Relevansi Konsep "Habit Of Action" Charles Sanders Peirce Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Di Sekolah Dasar: Sebuah Pendekatan Pragmatisme

Authors

  • Mukhammad Sobirin Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Suharno Suharno Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Rosid Ridlo Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Endang Fauziah Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5251

Keywords:

habit of action, Charles Sanders Peirce, karakter disiplin, sekolah dasar, pragmatisme

Abstract

Pembentukan karakter disiplin pada peserta didik sekolah dasar merupakan bagian penting dari tujuan pendidikan nasional yang menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, moral, dan sosial. Disiplin tidak seharusnya dipahami hanya sebagai kepatuhan terhadap aturan formal, tetapi sebagai kebiasaan bertindak yang tertanam secara internal, stabil, dan berkelanjutan dalam diri peserta didik. Artikel ini mengkaji relevansi konsep habit of action dari Charles Sanders Peirce dalam kerangka filsafat pragmatisme terhadap proses pembentukan karakter disiplin di sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka, dengan menelaah karya-karya utama Peirce yang berkaitan dengan teori makna, keyakinan, dan kebiasaan bertindak, serta literatur kontemporer tentang pendidikan karakter. Analisis dilakukan secara konseptual dan interpretatif untuk mengaitkan prinsip-prinsip pragmatisme dengan praktik pendidikan disiplin. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Peirce, keyakinan dan nilai moral hanya bermakna sejauh diwujudkan dalam pola tindakan yang konsisten. Dalam konteks pendidikan, karakter disiplin tidak terbentuk melalui indoktrinasi atau kontrol eksternal semata, melainkan melalui pengalaman praktis, pengulangan tindakan, dan pemaknaan atas konsekuensi nyata dari perilaku disiplin maupun tidak disiplin. Temuan ini sejalan dengan karakteristik perkembangan peserta didik sekolah dasar yang belajar melalui pembiasaan, pengalaman langsung, dan keteladanan. Dengan pendekatan pragmatisme, pendidikan disiplin diarahkan pada pembentukan kesadaran internal melalui praktik nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Oleh karena itu, konsep habit of action relevan dijadikan landasan filosofis dalam merancang pendidikan karakter disiplin yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada perilaku nyata peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What Works in Character Education: A Research-Driven Guide for Educators. Character Education Partnership.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “What” and “Why” of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.

Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Macmillan.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Hookway, C. (2012). The Pragmatic Maxim: Essays on Peirce and Pragmatism. Oxford: Oxford University Press.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Lickona, T. (2012). Character Matters: How to Help Our Children Develop Good Judgment, Integrity, and Other Essential Virtues. New York: Simon & Schuster.

Misak, C. (2016). Cambridge Pragmatism: From Peirce and James to Ramsey and Wittgenstein. Cambridge: Cambridge University Press.

Peirce, C. S. (1877). The Fixation of Belief. Popular Science Monthly, 12, 1–15.

Peirce, C. S. (1878). How to Make Our Ideas Clear. Popular Science Monthly, 12, 286–302.

Piaget, J. (1977). The Development of Thought: Equilibration of Cognitive Structures. New York: Viking Press.

Wentzel, K. R. (2014). Prosocial Behavior and Schooling. In R. M. Lerner et al. (Eds.), Handbook of Child Psychology and Developmental Science. New York: Wiley.

Kemendikbud. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kemendikbudristek. (2022). Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Narvaez, D., & Lapsley, D. K. (2008). Teaching Moral Character: Two Alternatives for Teacher Education. The Teacher Educator, 43(2), 156–172.

Sanderse, W. (2013). The Meaning of Role Modelling in Moral and Character Education. Journal of Moral Education, 42(1), 28–42.

Slavin, R. E. (2015). Educational Psychology: Theory and Practice. Boston: Pearson.

Zuchdi, D. (2011). Pendidikan Karakter: Konsep Dasar dan Implementasi di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: UNY Press.

Zuriah, N. (2015). Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

21-01-2026

How to Cite

[1]
M. Sobirin, S. Suharno, R. Ridlo, and E. Fauziah, “Relevansi Konsep ‘Habit Of Action’ Charles Sanders Peirce Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Di Sekolah Dasar: Sebuah Pendekatan Pragmatisme”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 13041–13050, Jan. 2026.