Efek Kebisingan Terhadap Art Therapy Pada Siswa SMA (Pendekatan Quasi-Eksperimentan Non-Equivalent)

Authors

  • Alya Aulia Nur Muhamad Universitas Yayasan Imam Bonjol Majalengka
  • Sumayyah Muhammad Universitas Yayasan Imam Bonjol Majalengka
  • Tiara Rosie Chandra hidayat Universitas Yayasan Imam Bonjol Majalengka
  • Metasya Nurlatifah Universitas Yayasan Imam Bonjol Majalengka
  • Lena Lena Universitas Yayasan Imam Bonjol Majalengka

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5653

Keywords:

Kebisingan, Art Therapy, Regulasi Emosi, Quasi-Eksperimental

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebisingan terhadap pelaksanaan terapi seni di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental yang melibatkan kelompok kontrol non-setara. Sebanyak sepuluh siswa SMA menjadi subjek penelitian ini dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol menjalani kegiatan terapi seni dalam suasana yang tenang, sementara kelompok eksperimen melaksanakan terapi seni dengan adanya kebisingan yang berfungsi sebagai stimulus lingkungan. Pengukuran regulasi emosi siswa dilakukan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan teori Thompson, yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Ketidakmampuan dalam meregulasi emosi dapat berdampak pada berbagai permasalahan psikologis, seperti stres, kecemasan, perilaku impulsif, serta kesulitan penyesuaian diri di lingkungan sekolah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t sampel berpasangan melalui perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Namun, pengamatan selama pelaksanaan terapi seni mengindikasikan adanya perubahan perilaku dan respons emosional pada kelompok eksperimen, seperti penurunan konsentrasi, peningkatan kecemasan, serta ketidaknyamanan emosional akibat adanya kebisingan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meski kebisingan tidak menunjukkan pengaruh signifikan dari segi kuantitatif terhadap terapi seni di kalangan siswa SMA, namun tetap memiliki dampak kualitatif dalam proses regulasi emosi selama kegiatan berlangsung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anantasia, G., & Rindrayani, S. R. (2025). Metodologi penelitian quasi eksperimen. ADIBA: Journal of Education, 5(2), 183–192.

Armstrong, V. (2018). Emotion regulation strategies and effects in art-making: A narrative synthesis. The Arts in Psychotherapy, 59, 65–74. https://doi.org/10.1016/j.aip.2017.12.006

Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (1963). Experimental and quasi-experimental designs for research. Houghton Mifflin Company.

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Giovani, S., Satiadarma, M. P., & Subroto, U. (2021). Efektivitas art therapy metode Ganim dalam menurunkan tingkat disregulasi emosi pada siswa SMA yang menjadi korban bullying. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 5(1), 47–54. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/view/9854

Grawemeyer, B., & Johnson, H. (2019). The impact of noise on learning in educational environments. Educational Psychology Review, 31(4), 749–773.

Hinz, L. (2020). Expressive therapies continuum: A framework for using art in therapy. Routledge.

Kagan, H. (2018). The impact of environmental stressors on adolescent emotional development. Journal of Adolescent Health, 62(5), 523–529.

King, L. A., & Heller, E. L. (2021). Environmental factors in art therapy: The role of physical space and sensory input. Art Therapy: Journal of the American Art Therapy Association, 38(2), 56–65.

Lusebrink, V. B. (2019). Art therapy and the brain: A scientific understanding of art therapy. In C. A. Malchiodi (Ed.), Art therapy and health care (pp. 23–38). Guilford Press.

Malchiodi, C. A. (2020). Art therapy sourcebook (2nd ed.). McGraw-Hill Education.

Pendergrass, S., & Koss, K. (2019). Art therapy with adolescents: A systematic review of outcomes. The Arts in Psychotherapy, 62, 30–41.

Rosenthal, L., & Alter, A. (2019). The effect of ambient noise on creative cognition: A meta-analysis. Creativity Research Journal, 31(3), 289–298.

Silverman, J. (2019). Noise and its effects on children's learning and health. Journal of School Health, 89(9), 718–725.

Stankiewicz, M. A. (2020). The impact of environmental noise on cognitive performance and emotional regulation in adolescents. Journal of Environmental Psychology, 72, 101529.

Sugiarto, H., & Lestari, P. (2020). Regulasi emosi remaja: Faktor-faktor yang memengaruhi dan implikasinya dalam konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 14(3), 201–215.

Suharsono, A., & Wibowo, S. (2022). Pengaruh lingkungan belajar terhadap regulasi emosi siswa SMA. Jurnal Psikologi Pendidikan, 18(1), 45–58.

Thompson, R. A. (1991). Emotional regulation and emotional development. Educational Psychology Review, 3(4), 269–307.

Utami, R., & Wijaya, A. (2021). Efektivitas terapi seni untuk meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi Klinis, 15(2), 112–125.

Yurika, R. E., Khofifah, R., Mudrikah, A. E., Rahmawati, R., Hamdani, H., Casmini, C., & Irysyadunnas, I. (2025). Implementasi Islamic art therapy untuk meningkatkan regulasi emosi anak di Yogyakarta. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 192–202. https://abdi.ppj.unp.ac.id/index.php/abdi/article/view/1090

Downloads

Published

19-01-2026

How to Cite

[1]
A. A. N. Muhamad, S. Muhammad, T. R. C. hidayat, M. Nurlatifah, and L. Lena, “Efek Kebisingan Terhadap Art Therapy Pada Siswa SMA (Pendekatan Quasi-Eksperimentan Non-Equivalent)”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 12286–12293, Jan. 2026.