Penjadwalan Network Planning Berdasarkan Produktivitas Tenaga Kerja pada Pelaksanaan Konstruksi Kereta Layang

Authors

  • Reissa Kayana reissakayana2003@students.unnes.ac.id
  • Muhammad Faizal Ardhiansyah Arifin Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5964

Keywords:

Lintasan Kritis, Kapasitas Produksi, Primavera P6, Network Planning

Abstract

Indikator utama keberhasilan proyek konstruksi merupakan kemampuan suatu proyek dalam menyelesaikan pekerjaan lebih singkat dibandingkan dengan durasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Kinerja pada proyek dapat dipengaruhi oleh lamanya durasi pekerjaan pada proyek tersebut. Salah satu metode untuk mengatasi keterlambatan dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas melalui penambahan jumlah tenaga kerja per hari pada kegiatan kritis. Secara teoretis, peningkatan produktivitas pekerjaan berkorelasi dengan peningkatan biaya. Namun, penelitian ini hanya membahas durasi pelaksanaan dan tenaga kerja menggunakan aplikasi primavera P6. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi pelaksanaan proyek konstruksi kereta api P1B-P95B pada kondisi normal adalah 1115 hari dengan aktivitas pengeboran boredpile yang menjadi aktivitas dominan pada lintasan kritis. Metode percepatan waktu pada penelitian ini menggunakan teknik Fast Tracking dengan mengubah logika hubungan ketergantungan antar-aktvitas pengeboran antar tiang yang semula serial Finish – to – Start (FS) menjadi tumpang tindih Start – to – Start (SS + lag 1 hari). Setelah menerapkan metode fast tracking, diperoleh durasi yang sebelumnya 1115 hari mampu mereduksi durasi proyek sebesar 310 hari menjadi total 805 hari tanpa mengubah parameter kapasitas produksi tenaga kerja dan jalur intasan kritis yang terbentuk. Hal tersebut karena durasi pekrjaan untuk semua item pekerjaan bersifat tipikal dengan asumsi produktivitas yang seragam dimana boredpile  yang merupakan pekerjaan dengan durasi terlama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Muhammad Fakhrur Rodzi, “Pembangunan Infrastruktur Dan Pemerataan Ekonomi Di Indonesia,” J. Masy. Dan Desa, vol. 3, no. 2, pp. 151–163, Dec. 2023, doi: 10.47431/jmd.v3i2.353.

“Indikator Konstruksi.” Badan Pusat Statistik BPS-Statistics Indonesia, 2024. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/publication/2024/07/01/017b6a8c4a26478170fb5a75/construction-indicator--1st-quarter-2024.html

“Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.” RPJMN, Jakarta, 2020. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/Details/131386/perpres-no-18-tahun-2020

I. Petrova, “Railway project management: Contemporary issues and solutions,” in Proceeding of scientific-expert Conference on Railway Railcon ’24 - zbornik radova, University of Niš - Faculty of Mechanical Engineering, Niš, 2024, pp. 145–147. doi: 10.5937/Railcon24147P.

M. Priyanta and C. S. A. Zulkarnain, “Sustainable Infrastructure Legal Policy in Indonesia: A National Strategic Project Approach for National Development,” Sriwij. Law Rev., pp. 1–18, Jan. 2023, doi: 10.28946/slrev.Vol7.Iss1.1108.pp1-18.

Sobirjonov E. S, “THE ROLE OF INTERNATIONAL TRANSPORTATION CORRIDORS IN THE CENTRAL ASIAN COUNTRIES’ ECONOMIC GLOBALIZATION PROCESS,” May 2024, doi: 10.5281/ZENODO.11364538.

B. Y. Pratama, “Analisis Dampak Kereta Commuter Terhadap Mobilitas Masyarakat di Perkotaan,” 2023.

L. Ren, “Discussion on Underground Engineering Construction Technologies of Urban Rail Transit,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 638, no. 1, p. 012005, Feb. 2021, doi: 10.1088/1755-1315/638/1/012005.

I. P. Salim, M. R. A. Simanjuntak, and H. Sulistio, “ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN KERETA CEPAT DI INDONESIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP MANAJEMEN PROYEK,” 2023.

M. R. Alamsyah, R. Z. Anhari, S. N. Aziz, and A. D. Fatikasari, “Penerapan Manajemen Konstruksi dalam Mengatasi Keterlambatan pada Proyek Konstruksi,” KERN J. Ilm. Tek. Sipil, vol. 10, no. 1, pp. 1–9, Sep. 2025, doi: 10.33005/kern.v10i1.3.

S. K. Syaeful Karim, W. I. Wisnu Isvara, and M. I. Mohammad Ichsan, “Factors Affecting Delayed Implementation of Railway Station Projects: Case Studies in Indonesia,” Glob. Bus. FINANCE Rev., vol. 29, no. 11, pp. 46–60, Dec. 2024, doi: 10.17549/gbfr.2024.29.11.46.

E. H. Sa’diah, M. Aini, D. Mardiah, Hanifan, and A. Apriliani, “Kualitas Pelayanan Transportasi Publik,” Karimah Tauhid, vol. 3, no. 2, pp. 2012–2021, Feb. 2024, doi: 10.30997/karimahtauhid.v3i2.12027.

H. Dwiatmoko, “Peran Infrastruktur Perkeretaapian bagi Pertumbuhan Ekonomi Wilayah,” J. Manaj. Aset Infrastruktur Fasilitas, vol. 3, no. 2, Sep. 2019, doi: 10.12962/j26151847.v3i2.5883.

A. D. Prakoso, E. H. Manurung, and A. Mubarok, “ANALISIS NETWORK PLANNING PADA PROYEK APARTEMEN SAVYAVASA DI JAKARTA SELATAN DENGAN METODE PROGRAM EVALUATION REVIEW AND TECHNIQUE (PERT),” SENTRI J. Ris. Ilm., vol. 2, no. 10, pp. 4156–4168, Oct. 2023, doi: 10.55681/sentri.v2i10.1655.

D. Dayalan, “Project Management in Construction Using Primavera P6,” Int. J. Multidiscip. Res., vol. 7, no. 2, p. 43532, Apr. 2025, doi: 10.36948/ijfmr.2025.v07i02.43532.

Downloads

Published

26-01-2026

How to Cite

[1]
R. Kayana and M. F. A. Arifin, “Penjadwalan Network Planning Berdasarkan Produktivitas Tenaga Kerja pada Pelaksanaan Konstruksi Kereta Layang”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 14000–14007, Jan. 2026.