Kesantunan Berbahasa Masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan Kabupaten Samosir

Authors

  • Feronika Simarmata Universitas Jambi
  • Akhyaruddin Akhyaruddin Universitas Jambi
  • Arum Gati Ningsih Universitas Jambi
  • Andiopenta Andiopenta Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7001

Keywords:

Bahasa Toba, Corporate Governance, Bentuk dan Fungsi Kesantunan, Sosiopragmatik

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu kajian penting dalam bidang pragmatik karena pada dasarnya persoalan kesantunan berbahasa berkaitan erat dengan cara bahasa digunakan sebagai alat komunikasi yang selalu terikat oleh konteks sosial, budaya, dan situasional. Dalam praktiknya, kesantunan tidak hanya mencerminkan pilihan kata, tetapi juga menunjukkan nilai, norma, serta sistem budaya yang dianut oleh suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kesantunan berbahasa masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan menggunakan teori kesantunan Leech (1983) serta fungsi kesantunan menurut Chaer (2010) sebagai landasan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pragmatik dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak, catat, dan rekam dalam interaksi kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teori sehingga hasil analisis memiliki validitas yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa yang dominan ditemukan dalam beberapa maksim, yaitu: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim pemufakatan, dan (6) maksim kesimpatian. Sementara itu, fungsi kesantunan berbahasa yang teridentifikasi meliputi: (1) fungsi menyatakan, (2) fungsi menanyakan, (3) fungsi menyuruh, (4) fungsi meminta maaf, dan (5) fungsi mengkritik. Temuan ini memperkaya kajian sosiopragmatik bahasa daerah sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal Batak Toba di tengah dinamika dan pengaruh perkembangan bahasa yang semakin pesat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhyaruddin, P., & Agusti, A. (2018). Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Debat Publik Calon Bupati Kabupaten Kerinci Tahun 2018. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Vol.7 No. 2.

Akhyaruddin. (2017). Strategi Kesantunan Berbahasa Indonesia Dalam Peminimalan Beban Dan Paksaan Di Kalangan Warga Kampus Universitas Jambi. Pena: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 7 no.1.

Akhyaruddin, Hilman Yusra 2021 Analisis prinsip sopan santun dan prinsip kerja sama dalam debat sebagai strategi komunikasi politik, Jurnal KANSASI VOL 6 No 2

Andiopenta. (2024). Metodologi Penelitian; Kualitatif, Kuantitatif, Kombinasi. Jambi, Jambi: Komunitas Gemulun Indonesia.

BoangManalu, L. G. (2015). Penggunaan Kata Maaf Dan Terimakasih: Kesantunan Berbahasa Bahasa Batak Toba. Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Cahyaningrum, F., Andayani, & Setiawan, B. (2018). Keasantunan Berbahasa Siswa dalam Konteks Negoisasi di Sekolah Menegah Atas, Vol 4. No 1.

Cecilia, E. A. (2024). Kesantunan Berbahasa Dalam Komunikasi Masyarakat Batak Toba Di Kota Pematangsiantar. Universitas negeri Medan.

Eti Setiawati, H. D. (2018). Piranti Pemahaman Komunikasi dalam Wacana Interaksional: Kajian Pragmatik. Malang: Perguruan Tinggi Terbaik Kelas Dunia.

KBBI. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Kamus Pusat Bahasa.

Leech. (1983). Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta.

Maharani, d. (2025). Kesantunan Berbahasa Masyarakat Siulak Mukai Kabupaten Kerinci. Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol.6 No 2.

Nurina kamila, Akhyarudiin, arum gati ningsih 2025 bentuk-bentuk kesantunan dalam bahasa melayu Jambi, jurnal basicedu, vol 9 no 4

Purba, A. (2022). SOSIOPRAGMATIK: Suatu Kajian Teoritis. Jambi: Komunitas Gemulun Indonesia.

Rahadi, K. (2018). Prakmatik: Keafatisan Berbahasa Sebagai Fenomena Pragmatik Baru Dalam Perspektif Kultural dan Situasional. Jakarta: Erlangga.

Saplini, d. (2025). Bentuk Kesantunan dalam Tuturan Masyarakat Melayi Jambi di Desa Jumbak: Studi Pragmatik. Ilmu kEbahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya, Vol. 11 No 2.

Simanggusong, A. J. (2013). Analisis Kesantunan Tuturan Bahasa Batak Toba di Rura Silindung. Jurnal Bahasa, vol.7 No. 1.

Sinaga, M. B. (2024). Kesantunan Berbahasa Pada Masyarakat Batak Toba di Kota Jambi. Universitas Jambi.

Sinurat, B. P. (2025). Analisis Pengaruh Logat Bahasa Batak Toba yang Memepengaruhi Komunikasi Bahasa Batak Indonesia: Studo pada Mahasiswa Asal Samosir. Ilmu Pendidikam, Politik dan Sosial Indonesia, Vol 2, No 2.

Sugiyarto. (2017). Menyimak (Kembali) Integrasi Budaya di Tanah Batak Toba. Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, vol 1.

Wajdi, M. (2013). Sistem Kesantunan Masyarakat Tutur Jawa. Udayana University.

Wijaya. (2022). Kesantunan Berbahasa Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIl SMP N 7 Muaro Jambi. Diglosia, Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaranya, vol 6, no 2.

Downloads

Published

02-03-2026

How to Cite

[1]
F. Simarmata, A. Akhyaruddin, A. G. Ningsih, and A. Andiopenta, “Kesantunan Berbahasa Masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan Kabupaten Samosir”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 6484–6493, Mar. 2026.