Gambaran Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Authors

  • Fadni Fadila Natasya Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Desti Puswati Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Fitri Dyna Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Afrida Sriyani Harahap Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6635

Keywords:

Quarter Life Crisis, Mahasiswa, Perawat, Kesehatan Mental

Abstract

Mahasiswa program profesi Ners berada pada fase transisi perkembangan dewasa muda yang sangat rentan terhadap fenomena Quarter Life Crisis. Beban kerja klinis yang tinggi, tuntutan kompetensi akademik yang ketat, jadwal praktik shift yang padat, serta kekhawatiran mengenai prospek karier setelah lulus menjadi faktor pemicu utama munculnya krisis emosional ini. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis, motivasi belajar, dan performa profesional calon perawat, bahkan berpotensi memicu burnout dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran Quarter Life Crisis pada mahasiswa profesi Ners di Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 128 responden yang dipilih dengan teknik probability sampling melalui pendekatan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Quarter Life Crisis yang telah divalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengidentifikasi distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami Quarter Life Crisis, yaitu sebanyak 106 mahasiswa (82,8%), sedangkan 22 mahasiswa (17,2%) tidak mengalami krisis. Temuan ini mengindikasikan tingginya kerentanan psikologis mahasiswa profesi Ners selama menjalani pendidikan klinis. Berdasarkan hasil tersebut, pihak institusi diharapkan menyediakan dukungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

P. R. Pamungkas and G. Hendrastomo, “Quarter Life Crisis Di Kalangan Mahasiswa,” Saskara Indones. J. Soc. Stud., vol. 4, no. 1, pp. 174–188, 2024.

Urrahma et al., “Hubungan Tingkat Spiritual dengan Kejadian Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir The Relationship Between Spiritual Level and Quarter Life,” vol. 8, no. 3, pp. 390–396, 2022.

A. Riyanto and D. P. Arini, “Analisis Deskriptif Quarter-Life Crisis Pada Lulusan Perguruan Tinggi Universitas Katolik Musi Charitas,” J. Psikol. Malahayati, vol. 3, no. 1, pp. 12–19, 2021, doi: 10.33024/jpm.v3i1.3316.

M. A. P. Sari, “Quarter life crisis pada kaum millenial,” Progr. Stud. Strat. I pada Jur. Psikol. Fak. Psikol., pp. 1–24, 2021, [Online]. Available: http://eprints.ums.ac.id/93077/2/NASKAH PUBLIKASI.pdf

U. Lestari, L. Masluchah, and W. Mufidah, “Konsep Diri Dalam Menghadapi Quarter Life Crisis,” IDEA J. Psikol., vol. 6, no. 1, pp. 14–28, 2022, doi: 10.32492/idea.v6i1.6102.

D. T. Sari, “Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Quarter,” Fak. Psikol. Univ. Medan, pp. 1–102, 2022.

D. A. P. Wijaya and M. S. Utami, “Peran Kepribadian Kesungguhan terhadap Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator,” Gadjah Mada J. Psychol., vol. 7, no. 2, p. 143, 2021, doi: 10.22146/gamajop.63924.

L. García-velasco, I. Alcoceba-herrero, S. García, M. López, and I. Albertos-muñoz, “Assessing anxiety and stress levels in undergraduate nursing students during their clinical placements : a quasi-experimental study,” 2025.

A. F. Harahap, “Pengalaman Mahasiswa Dalam Menjalankan Praktik Profesi Ners Padda Masa Pandemi Covid-19 Skripsi,” 2022.

B. W. Smith, Y. Salamonson, D. Maneze, L. M. Ramjan, and C. M. Stephen, “Impacts of Financial Stress on Mental Health and Wellbeing of Nursing Students : A Systematic Integrative Review,” pp. 1–24, 2025, doi: 10.1111/jan.70043.

F. B. Permana and A. Sulastri, “Quarter Life Crisis Pada Masa Emerging Adulthood,” Psikostudia J. Psikol., vol. 14, no. 2, p. 187, 2025, doi: 10.30872/psikostudia.v14i2.18697.

I. Malsturoh and N. A. Temesvari, Metodologi Penelitian Kesehatan [E-book]. Tidak disebutkan, 2018. [Online]. Available: http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2018/09/Metodologi-Penelitian-Kesehatan_SC.pdf

W. Wahyudi, “Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Sistem Informasi Penjualan Tiket Konser Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction (Eucs) Pada Website Motikdong.Com,” Akrab Juara J. Ilmu-ilmu Sos., vol. 7, no. 4, p. 73, 2022, doi: 10.58487/akrabjuara.v7i4.1989.

J. J. Arnett, “Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties,” Am. Psychol., vol. 55, no. 5, pp. 469–480, 2000. doi: 10.1037/0003-066X.55.5.469.

S. Reifman, A. Arnett, and J. Colwell, “Emerging adulthood: Theory, assessment, and application,” J. Youth Dev., vol. 1, no. 1, pp. 1–12, 2007.

Downloads

Published

14-02-2026

How to Cite

[1]
F. F. Natasya, D. Puswati, F. Dyna, and A. S. Harahap, “Gambaran Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 3333–3340, Feb. 2026.