Konvergensi Mental Accounting dan self-control Terhadap perilaku debt-paradox Mahasiswa Akuntansi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5496Keywords:
Mental Accounting, Self-Control, Debt-Paradox, Paylater, Mahasiswa Akuntansi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi antara mental accounting dan self-control terhadap fenomena debt-paradox pada mahasiswa S1 Akuntansi STIE LPI Makassar, dengan fokus khusus pada penggunaan fitur paylater sebagai substitusi pendapatan. Fenomena debt-paradox menjadi isu krusial di era ekonomi digital ketika individu menggunakan instrumen utang instan untuk menciptakan likuiditas semu guna menutupi keterbatasan dana jangka pendek, namun secara simultan justru mendegradasi stabilitas finansial jangka panjang. Urgensi penelitian ini berpijak pada adanya knowledge-behavior gap; sebuah kesenjangan antara penguasaan literasi keuangan teoretis yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi dengan realitas praktik pengelolaan keuangan pribadi yang cenderung impulsif dan irasional. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif melalui teknik purposive sampling terhadap 50 responden yang aktif menggunakan layanan fintech. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan perangkat lunak SPSS untuk menguji interaksi antarvariabel. Hasil penelitian mengungkapkan temuan fundamental: mental accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku debt-paradox, yang mengindikasikan bahwa kesalahan klasifikasi kognitif—di mana mahasiswa menganggap limit utang sebagai "pendapatan tambahan"—menjadi pemicu utama distorsi keuangan. Sebaliknya, self-control berpengaruh negatif dan signifikan, menegaskan bahwa rendahnya regulasi diri bertindak sebagai akselerator bagi perilaku konsumtif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada bidang behavioral finance dengan mengonfirmasi bahwa latar belakang pendidikan akuntansi tidak serta-merta menjadi perisai terhadap bias kognitif. Justifikasi psikologis dalam pengalokasian dana yang tidak tepat, ditambah dengan lemahnya pengendalian diri, menciptakan "badai sempurna" bagi keterjebakan dalam siklus utang digital.
Downloads
References
Ghozali, I. (2021). Desain Penelitian Kuantitatif & Kualitatif untuk Akuntansi, Bisnis, dan Ilmu Sosial Lainnya. Semarang: Yoga Pratama.
Kasmir. (2023). Dasar-Dasar Perbankan dan Layanan Keuangan Digital. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Libertina, D., & Wijaya, A. (2024). Perilaku Keuangan Milenial di Era Digital: Teori dan Praktik. Jakarta: Erlangga.
Sujarweni, V. W. (2022). Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi: Pendekatan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Thaler, R. H. (2021). Quasi Rational Economics (Updated Edition). Russell Sage Foundation. (Penting sebagai rujukan utama teori Mental Accounting versi terbaru).
Adityia, R., & Zahra, S. (2022). Dampak Mental Accounting dan Kontrol Diri terhadap Penggunaan Paylater pada Mahasiswa Ekonomi. Jurnal Keuangan dan Perbankan Digital, 5(2), 88-102.
Heryana, A. (2023). Analisis Debt Paradox: Mengapa Mahasiswa Terjebak dalam Pinjaman Digital. Indonesian Journal of Behavioral Accounting, 3(1), 15-29.
Ningsih, S., & Pratama, M. (2024). Fintech Paylater and Income Substitution: A Study on Student Financial Resilience
International Journal of Finance & Banking Studies, 13(1), 44-56.=
Hassan, Al-Tamimi, & Al-Mazrouei (2023). "Individual Investors’ Behavior: The Impact of Self-Control and Mental Accounting on Financial Debt Decisions." International Journal of Economics and Financial Issues.
Kaur, P., & Singh, S. (2021). "The Role of Mental Accounting and Self-Control in Consumer Debt Management: A Behavioral Perspective." Journal of Financial Counseling and Planning.
Liao, S., et al. (2022). "Psychological Mechanisms of the Debt-Paradox: The Interplay Between Mental Accounting 12and Future Self-Continuity." Journal of Economic Psychology.
Pradikasari, E., & Isbanah, Y. (2021). "Pengaruh Financial Literacy, Illusion of Control, Overconfidence, dan Mental
Accounting Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi." Jurnal Ilmu Manajemen.
Sari, N. M. V., & Putu, N. (2022). "Peran Self-Control sebagai Mediasi Hubungan Mental Accounting terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Individu." E-Jurnal Akuntansi.
Wulandari, S., & Rahmawati, A. (2024). "Analisis Debt-Paradox pada Generasi Z: Tinjauan dari Perspektif Self-Control dan Mental Accounting." Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan.
Ardika, R. (2023). "Mental Accounting, Self Control, Self Efficacy dan Evaluasi Emotional Value: Bingkai Makna Kebahagiaan Tersembunyi Pasca Pembelian." Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurul Yusmia Yusuf, Wenny Nadya Asri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















