Peran Protektif Work–Life Balance terhadap Burnout pada Karyawan Generasi Z: Suatu Tinjauan Sistematis
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5444Keywords:
Work–Life Balance, Burnout, Generasi Z, Kesehatan Mental Kerja, Tinjauan SistematisAbstract
Meningkatnya keterlibatan Generasi Z dalam dunia kerja memunculkan tantangan baru terkait kesehatan mental, terutama meningkatnya risiko burnout akibat tuntutan kerja yang tinggi serta batasan kerja–kehidupan yang semakin kabur. Burnout merupakan kondisi kelelahan kerja kronis yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian personal, yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan individu sekaligus kinerja organisasi. Salah satu faktor yang banyak diteliti sebagai penyangga psikologis terhadap burnout adalah work–life balance, yaitu kemampuan individu dalam mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran protektif work–life balance terhadap burnout pada karyawan Generasi Z melalui pendekatan tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, DOAJ, dan ResearchGate terhadap artikel empiris yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik guna mengidentifikasi pola hubungan antara work–life balance dan burnout. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa work–life balance secara konsisten berkorelasi negatif dengan burnout, yang mengindikasikan perannya sebagai faktor protektif terhadap kelelahan emosional pada karyawan Generasi Z. Namun, kekuatan hubungan tersebut dipengaruhi oleh faktor kontekstual, seperti beban kerja, ambiguitas peran, fleksibilitas kerja, dan dukungan organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan kerja–kehidupan sebagai strategi preventif untuk menekan burnout pada Generasi Z.
Downloads
References
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2017). Job demands–resources theory: Taking stock and looking forward. Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273–285. https://doi.org/10.1037/ocp0000056
Carod-Artal, F. J., & Vázquez-Cabrera, C. (2012). Burnout syndrome in an international setting. Burnout Research, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.1016/j.burn.2014.04.001
Febriana, R. (2023). Work–life balance dan implikasinya terhadap kesejahteraan karyawan muda. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 12(2), 85–97.
Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work–family balance: A review and extension of the literature. Journal of Management, 37(1), 10–40. https://doi.org/10.1177/0149206310382453
Haar, J. M., Sune, A., Russo, M., & Ollier-Malaterre, A. (2018). A cross-national study on the antecedents of work–life balance. Human Resource Management Journal, 28(3), 400–416. https://doi.org/10.1111/1748-8583.12194
Hanifah, N. (2023). Burnout pada karyawan generasi Z di era kerja digital. Jurnal Psikologi Sosial dan Industri, 5(1), 45–58.
Karina, A., Putri, R. A., & Mahendra, D. (2025). Relationship between work–life balance, role ambiguity, and burnout in Generation Z. Journal of Human Resource Studies, 9(2), 647–659.
Kossek, E. E., Valcour, M., & Lirio, P. (2014). The sustainable workforce: Organizational strategies for promoting work–life balance and wellbeing. Human Resource Management Review, 24(2), 149–164. https://doi.org/10.1016/j.hrmr.2013.12.002
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behavior, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Priporas, C. V., Stylos, N., & Fotiadis, A. K. (2017). Generation Z consumers’ expectations of interactions in smart retailing. Journal of Retailing and Consumer Services, 38, 215–224. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2017.01.009
Rohmawati, L., & Julindrastuti, R. (2025). Pengaruh work–life balance dan work overload terhadap tingkat burnout karyawan Generasi Z di Surabaya. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 11(1), 1–15.
Sakitri, G. (2021). Work–life balance dan kepuasan kerja pada generasi Z. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(2), 143–154.
Schaufeli, W. B., & Taris, T. W. (2014). A critical review of the job demands–resources model. Work & Stress, 28(1), 43–68. https://doi.org/10.1080/02678373.2013.862688
Sirgy, M. J., & Lee, D. J. (2018). Work–life balance: An integrative review. Applied Research in Quality of Life, 13(1), 229–254. https://doi.org/10.1007/s11482-017-9509-8
Stillman, D., & Stillman, J. (2018). Gen Z @ work: How the next generation is transforming the workplace. HarperCollins.
Ten Brummelhuis, L. L., & Bakker, A. B. (2012). A resource perspective on the work–home interface. American Psychologist, 67(7), 545–556. https://doi.org/10.1037/a0027974
Wang, Y., Liu, J., & Wang, L. (2020). Work–life balance and burnout among employees: A moderated mediation model. Journal of Occupational Health Psychology, 25(4), 281–295. https://doi.org/10.1037/ocp0000180
Wicaksono, A., Pramesti, D., & Hidayat, R. (2024). Work–life balance dan burnout pada karyawan muda di sektor jasa. Jurnal Psikologi Kerja dan Organisasi, 6(3), 201–214.
World Health Organization. (2019). Burn-out an occupational phenomenon: International classification of diseases 11th revision (ICD-11).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Imanul Haq, Ni Luh Hita Ekayanti Pujarisma, Rendi Kurnia Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















