Penerapan Strategi SMART Goals Dalam Manajemen Risiko Destinasi Wisata Berbasis Lingkungan: Studi Kasus Tukad Bindu Kota Denpasar

Authors

  • Ni Luh Putu Yayang Rahmanita Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5645

Keywords:

Kata SMART Goals, Manajemen Risiko, Ekowisata, Destinasi Berbasis Komunitas, Tukad Bindu

Abstract

Pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan menuntut penerapan manajemen risiko yang sistematis, adaptif, dan terukur guna menjaga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi lokal. Tukad Bindu sebagai destinasi ekowisata perkotaan berbasis komunitas di Kota Denpasar menghadapi berbagai risiko pascarevitalisasi kawasan, meliputi risiko lingkungan, sosial, operasional, keselamatan pengunjung, serta risiko pemasaran dan keberlanjutan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi SMART Goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound) dalam kerangka manajemen risiko destinasi wisata Tukad Bindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan masyarakat lokal, serta penyebaran kuesioner kepada pengunjung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengintegrasikan konsep manajemen risiko dan SMART Goals. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMART Goals berperan penting dalam mengarahkan strategi mitigasi risiko agar lebih fokus, terukur, dan realistis, terutama dalam pengelolaan lingkungan sungai, peningkatan kapasitas dan partisipasi komunitas, serta optimalisasi pemasaran digital destinasi. Penetapan tujuan yang jelas, indikator kinerja yang terukur, kesesuaian dengan kapasitas sumber daya, relevansi terhadap visi ekowisata berbasis komunitas, serta batas waktu evaluasi yang terstruktur terbukti meningkatkan ketahanan destinasi terhadap tantangan internal dan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi SMART Goals dalam manajemen risiko dapat menjadi pendekatan strategis untuk memperkuat keberlanjutan destinasi wisata perkotaan berbasis lingkungan dan komunitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

UNWTO. (2018). Tourism and sustainability: A guide to measuring progress. World Tourism Organization.

Becken, S., & Hughey, K. F. D. (2013). Linking tourism into emergency management structures to enhance disaster risk reduction. Tourism Management, 36, 77–85. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.11.006

Sari, N. P. A. M., & Mahagangga, I. G. A. O. (2019). Pengembangan pariwisata berbasis komunitas pada kawasan sungai perkotaan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(2), 250–258.

Rahmawati, N. L., & Suryawan, I. B. (2020). Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2), 85–97.

Usop, T. B. (2025). Kota, sungai, dan keberlanjutan: Perspektif arsitektur dan budaya. Deepublish.

Pratiwi, L. P. K., Yudiarini, N., Wiadnyana, I. W., & Mulyani, S. (2020). The role of ecotourism in supporting empowerment of urban farmers in Denpasar City. International Journal of Sustainability, Education, and Global Creative Economic (IJSEGCE), 3(2), 430–438.

Teguh, F. (2024). Tata kelola destinasi: Membangun ekosistem pariwisata. UGM Press.

Priatmoko, S., Kabil, M., Purwoko, Y., & David, L. D. (2021). Rethinking sustainable community-based tourism development: A case study of rural tourism in Indonesia. Sustainability, 13(16), 1–17. https://doi.org/10.3390/su13168932

Abubakar, H., Idris, M., Arfian, A., & Regitha, A. P. (2025). Peran e-tourism dan media sosial: Analisis dampak terhadap peningkatan citra dan daya saing destinasi wisata di Makassar. Jurnal Lentera Bisnis, 14(3), 4515–4525.

Siregar, A. A. (2025). Wisata viral: Pengaruh influencer dan media sosial dalam industri pariwisata. Aisyah Astinadia Siregar.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 risk management—Guidelines. ISO.

Doran, G. T. (1981). There’s a S.M.A.R.T. way to write management’s goals and objectives. Management Review, 70(11), 35–36.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Downloads

Published

19-01-2026

How to Cite

[1]
N. L. P. Y. Rahmanita, “Penerapan Strategi SMART Goals Dalam Manajemen Risiko Destinasi Wisata Berbasis Lingkungan: Studi Kasus Tukad Bindu Kota Denpasar”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 12215–12221, Jan. 2026.