Pengaruh WorkLife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja terhadap Burnout pada Karyawan Gen Z di Perusahaan Start Up: Studi Kasus Codero
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6394Keywords:
Worklife Balance, Dukungan Organisasi, Motivasi Kerja, BurnoutAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh worklife balance, dukungan organisasi dan motivasi kerja terhadap burnout, baik secara parsial maupun simultan. Fenomena dalam penelitian ini meliputi: (1) Seberapa besar pengaruh worklife balance terhadap burnout, (2) Seberapa besar pengaruh dukungan organisasi terhadap burnout, (3) Seberapa besar motivasi kerja terhadap burnout, dan (4) Seberapa besar pengaruh worklife balance, dukungan organisasi dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap burnout. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 42 karyawan Generasi Z di Codero. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Worklife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Burnout. semakin tinggi Worklife Balance yang dirasakan oleh responden, semakin tinggi pula tingkat Burnout yang dialami. Implikasinya, peningkatan dukungan organisasi yang diterima karyawan justru diiringi dengan kenaikan tingkat kelelahan emosional (burnout) yang dialami. Dan semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki karyawan, semakin besar pula potensi munculnya burnout. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap Burnout. Temuan ini menyiratkan bahwa meskipun Worklife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja umumnya dianggap sebagai faktor protektif, dalam konteks spesifik startup Codero, ketiganya justru berkontribusi terhadap peningkatan Burnout. Hal ini diduga kuat karena tingginya tuntutan kerja, budaya kerja yang intens, dan ekspektasi kinerja yang tinggi, di mana keseimbangan, dukungan, dan motivasi yang dirasakan justru dapat memicu tekanan berlebih dan kelelahan kronis (burnout) jika tidak dikelola dengan tepat.
Downloads
References
Alyani, F., & Purba, H. P. (2021). Pengaruh Work Life Balance dan Fear of COVID-19 terhadap Burnout pada Perawat Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, *15*(3), 321–335.
Amarta, M. G. (2022). Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi terhadap Burnout dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan DPUPR Kabupaten Sragen. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, *19*(2), 89–104.
Datubara, N., Lumapow, H. R., & Naharia, M. (2024). Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Burnout pada Guru di Yayasan Don Bosco Manado. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, *17*(1), 112–125.
Husaeni, A. F., & Wiratno, A. (2020). Pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap burnout pada PT. Indaco Warna Dunia (Regional Sales Purwokerto). RATIO: Reviu Akuntansi Kontemporer Indonesia, 1(1), 67– 84.
Junaidin, J., Ikhram, A. A., & Hardiyono, H. (2019). Pengaruh work life balance terhadap burnout dan kepuasan kerja karyawan (Studi kasus pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Makassar Selatan). MANDAR (Management Development and Applied Research Journal), 1(2), 27–34.
Kesworowati, D., Setiyadi, A., & Handayani, H. (2023). Organizational effort factors dan burnout pada perawat di unit perawatan terpadu. Binawan Student Journal (BSJ), 5(1), 40–46.
Imany, K. (2022). Pengaruh Worklife Balance dan Dukungan Sosial terhadap Burnout pada Karyawan Generasi Z. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, *14*(3), 210–225.
Kesworowati, D., Setiyadi, A., & Handayani, H. (2023). Organizational effort factors dan burnout pada perawat di unit perawatan terpadu. Binawan Student Journal (BSJ), 5(1), 40–46.
Rohmawati, L., & Julindrastuti, D. (2025). Pengaruh worklife balance dan work overload terhadap tingkat burnout karyawan Generasi Z di Surabaya. Jurnal Analisis dan Manajemen Strategis, 6(2), 26–29. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jams
Ryandini, T. P., Munir, M., & Nurhadi, M. (2019). Motivasi kerja dengan burnout pada perawat. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, 3(2), 73–83.
Saputri, N., & Wijaya, T. (2025). Digital natives at work: Burnout and coping strategies among Gen Z. Journal of Youth Studies, 18(3), 210–225.
Sarahutu, M. P., Solang, D. J., & Kumaat, T. D. (2024). Pengaruh worklife balance terhadap burnout pada wanita pekerja yang mengalami peran ganda di Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Jurnal Baku Beking Pande (B2P), 1(3), 23–25.
Octaviani, R., & Wibowo, A. (2023). Pengaruh Dukungan Organisasi dan Worklife Balance terhadap Burnout dengan Komitmen Afektif sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Psikologi Terapan, *18*(2), 134–150.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25.Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2021). Statistik Multivariat dan Ekonometrika: Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan IBM SPSS 26. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indina Dhesta Nugrahaeni, Shoma Febriyani, Palahiyah Palahiyah, Adissya Maya Andara, Novia Ardila Haidir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















