Strategi Destination Branding dalam Membangun Wisata Kuliner (Studi Dekskriptif pada Street Food Dipatiukur Bandung)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6112Keywords:
Bandung, Destination Brand Experience, Street food, Wisata KulinerAbstract
Wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama dalam pengembangan pariwisata daerah, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif, lapangan kerja, dan identitas budaya lokal. Kota Bandung, khususnya kawasan Street Food Dipatiukur, dikenal sebagai destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi kalangan muda dan mahasiswa. Namun, kawasan ini belum memiliki strategi branding terstruktur sehingga citra destinasi terbentuk secara organik dari interaksi sosial, testimoni pengunjung, dan konten digital media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Destination Branding berbasis pengalaman dalam membangun citra wisata kuliner di kawasan Street Food Dipatiukur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan, meliputi pengelola, pedagang, dan food vlogger. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Destination Brand Experience yang mencakup dimensi sensorial, affective, behavioral, dan intellectual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra kawasan terbentuk melalui suasana malam yang khas, interaksi sosial yang hangat, serta loyalitas pengunjung yang tercermin dalam kunjungan ulang dan promosi digital secara sukarela. Peran food vlogger memperkuat citra melalui konten luas. Meski demikian, branding masih berkembang alami tanpa pengelolaan formal sehingga diperlukan strategi sistematis meliputi identitas visual, kolaborasi komunitas kreatif, dan dukungan pemerintah kota. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi akademis dan masukan praktis untuk pengembangan destinasi kuliner unggulan Kota Bandung.
Downloads
References
Ahmadi, L., Bali, P. N., Nyoman, I., & Wijaya, C. (n.d.). Tourism Destination Branding through Heritage Culinary: The Case Study of Denpasar The Capital City of Bali Indonesia. https://www.researchgate.net/publication/379954278
Barnes, S. J., Mattsson, J., & Sørensen, F. (2014). Destination brand experience and visitor behavior: Testing a scale in the tourism context. Annals of Tourism Research, 48, 121–139. https://doi.org/10.1016/j.annals.2014.06.002
Gupta, V., Khanna, K., & Gupta, R. K. (2018). A study on the street food dimensions and its effects on consumer attitude and behavioural intentions. Tourism Review, 73(3), 374–388. https://doi.org/10.1108/TR-03-2018-0033
IMPLEMENTASI UNITED NATIONS WORLD TOURISM. (n.d.).
Irani Tarigan Esli Silalahi Anitha Paulina Tinambunan, M. (2024). IMPACT OF DESTINATION BRAND EXPERIENCE TO INCREASE DESTINATION BRAND LOYALTY. https://doi.org/10.21776/ub.jam
Jo ˘ Sko Brakus, J., Schmitt, B. H., Zarantonello, L., & Simon, W. E. (2009). Brand Experience: What Is It? How Is It Measured? Does It Affect Loyalty? Journal of Marketing, 73, 1547–7185.
Made, N., Sanjiwani, G., Gandhi, N. M., Universitas, S., Dwipa, B., Nyoman, I., Arida, S., Gede, I., & Saputra, G. (2024). Strategi Positioning dan Branding Destinasi Pariwisata Manggarai Timur dalam Mendukung Citra New Tourism Territory. 2(1), 126–139. https://doi.org/10.59581/jmpp-widyakarya.v2i1.2641
Mora, D., Solano-Sánchez, M., López-Guzmán, T., & Moral-Cuadra, S. (2021). Gastronomic experiences as a key element in the development of a tourist destination. International Journal of Gastronomy and Food Science, 25, 100405. https://doi.org/10.1016/J.IJGFS.2021.100405
Sgroi, F., Modica, F., & Fusté-Forné, F. (2022). Street food in Palermo: Traditions and market perspectives. International Journal of Gastronomy and Food Science, 27. https://doi.org/10.1016/j.ijgfs.2022.100482
Shanty, K., Parwati, M., Sinaga, F., & Tamrin, M. (2024). CULINARY TOURISM DEVELOPMENT STRATEGY TO INCREASE TOURISM ATTRACTIVENESS: A LITERATURE REVIEW. International Journal of Society Reviews (INJOSER), 2(10).
Situmorang, M. S., & Suryana, M. (2023). The Characteristics Of Tourists Doing Culinary Tour: A Case Study Of Lengkong Street Food Bandung. Journal of Tourism Sustainability, 3(2), 89–93. https://doi.org/10.35313/jtospolban.v3i2.81
Snepenger, D., King, J., Marshall, E., & Uysal, M. (2006). Modeling Iso-Ahola’s motivation theory in the tourism context. Journal of Travel Research, 45(2), 140–149. https://doi.org/10.1177/0047287506291592
Su, D. N., Johnson, L. W., & O’Mahony, B. (2020). Will foodies travel for food? Incorporating food travel motivation and destination foodscape into the theory of planned behavior. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 25(9), 1012–1028. https://doi.org/10.1080/10941665.2020.1805475
Tyas Untari, D., & Satria, B. (n.d.). Reimagining Indonesia’s Culinary Tourism: The Power of Gastronomy and Branding. https://doi.org/10.38035/gijtm.v1i4
Widiastuti, E. J., & Indriastuti, Y. (n.d.). Strategi Komunikasi Pemasaran Digital @right.store Melalui Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran.
Wijaya, S. (2019). Indonesian food culture mapping: A starter contribution to promote Indonesian culinary tourism. In Journal of Ethnic Foods (Vol. 6, Issue 1). BioMed Central Ltd. https://doi.org/10.1186/s42779-019-0009-3
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hasya Nindi Fadillah, Elis Yulianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















