
Rohde, L. (2015). The comprehensive emergent literacy model: Early literacy in context. SAGE Open, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.1177/2158244015577664
Studi praktik pendidikan usia dini. (2020). Strategi pengenalan literasi permulaan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 123–135.
Teknologi dan kecerdasan buatan dalam tutor membaca awal. (2023). Pemanfaatan automatic speech recognition (ASR) untuk peningkatan akurasi membaca. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 15(1), 45–56.
Tompkins, G. E. (2016). Literacy for the 21st century: A balanced approach (6th ed.). Pearson Education.
Verhoeven, L., & Perfetti, C. A. (2015). Lexical quality in word reading and comprehension. Scientific Studies of Reading, 19(6), 409–421. https://doi.org/10.1080/10888438.2015.1103744
Headsprout Early Reading. (2015). Pengaruh penggunaan Headsprout dalam pembelajaran membaca awal. Jurnal Teknologi Pendidikan, 7(3), 211–224.
Studi efek Matthew dalam pemahaman bacaan. (2023). Kesenjangan literasi dari kelas 1 hingga 3: Studi longitudinal. Jurnal Psikologi Pendidikan Anak, 8(2), 65–78.
Dawna, D., et al. (2015). Longitudinal evidence for the Matthew effect in reading: Vocabulary growth and decoding skill from early grades. Reading Research Quarterly, 50(1), 37–60.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pransiska Abelta; Samsul Bahri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















