Perubahan Sosial Budaya: Curhat Publik Sebagai Bentuk Ekspresi Emosional Dalam Masyarakat Digital

Authors

  • Rafiqah Amalia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Silvia Tabah Hati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.6031

Keywords:

Curhat Publik, Self-Disclosure, Masyarakat Digital, Media Sosial, Perubahan Sosial Budaya

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan ekspresi emosional masyarakat digital. Salah satu bentuk perubahan tersebut terlihat melalui fenomena curhat publik, yaitu praktik self-disclosure yang semakin sering dilakukan di ruang publik digital. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan keinginan individu untuk mengekspresikan pengalaman emosional, tetapi juga merupakan bagian dari strategi sosial untuk memperoleh dukungan, validasi, dan membangun identitas di dalam komunitas digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis curhat publik sebagai wujud perubahan sosial budaya, khususnya yang berkaitan dengan pergeseran batas antara ruang privat dan ruang publik, serta implikasinya terhadap norma dan nilai komunikasi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menelaah publikasi ilmiah nasional dan internasional terbitan sepuluh tahun terakhir. Analisis difokuskan pada pola, kecenderungan, dan dampak sosial dari praktik pengungkapan diri di media sosial, dengan mengaitkannya pada teori Social Penetration, self-presentation, dan computer-mediated communication. Hasil kajian menunjukkan bahwa curhat publik telah menjadi praktik sosial yang memperluas keterlibatan emosional individu ke ranah publik, memunculkan pergeseran budaya komunikasi yang lebih terbuka, serta membentuk norma baru dalam interaksi digital. Praktik ini juga menandai hubungan antara kebutuhan emosional individu dan dinamika sosial dalam komunitas daring, di mana privasi, keterbukaan, dan identitas menjadi yang terus disesuaikan dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, curhat publik dapat dipahami sebagai fenomena sosial budaya yang kompleks, yang merefleksikan transformasi komunikasi masyarakat digital kontemporer dan implikasinya terhadap pola interaksi sosial, norma, dan nilai budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cela, Erlis. (2015). Social Media as a New Form of Public Sphere. European Journal of Social Sciences Education and Research. 4. 195. https://doi.org/10.26417/ejser.v4i1.p195-200

Akbar, S. K., & Abdullah, E. S. P. S. (2021). Hubungan antara kesepian (loneliness) dengan self-disclosure pada mahasiswa pengguna media sosial (Instagram). Jurnal TAMBORA, 5(3), 1313. https://doi.org/10.36761/jt.v5i3.1313

Hidalgo, CR, Tan, ESH, & Verlegh, PW (2015). Berbagi emosi secara sosial (SSE) di jejaring sosial daring: Studi kasus di Live Journal. Komputer dalam Perilaku Manusia , 52 , 364-372 https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.05.009

Ebidor, L.-L., & Ikhide, I. (2024). Literature Review in Scientific Research: An Overview. East African Journal of Education Studies, 7(2), 211-218. https://doi.org/10.37284/eajes.7.2.1909

Rusandi, & Rusli, Muhammad. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. 2. 48-60. https://doi.org/10.55623/au.v2i1.18

Rusly, N. F., & Wijayanti, Q. N. (2023). Perilaku self-disclosure pada kalangan remaja melalui media sosial Twitter. Jurnal Media Akademik, 1(1). https://doi.org/10.62281/JMA/v1i1.30

Ye, S., et al. (2023). Relationship between emotional expression on social media and subjective well-being. BMC Public Health, 23, 594. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15485-2

Sari, W. P., & Irena, L. (2023). Model self-disclosure generasi Z pengguna berat media sosial. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 145–163. https://doi.org/10.14710/interaksi.12.1.145-163

Low, A., et al. (2025). Self-disclosure in online social networks: The needs–affordances–features perspective. Information & Management, 62(2), 104102. https://doi.org/10.1016/j.im.2025.104102

Widiningsih, Y., Cucuani, H., & Fitriyani, E. (2024). Self-disclosure di media sosial: Peran kontrol diri dan nilai budaya. Jurnal RAP, 15(2). https://doi.org/10.24036/rapun.v15i2.127498

Sosiawan, E. A., & Wibowo, R. (2024). Model dan pola Computer-Mediated Communication pengguna remaja Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(2), 2698. https://doi.org/10.31315/jik.v16i2.2698

Putri, W. S. (2023). Self-disclosure interaction in online networks in Social Penetration Theory. Jurnal Common, 7(1), 13–21. https://doi.org/10.34010/common.v7i1.8144

Choi, S. (2021). Kriteria dan aturan untuk manajemen privasi sebelum pengungkapan diri di situs jejaring sosial (SNS). Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Cyberspace , 15 (2), Artikel 2. https://doi.org/10.5817/CP2021-2-2

Koltai, J., Lőrincz, L., Wachs, J. et al. Do diversity and context collapse kill an online social network?. Appl Netw Sci 10, 26 (2025). https://doi.org/10.1007/s41109-025-00719-6

Trifiro, B. M., & Goyanes, M. (2025). Revealing the True Self Online: How Lurking Behavior Interacts With Exposure to Positivity Bias and Affects Self-Disclosure on Social Media. International Journal of Communication, 19, 21.

Meng, X. (2024). Mengkonseptualisasikan dan mengukur turbulensi batas privasi dalam konteks teknologi: Membangun skala pengukuran. Pemrosesan & Manajemen Informasi , 61 (3), 103658. https://doi.org/10.1016/j.ipm.2024.103658

Faridah, Y. et al. (2025). Etika keterbukaan dan perlindungan privasi di media sosial. Jurnal An-nasyr. https://doi.org/10.54621/jn.v9i1.252

Zhang, M., & Zhu, H. (2025). “Their privacy matters too!” A self-other calculus perspective on disclosure of others’ information on social media: The influence of relationship closeness and affect. Computers in Human Behavior, 168, 108665. https://doi.org/10.1016/j.chb.2025.108665

Chen, J. C. J., Yan, Y. Y. Y., & Leach, J. L. J. (2022). Are emotion-expressing messages more shared on social media? A meta-analytic review. Review of Communication Research, 10. 10.12840/ISSN.2255-4165.034

Rahmad, W. O. D. C., et al. (2024). Self-Disclosure Mahasiswa di Instagram. J-IKA: Jurnal Ilmu Komunikasi. https://doi.org/10.31294/jika.v12i1.11582

Hildhasari, G. C., & Dharma, F. A. (2025). Self-Disclosure pada Individu Introvert di Media Sosial dalam Perspektif Dramaturgi Erving Goffman. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 16(1). https://doi.org/10.21070/ups.6325

Kim D, Park C, Kim E, Han J, Song H. (2022) Social Sharing of Emotion During the COVID-19 Pandemic. Cyberpsychol Behav Soc Netw. 2022 (6):369-376. https://doi.org/10.1089/cyber.2021.0270

Nuvitasari, W., & Hidayati, N. (2024). Media Sosial Instagram sebagai Wadah Self-Disclosure. Empatheia: Jurnal Psikologi.

Downloads

Published

28-01-2026

How to Cite

[1]
R. Amalia and S. T. Hati, “Perubahan Sosial Budaya: Curhat Publik Sebagai Bentuk Ekspresi Emosional Dalam Masyarakat Digital”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 14518–14524, Jan. 2026.