Pengaruh Waktu Pertumbuhan terhadap Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Bayam Merah (Amarathus Tricolor L.)

Authors

  • Nurul Khotimah Universitas Harkat Negeri
  • Aldi Budi Riyanta Universitas Harkat Negeri
  • Tya Muldiyana Universitas Harkat Negeri

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6733

Keywords:

Waktu Pertumbuhan, Kadar Flavonoid Total, Ekstrak Bayam Merah, Amaranthus Tricolor L

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pertumbuhan terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor L.) serta menentukan waktu panen yang optimal. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi waktu panen pada minggu ke-1 hingga minggu ke-4. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, analisis kuantitatif kadar flavonoid total ditetapkan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar pada panjang gelombang maksimum 370 nm. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar flavonoid seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Kadar flavonoid total pada minggu ke-1 sebesar 7,28%, minggu ke-2 sebesar 8,35%, minggu ke-3 sebesar 9,01%, dan minggu ke-4 sebesar 9,68%. Persamaan regresi kurva baku yang diperoleh adalah y = 0,005x + 0,1416 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9846, yang menunjukkan linearitas yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Data tersebut membuktikan bahwa waktu pertumbuhan berpengaruh terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak bayam merah. Berdasarkan hasil tersebut, waktu panen optimal diperoleh pada minggu ke-4 karena menghasilkan kadar flavonoid tertinggi dibandingkan minggu lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan informasi bahwa peningkatan umur tanaman berkorelasi dengan peningkatan kadar flavonoid total secara signifikan dan konsisten. Hasil penelitian ini berpotensi menjadi dasar dalam pengembangan pangan fungsional serta bahan baku herbal berbasis bayam merah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Utama, R. F., Sitohang, R., & Sinaga, T. R. (2021). Pemanfaatan Tanaman Bayam Dan Kailan Untuk Meningkatkan Pemasukan Masyarakat Mekar Jaya Kabupaten Langkat. Jurnal Abdimas Mutiara, 2(1), 387–390.

Ibrahim, I., Rubiah, R., Akmal, N., & Izzatun, N. (2021). Pengaruh Penggunaan Em4 Dan Sayur Segar Sebagai Bahan Kompos Cair Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Bayam (Amaranthus Sp). Jurnal Biology Education, 9(2), 149–165. https://doi.org/10.32672/jbe.v9i2.3638

Guntarti, A., & Ruliyani, A. (2020). Penetapan Flavonoid Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Bayam ( Amaranthus Tricolor L .) Varietas Giti Merah Dan Giti Hijau. Jurnal Farmasi Sains Dan Praktis, 6(1), 51–59.

Putri, A. O., Hati, M. C., Ishanti, N. P., & Ilham, H. S. (2024). Identifikasi Senyawa Flavonoid Pada Beberapa Jenis Tanaman Dengan Kromatografi Lapis Tipis: Literature Review. Pharmademica : Jurnal Kefarmasian Dan Gizi, 3(2), 45–54. Https://Doi.Org/10.54445/Pharmademica.V3i2.40

Rohmah, U. N., & Yuanita, L. (2022). Pengaruh Waktu Panen Terhadap Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Daun Yakon (Smallanthus Sonchifolius) The Effect Of Harvest Time On Total Flavonoid Content And Anti-Inflammatory Activities Of Yacon Leaf Ethanol Extract (Sma. Unesa Journal Of Chemistry, 11(2), 136–142.

Febrianto, Y., Santari, N. P., & Setiyaningsih, W. (2021). Formulasi Dan Evaluasi Handbody Lotion Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L.) Dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin Dan Asam Stearat Sebagai Emulgator. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 4(1), 29–35. Https://Doi.Org/10.52216/Jfsi.V4i1.71

Wahyuningsih, S., & Dkk. (2024). Buku Ekstraksi Bahan Alam Edisi 2024 (Issue March).

Atika, R., Riyanta, Budi, A., & Joko, S. (2020). : Kulit Bawang Merah, Kulit Bawang Putih, Flavonoid, Spektrofotometri UV- Vis. Skripsi, Program Studi Diploma III Farmasi Politeknik, x(x).

Wicaksono, S., Santoso, J., & Prabandari, S. (2023). Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Ilmiah Farmasi, X(X), 1–10.

Ii, E. (2017). Herbal Indonesia Herbal.

Ritonga, A. W., Syaifuk, M., Rosyid, A., Anderson, A., Achmad, M., Pertanian, F., & Merah, B. (2021). Perbedaan Pertumbuhan Dan Produktivitas Varietas Bayam Hijau Dan Bayam Merah Differences In Growth And Productivity Of Green And Red Spinach Varieties. 8(2), 286–297.

Depkes RI, I. (2009). Suplemen I Farmakope Indonesia Edisi IV. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (p. 1470).

Misael, J., Masengi, G., Ayu, G., Diah, K., & Wiadnyani, A. A. I. S. (2020). Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Cair Daun Turi ( Sesbania grandiflora ). 9(2), 242–250.

Pangisian, J., Sangi, M. S., Kumaunang, M., Unsrat, J. K., & Utara, M. S. (2022). Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Dan Uji Aktivitas Antioksidan Serta Antibakteri Biji Buah Pangi ( Pangium Edule Reinw ) Analysis Of Secondary Metabolite Compounds And Determination Of Antioxidant And Antibacterial Activity Of Pangi Seeds ( Pangium Edule Reinw ). 7(1), 11–19.

Yulia Widya Sari, & Susilowati. (2023). Pengaruh Variasi Waktu Panen Terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus (Blume) Miq.). Jurnal Ilmiah Manuntung, 9(2), 201–210. Https://Doi.Org/10.51352/Jim.V9i2.685

Downloads

Published

17-02-2026

How to Cite

[1]
N. Khotimah, A. B. Riyanta, and T. Muldiyana, “Pengaruh Waktu Pertumbuhan terhadap Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Bayam Merah (Amarathus Tricolor L.)”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 3742–3749, Feb. 2026.