Analisis Konsentrasi DPK di Bank Umum Indonesia Berdasarkan Tiering Saldo

Authors

  • M. Hatta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan
  • Erwin Susilo Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6852

Keywords:

Dana Pihak Ketiga, Konsentrasi Simpanan, Tiering Saldo, HHI, Perbankan Indonesia

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika perkembangan dan tingkat konsentrasi Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Indonesia berdasarkan klasifikasi tiering saldo selama periode 2013–2025. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan DPK, perubahan struktur deposan, serta implikasi konsentrasi dana terhadap stabilitas sistem perbankan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dan memanfaatkan data agregat publikasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), analisis dibagi ke dalam tiga fase utama, yaitu periode pra-pandemi (2013–2019), periode pandemi dan dampaknya (2020–2023), serta periode pasca-pandemi (2024–2025). Tingkat konsentrasi dan ketimpangan distribusi DPK dianalisis menggunakan beberapa indikator komplementer, antara lain Herfindahl–Hirschman Index (HHI), rasio konsentrasi antar tier saldo, Kurva Lorenz, dan Indeks Gini. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan DPK perbankan Indonesia bersifat asimetris dan cenderung semakin terkonsentrasi pada kelompok rekening bersaldo besar. Meskipun Tier 1 (rekening bersaldo kecil) secara konsisten mendominasi jumlah rekening, kontribusinya terhadap total nominal DPK terus mengalami penurunan relatif. Sebaliknya, kelompok tier saldo tinggi, khususnya Tier 5 hingga Tier 7, menunjukkan peningkatan kontribusi yang signifikan dan bersifat struktural dalam jangka menengah hingga panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan DPK lebih mencerminkan proses pendalaman simpanan (deposit deepening) dibandingkan perluasan basis deposan secara luas. Kondisi tersebut memiliki implikasi penting terhadap stabilitas likuiditas perbankan, sensitivitas terhadap perilaku deposan besar, serta efektivitas kebijakan inklusi keuangan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini relevan sebagai dasar pertimbangan bagi regulator dan otoritas perbankan dalam merancang kebijakan pengelolaan risiko konsentrasi dana dan strategi pendalaman intermediasi keuangan yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdiel, M. G., & Khabibah, N. A. (2025). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan DPK di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Magelang: Peran suku bunga, layanan digital, dan loyalitas nasabah. Jurnal Ilmiah, Universitas Tidar.

Atkinson, A. B. (1970). On the measurement of inequality. Journal of Economic Theory, 2(3), 244–263. https://doi.org/10.1016/0022-0531(70)90039-6

Bikker, J. A., & Haaf, K. (2002). Measures of competition and concentration in the banking industry: A review of the literature. De Nederlandsche Bank.

Castro, A., Cavallo, M., & Zarutskie, R. (2022, June 3). Understanding bank deposit growth during the COVID-19 pandemic. FEDS Notes. Board of Governors of the Federal Reserve System. https://www.federalreserve.gov/econres/notes/feds-notes/understanding-bank-deposit-growth-during-the-covid-19-pandemic-20220603.html

Christensen, A. K., Maravalle, A., & Rawdanowicz, Ł. (2020, December 10). The increase in bank deposits during the COVID-19 crisis: Possible drivers and implications. OECD ECOSCOPE. https://oecdecoscope.blog/2020/12/10/the-increase-in-bank-deposits-during-the-covid-19-crisis-possible-drivers-and-implications/

Cowell, F. A. (1998). Measurement of inequality (Discussion Paper No. DARP/36). STICERD, London School of Economics and Political Science.

Financial Stability Board. (2024). Depositor behaviour and interest rate and liquidity risks in the financial system: Lessons from the March 2023 banking turmoil. Financial Stability Board.

Gabaix, X. (2011). The granular origins of aggregate fluctuations. Econometrica, 79(3), 733–772. https://doi.org/10.3982/ECTA876

Herawati, H. S., Kusmargiani, I. S., & Kusuma, S. Y. (2022). Analisis kinerja risiko likuiditas sebelum dan selama pandemi pada Bank Mandiri (Persero) Tbk periode 2018–2021. Jurnal Pustaka Aktiva, 2(2), 37–47.

Juelsrud, R. E. (2020). Deposit concentration at financial intermediaries (Working Paper). Norges Bank. https://www.norges-bank.no/contentassets/67c1aa037ccc48eca40b8c1a9c97031b/ny-mappe/granular_depositors_novemberdraft.pdf

Lembaga Penjamin Simpanan. (2023). Laporan Tahunan LPS 2023. Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan.

Lembaga Penjamin Simpanan. (2024). Laporan Tahunan LPS 2024. Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan.

Lembaga Penjamin Simpanan. (2025). Distribusi simpanan bank umum. https://lps.go.id/distribusi-simpanan/

Muchtar, S., & Rustimulya, G. S. (2019). Determinants of liquidity risk in banking sector on the Indonesia Stock Exchange. Jurnal Manajemen, 23(3), 461–480. https://doi.org/10.24912/jm.v23i3.583

Office for National Statistics. (2024, July 22). Households’ finances and saving, UK: 2020 to 2024. https://www.ons.gov.uk/

Siringoringo, R. (2012). Karakteristik dan fungsi intermediasi perbankan di Indonesia. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 15(1), Article 7.

Tumbelaka, I. (2023). How did depositors react to bank risks during the COVID-19 outbreak in Indonesia? International Journal of Financial Systems, 1(2), 133–150. https://doi.org/10.61459/ijfs.v1i2.27

Tumbelaka, I. (2025). Loan restructuring and deposit growth: Evidence from market discipline during the COVID-19 outbreak. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 28(2), Article 2. https://doi.org/10.59091/2460-9196.2167

Downloads

Published

25-02-2026

How to Cite

[1]
M. Hatta and E. Susilo, “Analisis Konsentrasi DPK di Bank Umum Indonesia Berdasarkan Tiering Saldo”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 5413–5426, Feb. 2026.