Tatalaksana Rhinosinusitis Berdasarkan American Academy Of Otoryngology
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5384Keywords:
Rinosinusitis, American Academy Of Otolaryngology, Sinus Paranasal, Tatalaksana, MukosiliarAbstract
Rinosinusitis merupakan peradangan pada mukosa sinus paranasal dan rongga hidung yang ditandai oleh gejala utama berupa sumbatan hidung, rinorea anterior atau posterior, nyeri atau tekanan pada wajah, serta gangguan penciuman. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dalam praktik klinis dan menjadi penyebab utama kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan primer maupun rujukan. Berdasarkan klasifikasi durasi, rinosinusitis dibagi menjadi rinosinusitis akut, subakut, dan kronik. American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery (AAO-HNS) memberikan panduan tatalaksana berbasis bukti untuk meningkatkan ketepatan diagnosis dan efektivitas terapi. Etiologi rinosinusitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus, yang pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi infeksi bakteri sekunder. Faktor predisposisi meliputi kelainan anatomi hidung dan sinus, rinitis alergi, gangguan fungsi mukosiliar, paparan iritan, serta infeksi odontogenik. Patofisiologi rinosinusitis melibatkan terjadinya obstruksi osteomeatal yang mengakibatkan gangguan ventilasi sinus dan penurunan klirens mukosiliar, sehingga terjadi akumulasi sekret dan pertumbuhan mikroorganisme. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat, dengan pemeriksaan penunjang seperti endoskopi hidung atau pencitraan hanya dilakukan pada indikasi tertentu. Berdasarkan pedoman AAO-HNS, tatalaksana rinosinusitis menekankan terapi suportif berupa analgesik, irigasi saline, dan kortikosteroid intranasal, sedangkan pemberian antibiotik hanya direkomendasikan pada kasus yang memenuhi kriteria klinis rinosinusitis bakteri. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah penggunaan antibiotik yang tidak rasional, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Downloads
References
Adams, G. L., Boies, L. R. & Higler, P. A. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. 6 ed. Boeis Fundmentals Of Otolaryngology, Philadelphia; 2012.p 240-257.
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery Foundation (AAO-HNSF). Clinical Practice Guideline: Adult Sinusitis Update. Pedoman praktik klinis terbaru AAO-HNS untuk diagnosis dan manajemen rinosinusitis pada dewasa, termasuk rekomendasi penggunaan terapi suportif, antibiotik, dan penilaian komplikasi. Tersedia dokumen lengkap dan ringkasan pada situs resmi entnet.
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery Foundation (AAO-HNSF). Clinical Practice Guideline: Surgical Management of Chronic Rhinosinusitis. Panduan bukti-berbasis AAO-HNSF yang memuat rekomendasi terkait indikasi, kriteria kandidat, teknik, dan tindak lanjut bedah sinus pada rinosinusitis kronik.
Dhingra PL, Shruti Dhingra. Diseases of Ear, Nose and Throat & Head and Neck Surgery, 7th Edition. New Delhi: Elsevier India; 2018.p 213- 220.
Durand ML, Deschler DG. Infections of the Ears, Nose, Throat, and Sinuses. Cham Springer International Publishing: 2018.p 133-164.
InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Overview: Sinusitis. [Updated 2024 Apr 17]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279485/
Kwon E, Hathaway C, Sutton AE. Acute Sinusitis. Aug 2. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan–. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547701/
Kwon E, O'Rourke MC. Chronic Sinusitis. [Updated 2023 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441934/
Payne SC, McKenna M, Buckley J, Colandrea M, Chow A, Detwiller K, Donaldson A, Dubin M, Finestone S, Filip P, Khalid A, Peters AT, Rosenfeld R, Akrami Z, Dhepyasuwan N. Clinical Practice Guideline: Adult Sinusitis Update. Otolaryngol Head Neck Surg. 2025 Aug;173 Suppl 1:S1-S56. Available from: https://doi.org/10.1002/ohn.1344
Ravantara CM, Magdi YL, Kasim BI. Prevalence of Chronic Rhinosinusitis in ENT Departement RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Period 2016-2018. Sriwijaya Journal of Medicine. 2020 Apr 20;3(2):183–93.
Rhinosinusitis - Acute, Bacterial Clinical Practice Guideline (CPG) & Treatment Algorithm [Internet]. Mims.com. MIMS; 2024 [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.mims.com/indonesia/disease/rhinosinusitis-acute-bacterial/disease-algorithm
Romano FR, Anselmo-Lima WT, Kosugi EM, Sakano E, Cardoso F, Lessa M, et al. Rhinosinusitis: Evidence and experience – 2024. Brazilian Journal of Otorhinolaryngology [Internet]. 2025 May 20;91(5):101595–5. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1808869425000382
Rosenfeld RM, Piccirillo JF, Chandrasekhar SS, et al. Clinical Practice Guideline: Adult Sinusitis. Artikel ringkasan pedoman AAO-HNSF yang memberikan rekomendasi tindakan diagnostik, terapi dan perbedaan antara rinosinusitis virus dan bakteri, serta tata laksana berdasarkan bukti ilmiah.
Soepardi EA, Nurbaiti, Jenny, Restuti DR. Buku ajar ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorokan, kepala dan leher. Edisi 6.: Badan Penerbit FKUI, Jakarta; 2007.p 139-153.
W.J. Fokkens, V.J. Lund, C. Hopkins, P.W. Hellings, R. Kern SR. International Rhinology Journal European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps. Epos 2020. 2020;1(2)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Inggit Nurhasanah Suparjo, Dian Nurul Al Amini, Arroyan Wardhana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















