Analisis Pengelolaan Administrasi Keuangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) (Studi Kasus di Kabupaten Blitar)

Authors

  • Indari Umayah Universitas Islam Balitar Blitar
  • Aqnes Dwi Sakti Hamidah Universitas Islam Balitar Blitar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6303

Keywords:

Koperasi, Pengelolaan, KDKMP, RAT

Abstract

Sebagai pilar ekonomi rakyat Indonesia, koperasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era globalisasi dan perkembangan ekonomi yang pesat. KDKMP (Koperasi dalam Program Pembangunan Masyarakat) membantu masyarakat mengelola potensi ekonomi lokal secara demokratis. Dalam tata kelola koperasi, Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi untuk pengambilan keputusan dan peninjauan kinerja koperasi pada tahun fiskal berjalan. Penelitian deskriptif studi kasus ini berfokus pada satu lembaga dalam lingkup terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan KDKMP melalui RAT di Kabupaten Blitar merupakan cara utama untuk memastikan keterbukaan, akuntabilitas, dan keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan. RAT masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kehadiran anggota, yang biasanya hanya mencapai 30–40% dari anggota aktif, jauh di bawah kuorum minimal. Hal ini disebabkan oleh jadwal anggota yang padat, yang sebagian besar adalah petani atau buruh tani, dan kurangnya kesadaran akan manfaat RAT, seperti pembagian SHU (Keuntungan Sumber) dan dampak RAPB. Komite sering menggunakan sistem perwakilan atau menunda rapat, yang dapat menyebabkan sanksi administratif. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan keterlibatan anggota dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) KDKMP di Kabupaten Blitar, koperasi harus meningkatkan operasional internal, pendampingan eksternal, kompetensi manajemen, dan proses administrasinya. Masalah-masalah ini telah menunda pelaksanaan RAT dan menghambat pengambilan keputusan bersama. Manajemen KDKMP bergantung pada pembinaan, penyuluhan, pemantauan, dan pendampingan dari Kantor Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar untuk implementasi RAT dan evaluasi kesehatan koperasi. Pekerjaan ini mendorong tata kelola koperasi yang transparan dan bertanggung jawab serta kepatuhan terhadap peraturan koperasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arda, D. P. (2024). The importance of presenting cooperative financial reports to create good cooperative governance: Indonesia case. Jurnal Akuntansi dan Bisnis Indonesia (JABISI), 5(1). https://doi.org/10.55122/jabisi.v5i1.1258

Aprianti, E., Yudiana, Y., Rizqi, M. N., & Faizal, H. (2025). Analysis of implementation of financial accounting standards without public accountability concerning presentation of cooperative financial statements: Case study on employee cooperatives. Jurnal HARMONI: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1(1). https://doi.org/10.32832/jharmoni.v1i1.7213

Arifin, Zainul. (2002). Dasar dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Azis, A., Rifa’i, A., & Firmansyah, F. (2017). Meaning accountability of cooperative behind the annual meeting of members. Proceeding International Conference on Economics, Business and Information Technology (PR Mandala). https://doi.org/10.31967/prmandala.v1i0.146

Firdaus. (2018). Manajemen agribisnis. Jakarta: Bumi Aksara.

Gie, T. L. (2009). Administrasi perkantoran modern. Yogyakarta: Liberty.

Mulyani, B. (2020). Kriminalisasi kebijakan terhadap pejabat pemerintah dalam tindak pidana administrative corruption: Kajian terhadap Putusan No. 20/Pid.Sus TPK/2019/PN.Mtr. Juridica: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.46601/juridica.v1i1.170

Narbuko, C., & Achmadi, H. (2015). Metodologi penelitian: Memberikan bekal teoretis pada mahasiswa tentang metodologi penelitian serta diharapkan dapat melaksanakan penelitian dengan langkah langkah yang benar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rahwana, R., & Rahman, A. (2025). The effectiveness of cooperative financial management on the economic empowerment of rural communities in Bogor Regency. The Manager Review, 7(3), 271–284. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/a46/article/view/41779

Setianingrum, N., Kholipah, S., & Munawwarah, K. (2024). Strategi peningkatan efektivitas rapat anggota tahunan (RAT) dalam meningkatkan partisipasi dan kesehatan koperasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 2(2), 317–322. https://doi.org/10.54832/judimas.v2i2.299

Subandi. (2013). Psikologi sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

Sugiyono. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. 30). Bandung: Alfabeta.

Suryani, I., & Maksum, H. (2020). Positive contribution of creativity and independence to student learning outcomes in digital communication simulation. Journal of Education Research and Evaluation, 4(4), 414–421. https://doi.org/10.23887/jere.v4i4.29932

Sutrisno, E. (2020). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Kencana.

Zulkifli, Z., & Rachim, R. (2019). Tinjauan pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) pada koperasi di Kalimantan Timur tahun 2017. Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari’ah, 8(2), 12. https://doi.org/10.24903/je.v8i2.759

Downloads

Published

23-03-2026

How to Cite

[1]
I. Umayah and A. D. S. Hamidah, “Analisis Pengelolaan Administrasi Keuangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) (Studi Kasus di Kabupaten Blitar)”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 1951–1957, Mar. 2026.