Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode PHA (Preliminary Hazard Analysis)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6797Keywords:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), identifikasi bahaya, Analisis Resiko, Preliminary hazard analysisAbstract
- XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri elektronika infrastruktur dan elektronika profesional. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kondisi nyata di PT. XYZ, dimana selama tahun 2021 hingga 2024 terjadi beberapa kasus kecelakaan kerja serta near miss incident. Frekuensi kejadian yang cukup sering pada aktivitas pekerjaan sehari-hari menunjukkan adanya potensi bahaya yang terus mengintai, sehingga memerlukan perhatian serius. Permasalahan ini penting untuk dikaji guna mencegah terulangnya insiden yang lebih fatal serta memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sejak dini. Hal ini bertujuan agar kegiatan pembangunan gardu traksi dan listrik aliran atas (LAA) di PT. XYZ dapat terlaksana dengan aman dan terhindar dari risiko yang membahayakan tenaga kerja, prosedur, maupun peralatan di masa mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Preliminary Hazard Analysis (PHA) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis risiko K3 berdasarkan metode PHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai elemen bahaya yang teridentifikasi pada pekerjaan peningkatan gardu traksi dan LAA memiliki tingkat risiko menengah-rendah dengan kategori tolerable serta tingkat risiko rendah dengan kategori negligible. Temuan ini didukung oleh penerapan pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian, meliputi substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PHA efektif digunakan sebagai langkah awal analisis risiko K3, serta direkomendasikan sebagai pedoman perencanaan proyek berikutnya..
Downloads
References
Alamsyah, C. W., Walujodjati, E., & Rahadian, S. P. (n.d.). Manajemen Risiko K3 Pekerjaan Jalan Tol Cisumdawu Phase III. 1, 60–69.
Djatmiko, R., D. (2016). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (Yogyakarta: Deepublish)
Hadj-mabrouk, H. (2017). Preliminary Hazard Analysis ( PHA ): New hybrid approach to railway risk analysis. 6(2), 51–58.
Health and Safety Executive. (2001). Reducing risks, protecting people: HSE’s decision-making process. Health and Safety Executive.
Juraida, A. (2020). Safety, Health, and Environment. (Biro Akademik dan Pembelajaran), 1–9.
Juwita, P., L. (2023). Faktor Dominan Tingkat Kematangan Budaya Keselamatan Kerja Dengan Kecelakaan Kerja di PT Barata Indonesia. 1–7.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Jakarta: Kemnaker RI
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 33 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Jakarta: Kemnaker RI
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Jakarta: Kemnaker RI
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Jakarta: Kemnaker RI
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERDJA. Jakarta: Kemnaker RI
Kundnani, S., Patel, D., & Meshram, D. (2022). Preliminary Hazard Analysis ( PHA ): Great approach to risk analysis in pharmaceutical industry.
Kurniawidjaja, L., M. (2010). Teori dan Aplikasi Kesehatan Kerja. (Jakarta: UI Publishing)
LSP KATIGA PASS. (Mei, 2025). Kasus Kecelakaan Kerja di Indonesia meningkat 2025: Apa Penyebab Utamanya? (diakses pada 04 Januari 2026) https://lspkatigapass.co.id/artikel/detail/kasus-kecelakaan-kerja-di-indonesia-meningkat-2025:-apa-penyebab-utamanya
Muhammad, I., & Susilowati, I. H. (2021). ANALISA MANAJEMEN RISIKO K3 DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA : LITERATURE REVIEW. 5(April), 335–343.
Redjeki, S. (2016). Kesehatan dan Keselamatan Kerja. (Jakarta Selatan: SDM Pusdik Kesehatan).
Rausand, M. (2005). Preliminary Hazard Analysis. 1–36.
Sewerage, I. (2011). DAMAGE EVALUATION OF A TOWN ’ S SEWAGE SYSTEM IN SOUTHERN POLAND BY THE PRELIMINARY. 37(4).
Simbolon, R. R., Harramain, F. P., Rizaldi, M., Sonjaya, P., Niaga, J. A., & Bandung, P. N. (2024). Pentingnya Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Sebagai Faktor Penentu Optimalisasi Produktivitas Kerja Occupational Safety And Health ( OSH ) Implementation As A Determinant Of Work Productivity Optimization. 3, 17–31.
Solusi, Synergi. (Maret, 2025). Bahaya K3: Pengertian, Jenis dan Solusi Menurut Pakar Keselamatan Kerja (diakses pada 13 Januari 2026). https://synergysolusi.com/artikel-qhse/bahaya-k3-pengertian-jenis-dan-solusi menurut-pakar-keselamatan-kerja/
Thieme, C. A., Guo, C., Utne, I. B., & Haugen, S. (2019). Preliminary hazard analysis of a small harbor passenger ferry – results , challenges and further work Preliminary hazard analysis of a small harbor passenger ferry – results , challenges and further work. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1357/1/012024
Tunc, M., Solmaz, R. (2024). A pleliminary hazard analysis in bee pollen and propolis decontamination process: From the beehive to the laboratory. Food Control Elsevier. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2024.110487
U.S. Department of Defense. (2023). MIL-STD-882E: Standard practice for system safety (Rev. E). Department of Defense.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mochamad Januar Al Fadjri, Annisa Maharani Suyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















