Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Dewan Komisaris Independent Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Pada Perusahaan Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2022-2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6139Keywords:
Kinerja Lingkungan, Dewan Komisaris Independen, Pengungkapan Emisi Karbon, PROPERAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja lingkungan dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan emisi karbon pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Isu perubahan iklim menjadi tantangan global yang semakin mendesak akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK), terutama karbon dioksida (CO₂) yang bersumber dari aktivitas industri. Sektor industri di Indonesia memiliki kontribusi emisi yang besar sehingga mendorong urgensi transparansi perusahaan dalam mengungkapkan informasi emisi karbon sebagai bentuk akuntabilitas dan tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur subsektor industri dasar dan kimia yang listed di BEI periode 2022–2024. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 56 perusahaan dengan total 168 data observasi. Variabel dependen pengungkapan emisi karbon diukur menggunakan 18 item yang dikelompokkan dalam lima kategori, sedangkan variabel independen terdiri dari kinerja lingkungan yang diukur melalui peringkat PROPER dan proporsi dewan komisaris independen. Profitabilitas (ROA dan ROE) digunakan sebagai variabel kontrol. Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan kinerja lingkungan dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan emisi karbon masih bersifat sukarela sehingga belum menjadi prioritas perusahaan meskipun memiliki kinerja lingkungan yang baik atau struktur pengawasan yang memadai.
Downloads
References
Andriani, R. (2022). Corporate governance dan pengungkapan emisi karbon pada perusahaan manufaktur. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Berkelanjutan, 6(2), 101–115.
Chen, Y., & Lee, C. (2021). Board independence and carbon disclosure: Evidence from emerging markets. Sustainability, 13(4), 2145.
Choi et al. (2013). An analysis of Australian company carbon emission disclosures. Pacific Accounting Review, 25(1), 58–79.
Effendi, M. A. (2016). The power of good corporate governance: Teori dan implementasi. Jakarta: Salemba Empat.
Esterhuyse, L., & du Toit, E. (2023). Agency theory and environmental disclosure practices. Journal of Environmental Accounting, 11(1), 22–38.
Fajriati et al. (2023). Tata kelola perusahaan dan pengungkapan emisi karbon. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(1), 77–91.
Firmansyah et al. (2021). Profitabilitas dan pengungkapan keberlanjutan. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 25(2), 140–154.
Firmansyah et al. (2022). Carbon emission disclosure and firm value. International Journal of Energy Economics and Policy, 12(3), 215–223.
Firmansyah et al. (2023). Corporate governance and environmental transparency. Sustainability Accounting Journal, 8(1), 55–71.
Gebhardt et al. (2024). Corporate governance and sustainability reporting. European Accounting Review, 33(1), 1–29.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Global Reporting Initiative (GRI). (2016). GRI 305: Emissions. Amsterdam: GRI.
Gunawan, J., & Andhaniwati, R. (2024). Sustainability governance and carbon transparency. Asian Journal of Accounting Research, 9(1), 34–50.
Harahap, S. S. (2019). Corporate governance dan pengungkapan lingkungan. Jurnal Akuntansi Indonesia, 8(2), 99–112.
Hermawan, A. (2020). Pelaporan keberlanjutan berbasis GRI Standards. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 15(1), 45–60.
Hidayat, M. (2019). Metodologi penelitian bisnis. Jakarta: Kencana.
Indraswari, D. (2023). Prinsip good corporate governance terhadap pengungkapan emisi karbon. Jurnal Riset Akuntansi, 18(1), 1–15.
Jannah, R., & Muid, D. (2014). Pengaruh komisaris independen dan profitabilitas terhadap pengungkapan emisi karbon. Diponegoro Journal of Accounting, 3(2), 1–12.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.
Kılıç, M., & Kuzey, C. (2019). The effect of corporate governance on carbon emission disclosures. International Journal of Climate Change Strategies and Management, 11(1), 35–53.
Kurniawan et al. (2024). Environmental performance and sustainability disclosure. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan, 5(1), 12–28.
Maharani et al. (2024). Profitability and environmental disclosure. Journal of Accounting and Finance Research, 7(2), 89–104.
Melnyk et al. (2003). Assessing the impact of environmental management systems. Journal of Operations Management, 21(3), 329–351.
Mulyadi. (2023). Tata kelola perusahaan dan risiko lingkungan. Bandung: Alfabeta.
Nguyen et al.(2025). Agency theory and environmental disclosure. Journal of Corporate Sustainability, 14(1), 1–19.
Nurul Azizah et al. (2023). Komisaris independen dan pengungkapan keberlanjutan. Jurnal Akuntansi Modern, 11(2), 70–86.
Oyewo, B. (2023). Environmental accountability and agency problems. Journal of Cleaner Production, 382, 135220.
Pradini, H., & Kiswara, E. (2013). Kinerja lingkungan dan corporate governance terhadap pengungkapan emisi karbon. Diponegoro Journal of Accounting, 2(3), 1–15.
Prasetyaningrum, A. (2020). Pengukuran kinerja lingkungan perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(1), 44–59.
Prasetya, A. (2024). Tantangan pengungkapan keberlanjutan di Indonesia. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 6(1), 21–37.
Qian et al. (2018). Environmental management accounting and carbon disclosure. Journal of Cleaner Production, 188, 170–188.
Qian et al. (2022). Carbon management accounting. Journal of Cleaner Production, 330, 129831.
Qian et al. (2023). Environmental performance and carbon transparency. Sustainability, 15(4), 3120.
Rahmawati, & Murtanto. (2023). Pengungkapan emisi karbon pada perusahaan manufaktur. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 27(1), 1–16.
Ramadhan, M., & Harahap, S. (2022). Corporate governance dan pengungkapan emisi karbon. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 13(2), 230–245.
Sari, D., Putra, A., & Lestari, F. (2021). Governance and sustainability reporting. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 25(4), 498–512.
Setiawan, P. (2021). Karakteristik tata kelola dan pengungkapan karbon. Jurnal Akuntansi Indonesia, 10(2), 120–134.
Soemarso, & Kartini. (2017). Akuntansi keuangan lanjutan. Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suratno et al. (2006). Pengaruh environmental performance terhadap economic performance. Simposium Nasional Akuntansi IX.
Wijaya, D. (2019). Corporate governance dan risiko lingkungan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 16(2), 85–97.
Widjaya, A. (2020). Sustainability disclosure and agency theory. Jurnal Akuntansi Internasional, 4(1), 33–48.
Wibowo, A. (2020). Ukuran dewan komisaris dan efektivitas pengawasan. Jurnal Tata Kelola, 7(1), 11–25.
Zhang et al. (2023). Institutional investors and carbon disclosure. Journal of Sustainable Finance & Investment, 13(2), 389–407.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Daffa Andra Setiawan, Yuztitya Asmaranti, Ratna Septiyanti, Rialdi Azhar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















