Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Komponen Common rail AF di Line Produksi C1 Mengunakan Metode FMEA & AHP Studi Kasus PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6182Keywords:
Cacat, Pareto Diagram, Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), Analytical Hierarchy Process (AHP)Abstract
Pada industri otomotif, komponen common rail berperan vital dalam sistem bahan bakar diesel karena menyalurkan bahan bakar bertekanan tinggi ke ruang bakar. Tingginya produk cacat dapat menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Standar perusahaan menetapkan batas cacat maksimum 0,2% dari total produksi, namun pada line produksi C1 rata-rata tingkat cacat mencapai 0,47% sehingga pengendalian kualitas belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat dominan, menentukan prioritas penanggulangan, dan memberikan usulan perbaikan. Metode Failure mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dari cacat dominan, sedangkan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot kepentingan kriteria FMEA. Prioritas perbaikan ditentukan berdasarkan nilai RPN(AHP) Data yang digunakan berasal dari laporan produksi dan cacat selama 11 bulan (Januari–November 2025). Hasil menunjukkan cacat dominan meliputi drill Ø0,67 patah, karat, dan lubang Ø8 gores/kasar. Nilai RPN(AHP)) tertinggi pada cacat drill Ø0,67 patah adalah deteksi cacat hanya visual (8) dan pengecekan getaran mesin secara visual (7,87). Pada cacat karat, penyebab utama adalah proses airblow sebelum inspeksi (6,78) serta penggunaan sarung tangan kotor (6,35). Pada cacat lubang Ø8 gores/kasar, prioritas tertinggi adalah pemasangan benda kerja tidak rata dengan fixture (8,54) dan saluran coolant mampet (8,44). Usulan perbaikan meliputi inspeksi 100% in-process berbasis sensor patah drill, pemasangan pengunci kaki mesin, pencelupan anti karat, edukasi penggunaan sarung tangan, sensor gap switch, serta flowmeter coolant
Downloads
References
Adawiyah, R., & Donoriyanto, D. S. (2022). Analisis Kecacatan Produk Beras Kemasan 25 Kg Menggunakan Statistical Quality Control dan Failure mode and Effect Analysis. Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, 8(2), 109–118. https://doi.org/10.30656/intech.v8i2.4804
AHP, P. (2025). Metode Failure mode and Effect Analysis (FMEA). 1(1), 1–8.
AHP, P., Pt, D. I., Indah, N., & Utama, J. (2018). Peningkatan kualitas produk pan frame r, rr back dengan metode Failure mode and Effect Analysis (FMEA) dan analytical hierarchy process (AHP) di pt nusa indah jaya utama. 1–9.
Aryanda, N., & Helianty, I. R. Y. (2023). Usulan Prioritas Perbaikan Kualitas Produk Kaos Basic di CV . XYZ Berdasarkan Metode Failure mode and Effect Analysis dan Analytical Hierarcy Process. 1–13.
Aulawi, H., & Kurniawan, W. A. (n.d.). Analisis Risiko Kegagalan Proses Produksi Dodol Menggunakan Metode FTA , FMEA dan AHP. 102–112.
Brawijaya, U., Teknik, F., & Mesin, J. T. (2016). 1,2,3). 4(2), 185–197.
Dzakirah, S. A., & Muhammad, K. (2024). Analisis Pengendalian Kualitas Produk Plywood Metode Statistical Quality Control ( SQC ) dan Fault Mode and Effect Anaysis ( FMEA ) ( Studi Kasus : PT . Sumber Graha Sejahtera Purbalingga ). JUSTI ( Jurnal Sistem Dan Teknik Industri ), 4(4), 443–451.
Ilmiah, J., & Pendidikan, W. (2024). Kualitas Layanan Terpadu ( Total Quality Service ) Dalam Pendidikan Makmur Syukri 1 , Sopan Sofian 2 1,2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan. 10(September), 618–627.
ISSN : 2338-7750 Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta Jurnal REKAVASI ISSN : (2020). 8(2).
Manurung, B. R., & Ramadhan, F. (2022). PEMILIHAN LOKASI KEDAI KOPI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING ( SAW ). X(X), 1–9.
Matematika, F., Ilmu, D. A. N., Alam, P., & Utara, U. S. (2023). No Title.
Ningsih, R. (2015). Penerapan Analytical Hierarchy Process Untuk Pemilihan Supplier Bahan Baku Oli Pt. Tiga Sekawan Perkasa Di Cibitung.
Perusahaan, L. (2018). COMPETITIVE ADVANTAGE DAN UPAYA MENINGKATKAN. 4, 1–14.
Prasetiya, A. D., Yunitasari, E. W., & Ma, S. (2023). IDENTIFIKASI PRODUK CACAT MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA , FMEA DAN FUZZY AHP PADA UMKM EKO BUBUT.
Ramdani, R., & Fadilah, M. (2025). Analisis Pengendalian Kualitas PT DMI Untuk Mengurangi Tingkat Kerusakan Pada Produk Servo Motor dengan Menggunakan Metode Six Sigma. 3(2), 13–25.
Riana, O., Kholid, A., & Ghofari, A. (2023). ANALISIS RISIKO PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE FUZZY FAILURE MODES AND EFFECTS ANALYSIS ( FMEA ) DAN FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) ( Studi Kasus : UMKM Makaroni Keju Elfath ). 21–28.
Sahara, L., Lestari, S. P., Barlian, B., Jxc, A., No, J. P., Tawang, K., Tasikmalaya, K., & Barat, J. (2023). Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Metode Statistical Quality Control ( SQC ) Pada Perusahaan Roti Aldina Bakery Kota Tasikmalaya Universitas Perjuangan Tasikmalaya. 4.
Studi, P., Industri, T., Teknik, F., Widyatama, U., Analysis, E., Analysis, F. W., Mode, F., & Analysis, E. (n.d.). PERBAIKAN KUALITAS SEPATU DENGAN METODE FIVE WHYS ANALYSIS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ( FMEA ) DI PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE TBK.
Suherman, A., & Cahyana, B. J. (2019). Pengendalian Kualitas Dengan Metode Failure mode Effect And Analysis ( FMEA ) Dan Pendekatan Kaizen untuk Mengurangi Jumlah Kecacatan dan Penyebabnya. 1–9.
Teknologi, J., Waluny, A., & Suhendar, E. (2023). Analisis Risiko Kegagalan Proses Menggunakan Fuzzy AHP , FMEA , dan Kaizen Method Pada PT . Central Mega Kencana. 1, 9–24. https://doi.org/10.52330/jtm.v21i1.72
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anggit Eka Pratama, Arief Rahmana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















