Analisis Kepatuhan Pengungkapan Sustainability Reporting pada Sektor Perikanan Tahun 2022-2024 Berdasarkan Nomor 51/POJK.03/2017
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7141Keywords:
Kepatuhan, Sustainability Reportin, Ekonomi Biru, Sektor Perikanan, POJK 51/2017Abstract
Penerapan visi ekonomi biru di Indonesia menuntut transparansi dan akuntabilitas aspek keberlanjutan yang tinggi, mengingat sektor perikanan memiliki dampak ekologis yang signifikan terhadap kelestarian ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pengungkapan laporan keberlanjutan pada delapan perusahaan sub-sektor perikanan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024, merujuk pada standar Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode content analysis, penelitian ini menerapkan teknik skoring dikotomi terhadap 27 indikator pengungkapan untuk menghasilkan Sustainability Report Disclosure Index (SRDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren kepatuhan emiten selama periode pengamatan bersifat fluktuatif dan belum konsisten. Pada tahun awal pengamatan (2022), mayoritas perusahaan menunjukkan tingkat adaptasi yang rendah dengan skor pengungkapan mencapai 0%, menandakan adanya keterlambatan respons terhadap regulasi. Memasuki tahun 2023, terdapat lonjakan kepatuhan yang signifikan sebagai shock effect implementasi aturan, di mana emiten seperti CPRO dan CRAB berhasil mencapai tingkat pengungkapan penuh (100%). Namun, konsistensi ini kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 di beberapa emiten tertentu. Secara substansial, pengungkapan informasi administratif seperti profil perusahaan telah dilakukan dengan sangat konsisten, namun aspek krusial seperti kinerja lingkungan hidup dan verifikasi pihak independen masih sangat minim dilaporkan. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi Otoritas Jasa Keuangan untuk memperketat pengawasan serta bagi manajemen perusahaan untuk segera membangun sistem data non-keuangan yang terintegrasi demi menjaga legitimasi bisnis dan mendukung keberlanjutan ekonomi maritim di Indonesia.
Downloads
References
Alam, M. S., & Yousuf, A. (2024). Fishermen’s community livelihood and socio-economic constraints in coastal areas: An exploratory analysis. Environmental Challenges, 14(September 2023), 100810. https://doi.org/10.1016/j.envc.2023.100810
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). (2024). Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia (L. A. A. T. Sambodo (ed.); 2nd ed.). Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS.
Edi Suwarno, T., Nurmalina, R., Amelia, N., Suasri, E., & Izzadieny, F. (2025). Akuntansi Berkelanjutan Sebagai PilarPembangunan Ekonomi Hijau Untuk Indonesia Emas2045. Agustus, 3(8), 3031–5220.
Fathia, R., Indriani, M., & Priantana, R. D. (2025). Determinan Voluntary Disclosure pada Perusahaan Manufaktur Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Global Ilmiah, 2(8).
Indonesia, K. K. dan P. R. (2024). BIJAK MENGELOLA LAUT UNTUK EKONOMI BIRU. https://kkp.go.id/storage/Materi/bijak-mengelola-laut-untuk-ekonomi-biru67a1d1fb9efb3/materi-67a1d1fba2841.pdf
Indonesia, K. K. dan P. R. (2026). Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional. https://www.kkp.go.id/news/news-detail/produk-perikanan-indonesia-makin-bernilai-di-pasar-internasional-LvAA.html
Kastana Sapanli, Tridoyo Kusumastanto, Sugeng Budiharsono, A. S. (2018). Analisis Struktur Ekonomi Kelautan Indonesia Ocean Economic Structures Analysis of Indonesia. Jurnal Mina Sains, 4, 91–99.
Lindiawatie. (2025). Peran dan Dampak Pembangunan Ekonomi Kelautan terhadap Perekonomian Indonesia Pendekatan Input Output Tahun 2020. Journal of Economics Development Issues, 08, 35–50. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/jedi.v82.404
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik (p. Lampiran II). https://www.ojk.go.id
Pratama, D. A., & Tanjungpura, U. (2025). BLUE ACCOUNTING DALAM PERSPEKTIF TEORI LEGITIMASI DAN. 3(2), 1–16.
https://doi.org/10.26418/kiafe.v3.i2.82760
Rahmayanti, A. Y., & Sari, D. K. (2023). Blue Accounting to Enhance the Quality of Sustainability Report. 69. https://doi.org/10.3390/proceedings2022083069
Sejati, B. P., & Prastiwi, A. (2015). PENGARUH PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT. 4, 1–12.
Siti Choiriah, Selva Temalagi, Lin Oktris, Sofyan Halim, H. P. M. (2025). Akuntansi Lingkungan. Salemba Empat.
Utomo, L. P., & Purbowati, R. (2019). Pengaruh Akuntansi Lingkungan Terhadap Kinerja Perusahaan. SNEB : Seminar Nasional Ekonomi Dan Bisnis Dewantara, 1(1), 55–62. https://doi.org/10.26533/sneb.v1i1.532
Warkula, Y. Z., Mediaty, & Damayanti, R. A. (2025). Application of Blue Accounting and Sustainability Accounting in Pearl Cultivation Company Commanditaire Vennootschap (CV) Mairang Jabulenga Village, Aru Islands. Journal of Lifestyle and SDGs Review, 5(2), e02099. https://doi.org/10.47172/2965-730x.sdgsreview.v5.n02.pe02099
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wa Ode Endiaverni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















