Peran Protektif Work–Life Balance terhadap Burnout pada Karyawan Generasi Z: Suatu Tinjauan Sistematis

Authors

  • Muhammad Imanul Haq Universitas Mercubuana Yogyakarta
  • Ni Luh Hita Ekayanti Pujarisma Universitas Mercubuana Yogyakarta
  • Rendi Kurnia Pratama Universitas Mercubuana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5444

Keywords:

Work–Life Balance, Burnout, Generasi Z, Kesehatan Mental Kerja, Tinjauan Sistematis

Abstract

Meningkatnya keterlibatan Generasi Z dalam dunia kerja memunculkan tantangan baru terkait kesehatan mental, terutama meningkatnya risiko burnout akibat tuntutan kerja yang tinggi serta batasan kerja–kehidupan yang semakin kabur. Burnout merupakan kondisi kelelahan kerja kronis yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian personal, yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan individu sekaligus kinerja organisasi. Salah satu faktor yang banyak diteliti sebagai penyangga psikologis terhadap burnout adalah work–life balance, yaitu kemampuan individu dalam mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran protektif work–life balance terhadap burnout pada karyawan Generasi Z melalui pendekatan tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, DOAJ, dan ResearchGate terhadap artikel empiris yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik guna mengidentifikasi pola hubungan antara work–life balance dan burnout. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa work–life balance secara konsisten berkorelasi negatif dengan burnout, yang mengindikasikan perannya sebagai faktor protektif terhadap kelelahan emosional pada karyawan Generasi Z. Namun, kekuatan hubungan tersebut dipengaruhi oleh faktor kontekstual, seperti beban kerja, ambiguitas peran, fleksibilitas kerja, dan dukungan organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan kerja–kehidupan sebagai strategi preventif untuk menekan burnout pada Generasi Z.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2017). Job demands–resources theory: Taking stock and looking forward. Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273–285. https://doi.org/10.1037/ocp0000056

Carod-Artal, F. J., & Vázquez-Cabrera, C. (2012). Burnout syndrome in an international setting. Burnout Research, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.1016/j.burn.2014.04.001

Febriana, R. (2023). Work–life balance dan implikasinya terhadap kesejahteraan karyawan muda. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 12(2), 85–97.

Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work–family balance: A review and extension of the literature. Journal of Management, 37(1), 10–40. https://doi.org/10.1177/0149206310382453

Haar, J. M., Sune, A., Russo, M., & Ollier-Malaterre, A. (2018). A cross-national study on the antecedents of work–life balance. Human Resource Management Journal, 28(3), 400–416. https://doi.org/10.1111/1748-8583.12194

Hanifah, N. (2023). Burnout pada karyawan generasi Z di era kerja digital. Jurnal Psikologi Sosial dan Industri, 5(1), 45–58.

Karina, A., Putri, R. A., & Mahendra, D. (2025). Relationship between work–life balance, role ambiguity, and burnout in Generation Z. Journal of Human Resource Studies, 9(2), 647–659.

Kossek, E. E., Valcour, M., & Lirio, P. (2014). The sustainable workforce: Organizational strategies for promoting work–life balance and wellbeing. Human Resource Management Review, 24(2), 149–164. https://doi.org/10.1016/j.hrmr.2013.12.002

Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behavior, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205

Priporas, C. V., Stylos, N., & Fotiadis, A. K. (2017). Generation Z consumers’ expectations of interactions in smart retailing. Journal of Retailing and Consumer Services, 38, 215–224. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2017.01.009

Rohmawati, L., & Julindrastuti, R. (2025). Pengaruh work–life balance dan work overload terhadap tingkat burnout karyawan Generasi Z di Surabaya. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 11(1), 1–15.

Sakitri, G. (2021). Work–life balance dan kepuasan kerja pada generasi Z. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(2), 143–154.

Schaufeli, W. B., & Taris, T. W. (2014). A critical review of the job demands–resources model. Work & Stress, 28(1), 43–68. https://doi.org/10.1080/02678373.2013.862688

Sirgy, M. J., & Lee, D. J. (2018). Work–life balance: An integrative review. Applied Research in Quality of Life, 13(1), 229–254. https://doi.org/10.1007/s11482-017-9509-8

Stillman, D., & Stillman, J. (2018). Gen Z @ work: How the next generation is transforming the workplace. HarperCollins.

Ten Brummelhuis, L. L., & Bakker, A. B. (2012). A resource perspective on the work–home interface. American Psychologist, 67(7), 545–556. https://doi.org/10.1037/a0027974

Wang, Y., Liu, J., & Wang, L. (2020). Work–life balance and burnout among employees: A moderated mediation model. Journal of Occupational Health Psychology, 25(4), 281–295. https://doi.org/10.1037/ocp0000180

Wicaksono, A., Pramesti, D., & Hidayat, R. (2024). Work–life balance dan burnout pada karyawan muda di sektor jasa. Jurnal Psikologi Kerja dan Organisasi, 6(3), 201–214.

World Health Organization. (2019). Burn-out an occupational phenomenon: International classification of diseases 11th revision (ICD-11).

Downloads

Published

16-01-2026

How to Cite

[1]
M. I. Haq, N. L. H. E. Pujarisma, and R. K. Pratama, “Peran Protektif Work–Life Balance terhadap Burnout pada Karyawan Generasi Z: Suatu Tinjauan Sistematis”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 11308–11314, Jan. 2026.