Inovasi dan Teknologi Digital Museum Wayang

Authors

  • Muhammad Farras Fadhilah Putra Universitas Sahid Jakarta
  • Muhammad Wahid Radisa Universitas Sahid Jakarta
  • Muhammad Khodhi Musa Universitas Sahid Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6339

Keywords:

Teknologi Digital, Museum Wayang, Pengalaman Pengunjung

Abstract

Penerapan teknologi digital di museum menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas penyampaian informasi dan pengalaman pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung terhadap penerapan teknologi digital di Museum Wayang, khususnya ditinjau dari aspek kemudahan penggunaan, manfaat dalam memahami koleksi, serta pengalaman pengunjung selama berinteraksi dengan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 50 pengunjung, wawancara singkat dengan beberapa pengunjung terpilih, serta observasi langsung di lokasi penelitian. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung memberikan penilaian positif terhadap penerapan teknologi digital, terutama dalam membantu memperoleh informasi tambahan, meningkatkan pemahaman terhadap cerita dan karakter wayang, serta menambah daya tarik koleksi. Meskipun demikian, pada beberapa aspek seperti kemudahan akses media video dan audio serta tingkat hiburan, responden masih menunjukkan sikap netral. Hasil wawancara dan observasi memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa teknologi digital dinilai menarik, edukatif, dan mampu menciptakan pengalaman kunjungan yang lebih interaktif, terutama bagi anak-anak. Namun, ditemukan pula kendala teknis berupa error dan keterlambatan respon pada layar interaktif akibat penggunaan secara bersamaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung Museum Wayang, meskipun masih diperlukan perbaikan pada aspek teknis dan pengelolaan media digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

I. G. A. K. Suryati, C. I. D. L. Dewi, dan I. M. Artana, “Pengaruh globalisasi terhadap peradaban dan budaya di indonesia,” Jurnal Sistem Hukum dan Keadilan Sosial, vol. 9, no. 3, Jul 2025, Diakses: 31 Januari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://journal.fexaria.com/j/index.php/jshks/article/view/472

A. F. Azzahran dan N. E. Wibowo, “Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga dalam Pelestarian Budaya Lokal di Era Digital,” EDU SOCIATA (JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI), vol. 7, no. 2, hlm. 792–801, Des 2024, doi: 10.33627/es.v7i2.3020.

Bernhard, “The Future of Social Media in 2025.” Diakses: 31 Januari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.usiq.org/the-future-of-social-media-in-2025/

J. H. Falk dan L. D. Dierking, Museum Experience Revisited. Left Coast Press, 2013.

F. Zahroh, A. Apriyani, dan Y. Afrilia, “Analisis Manfaat Media Audio Visual Animasi sebagai Bahan Pembelajaran Efektif untuk Anak Sekolah Dasar,” JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, vol. 3, no. 1, hlm. 633–644, 2025, doi: 10.61722/jipm.v3i`1.695.

I. Syafei, Media Pembelajaran. Penerbit Widina.

R. Parry, Museums in a Digital Age. Routledge, 2010.

J. Wang, “Transforming Interior Design Through Internet Thinking:,” International Journal of e-Collaboration, vol. 21, no. 1, Jan 2025, doi: 10.4018/IJeC.372056.

P. D. Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&d dan Penelitian Pendidikan),” Metode Penelitian Pendidikan, vol. 67, 2019.

A. N. P. Ikwanto dan F. Indriani, “The Impact of Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Digital Literacy on QRIS Adoption,” Research Horizon, vol. 4, no. 6, hlm. 281–290, Des 2024, doi: 10.54518/rh.4.6.2024.422.

N. E. Kang dan W. C. Yoon, “Age- and experience-related user behavior differences in the use of complicated electronic devices,” International Journal of Human-Computer Studies, vol. 66, no. 6, hlm. 425–437, Jun 2008, doi: 10.1016/j.ijhcs.2007.12.003.

R. Marcela dan S. Nasution, “Pengembangan Media Audio Visual Berbasis Video Untuk Meningkatkan Literasi Membaca Pada Siswa Di MIN 3 Labuhanbatu,” Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 8, no. 4, hlm. 176–188, Jun 2025, doi: 10.37329/cetta.v8i4.4382.

D. Bampa, D. Kotsifakos, dan C. Douligeris, “Harnessing Internet Technologies and Advanced Digital Tools for the Museum of Maritime Tradition of Perama,” European Journal of Engineering and Technology Research, hlm. 8–17, Des 2024, doi: 10.24018/ejeng.2024.1.CIE.3235.

J. Q. H. Yap, Z. Kamble, A. T. H. Kuah, dan D. Tolkach, “The impact of digitalisation and digitisation in museums on memory-making,” Current Issues in Tourism, vol. 27, no. 16, hlm. 2538–2560, Agu 2024, doi: 10.1080/13683500.2024.2317912.

E. R. Rusdi, “Dari Konvensional Ke Digital: Tranformasi Digital Museum Nasional Indonesia Untuk Membangun Pusat Edukasi Publik Yang Menarik Generasi Muda,” Konferensi Nasional Prasejarah Indonesia 2024, hlm. 229–246, 2024, doi: 10.55981/konpi.2024.153.

Downloads

Published

13-02-2026

How to Cite

[1]
M. F. F. Putra, M. W. Radisa, and M. K. Musa, “Inovasi dan Teknologi Digital Museum Wayang”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 2962–2968, Feb. 2026.