Penilaian Kritis terhadap Hak Kewarganegaraan Timor Leste di bawah Hukum Internasional

Authors

  • Maria Wilhelsya Inviolata Watu Raka Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5381

Keywords:

Timor Leste, Pengungsi Internasional, Hak Untuk Kembali, Kewarganegaraan, Hukum Hak Asasi Manusia Internasional

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis hak kewarganegaraan dan hak untuk kembali bagi pengungsi Timor Leste yang mengungsi ke Timor Barat sebagai akibat dari referendum penentuan nasib sendiri tahun 1999, dalam perspektif hukum pengungsi internasional dan hukum hak asasi manusia internasional. Pengungsian massal yang terjadi sebelum dan setelah referendum dianalisis sebagai bentuk pemindahan paksa yang dikelola secara sistematis oleh militer Indonesia dan kelompok proksinya, sehingga bertentangan dengan prinsip hukum humaniter internasional dan hak penentuan nasib sendiri. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis terhadap instrumen hukum internasional, antara lain Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik 1966, Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial 1965, Konvensi Jenewa 1949 beserta protokol tambahannya, serta hukum kebiasaan internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa para pengungsi Timor Leste, termasuk anak-anak yang lahir selama masa pengungsian di Timor Barat, memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk kembali ke negara asal mereka tanpa diskriminasi. Namun demikian, artikel ini menemukan adanya kegagalan berkelanjutan dari pemerintah Indonesia dan Timor Leste dalam memenuhi kewajiban hukum mereka untuk menjamin perlindungan, repatriasi yang aman dan bermartabat, serta pemulihan hak-hak dasar para pengungsi. Faktor politik, kepentingan diplomatik, dan lemahnya penegakan hukum dinilai sebagai hambatan utama dalam realisasi tanggung jawab negara dan pemenuhan keadilan bagi para pengungsi pasca referendum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

R. Higham, “East Timor: The Price of Freedom: Taylor, John G.: London: Zed Books, 272 pp., Publication Date: March 2000,” Hist. Rev. New Books, vol. 29, no. 1, pp. 40–41, Jan. 2000, doi: 10.1080/03612759.2000.10525706.

C. Evans, The Right to Reparation in International Law for Victims of Armed Conflict, 1st ed. Cambridge University Press, 2012. doi: 10.1017/CBO9781139096171.

G. Robinson, “People Power: A Comparative History Of Forced Displacement In East Timor,” in Conflict, Violence, and Displacement in Indonesia, E.-L. E. Hedman, Ed., Ithaca, NY: Cornell University Press, 2018, pp. 87–118. doi: 10.7591/9781501719233-005.

P. Myat Thu, “Displacement and Informal Repatriation in a Rural Timorese Village,” in A New Era?: Timor-Leste after the UN, 1st ed., S. Ingram, L. Kent, and A. McWilliam, Eds., ANU Press, 2015. doi: 10.22459/NE.09.2015.17.

Comissão de Acolhimento, Verdade, e Reconciliac̦ão Timor Leste, Ed., Chega! laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) di Timor-Leste, Cet. 1. Jakarta: KPG, 2010.

WHO, “Plan of Action for Humanitarian Health Assistance and Public Health Action in Response to the Crisis in Timor.” WHO. Accessed: Jan. 10, 2025. [Online]. Available: https://reliefweb.int/report/timor-leste/plan-action-humanitarian-health-assistance-and-public-health-action-response

General Assembly Security Council, “IDENTICAL LETTERS DATED 31 JANUARY 2000 FROM THE SECRETARY-GENERAL ADDRESSED TO THE PRESIDENT OF THE GENERAL ASSEMBLY, THE PRESIDENT OF THE SECURITY COUNCIL AND THE CHAIRPERSON OF THЕ COMMISSION ON HUMAN RIGHTS.” UNITED NATIONS, Jan. 31, 2000. Accessed: Jan. 10, 2025. [Online]. Available: https://www.securitycouncilreport.org/atf/cf/%7B65BFCF9B-6D27-4E9C-8CD3-CF6E4FF96FF9%7D/TL%20S2000%2059.pdf

J. A. Koops, T. Tardy, N. MacQueen, and P. D. Williams, Eds., The Oxford Handbook of United Nations Peacekeeping Operations, 1st ed. Oxford University Press, 2015. doi: 10.1093/oxfordhb/9780199686049.001.0001.

1948 Universal Declaration of Human Rights.

International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination.

American Convention on Human Rights.

1981 African Charter on Human and People’s Rights.

A. de Zayas, “Repatriation,” Oxford Public International Law: Max Planck Encyclopedia of Public International Law. [Online]. Available: https://opil.ouplaw.com/display/10.1093/law:epil/9780199231690/law-9780199231690-e868?prd=OPIL

UN Human Rights Committee (HRC), “CCPR General Comment No. 27: Article 12 (Freedom of Movement).” CCPR/C/21/Rev.1/Add.9, Nov. 02, 1999. Accessed: Jan. 06, 2025. [Online]. Available: https://www.refworld.org/legal/general/hrc/1999/en/46752

E. Haslam, “Population, Expulsion and Transfer,” Oxford Public International Law. Accessed: Jan. 10, 2025. [Online]. Available: https://opil.ouplaw.com/display/10.1093/law:epil/9780199231690/law-9780199231690-e861

Downloads

Published

24-01-2026

How to Cite

[1]
M. W. I. W. Raka, “Penilaian Kritis terhadap Hak Kewarganegaraan Timor Leste di bawah Hukum Internasional”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 13608–13614, Jan. 2026.