Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota

Authors

  • Selamat Askandaria Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Darul Ilmi Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7134

Keywords:

Komunikasi Organisasi, IMAPAS, Kekeluargaan, Komunikasi Vertikal, Komunikasi Horizontal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tiga pola komunikasi organisasi, yaitu komunikasi vertikal dari atas ke bawah, komunikasi vertikal dari bawah ke atas, dan komunikasi horizontal dalam organisasi IMAPAS, serta dampaknya terhadap terbentuknya rasa kekeluargaan di antara anggota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan dipilih untuk memperoleh data secara langsung di lokasi penelitian sehingga dapat menggambarkan secara nyata dinamika komunikasi yang terjadi dalam organisasi. Metode penelitian kualitatif digunakan karena mampu menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, baik secara lisan maupun tertulis, yang diperoleh dari informan serta perilaku yang dapat diamati. Data penelitian diperoleh melalui berbagai sumber seperti wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, serta dokumen resmi organisasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki kapasitas, posisi, pengalaman, serta pengetahuan yang relevan mengenai komunikasi dalam organisasi IMAPAS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Ketiga teknik tersebut dipilih untuk memperoleh data yang mendalam dan komprehensif mengenai proses komunikasi organisasi yang terjadi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal dari atas ke bawah yang diterapkan oleh ketua organisasi cenderung bersifat satu arah. Kondisi ini menyebabkan anggota kurang terlibat dalam proses pengambilan keputusan sehingga memengaruhi tingkat partisipasi dan dinamika komunikasi dalam organisasi. Oleh karena itu, diperlukan pola komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif agar rasa kekeluargaan dan keterlibatan anggota dalam organisasi dapat meningkat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Sultra, Nurhakki Hakki. Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: CV Budi Utama, 2017.

Budio. S. “Komunikasi Organisasi: Konsep Dasar Organisasi”, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 1 No. 2, Juli 2018: 23-30.

Bungin, Burhan. Metode Penelitian Kuantitatif Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta Utara: Raja Grafindo Persada, 2011.

Cartono, Asep Maulana. “Iklim Komunikasi, Iklim Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi.” Jurnal Dakwah dan Komunikasi, vol. 10, no. 2, 2019, hlm. 232.

Duli, Nikolaus. Metode Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar untuk Penulisan Skripsi & Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Deepublish, 2019.

Effendy, Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik. Bandung: Rosdakarya, 2017.

Fashiihatullisan, dan Ziyaadtul Afif Azzahro. “Pola Komunikasi Organisasi dalam Pengaderan pada Anggota UKM Ulin Nuha (Studi Kasus Pengurus UKM UKI Ulin Nuha Periode 2018–2019).” IAIN Ponorogo, 2019.

Fauzi, Komunikasi Organisasi Dalam Teori Budaya Organisasi Michael Pacanowsky Dan Nick O’donnell Trujillo, Jurnal Kebangsaan Vol.9 No.18 Juli 2020 hal 57

Firmansyah. A. Pengantar Manajemen, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), 66-67

Gunawan, M., Hasan, F., dan Mariyam, S. “Pola Komunikasi Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam di Dalam Membangun Relasi ‘Connection.’” Jurnal Selasar KPI: Referensi Media Komunikasi dan Dakwah, vol. 2, no. 2, 2022, hlm. 37–46.

Hidayah. S. dan Sutopo, “Peran Budaya Organisasional Islam dalam Membentuk Perilaku Prestatif di dalam Organisasi,” Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi 21, no. 36 (2014): 5.

Irian, Aan Srialam. “Pola Komunikasi Organisasi dalam Penerapan Visi & Misi (Studi Kepemimpinan Dinas Perhubungan Kota Makassar).” UIN Alauddin Makassar, 2016

Kamaroellah. A. Pengantar Budaya Organisasi, (Konsep, Strategi Implementasi dan Manfaat) (Surabaya: Pustaka Radja, 2014), 1-2.

Khotimah, Suzy Azeharie Nurul. “Pola Komunikasi Antarpribadi antara Guru dan Siswa di Panti Sosial Taman Penitipan Anak Melati Bengkulu.” Jurnal Pekommas, vol. 18, no. 3, 2015.

M. Gunawan, F. Hasan, dan S. Mariyam, “Pola Komunikasi Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam di Dalam Membangun Relasi ‘Connection’,” Jurnal Selasar KPI: Referensi Media Komunikasi dan Dakwah, vol. 2, no. 2, 2022, hlm. 37–46.

Morissan, M.A, Teori Komunikasi Organisasi, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2009

MUSTOFA, Muhamad Bisri, et al. Kontribusi Komunikasi Interpersonal dalam Perspektif Islam di Lingkungan Organisasi UIN Raden Intan Lampung. Journal of Islamic, 2021.

Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

Muhammad. A. Komuikasi Organisasi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005

Mulia, J. B., dan Maharani, D. “Pola Komunikasi Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Palembang dalam Membangun Loyalitas Anggota.” Wardah, vol. 24, no. 2, 2023, hlm. 92–104.

Downloads

Published

24-03-2026

How to Cite

[1]
S. Askandaria and D. Ilmi, “Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 8917–8925, Mar. 2026.