Strategi Menghadapi Tekanan Emosional Ghosting dalam Relasi Pertemanan di Kalangan Mahasiswa Bandung

Authors

  • Lastri Zahara Danish Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Agnia Hanifah Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Fikri Mauludin Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5214

Keywords:

Ghosting, Mahasiswa, Regulasi Emosi, Strategi Koping, Hubungan Pertemanan

Abstract

Fenomena ghosting tidak hanya terjadi dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam relasi pertemanan dikalangan mahasiswa, dan berdampak signifikan terhadap keseimbangan emosional, kepercayaan sosial, serta kualitas interaksi akademik. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya kasus penarikan diri sosial tanpa penjelasan di lingkungan kampus yang menimbulkan tekanan psikologis dan ketidakpastian emosional bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman mahasiswa yang mengalami ghosting dalam pertemanan serta strategi yang mereka gunakan untuk menghadapi tekanan emosional yang timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus fenomenologis, melibatkan enam informan mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu: (1) ghosting dipahami sebagai bentuk penghindaran konflik dan pemutusan komunikasi tanpa penjelasan; (2) dampak emosional yang muncul meliputi kesedihan, kebingungan, serta penurunan kepercayaan diri; (3) mahasiswa menggunakan strategi koping aktif, emosional, dan sosial seperti cognitive reappraisal, dukungan teman sebaya, dan pengalihan aktivitas untuk meredakan stres; serta (4) pengalaman ghosting menghasilkan pembelajaran interpersonal berupa peningkatan empati, kesadaran diri, dan kemandirian emosional. Temuan ini memperkuat teori Emotion Regulation (Gross, 2015) dan Coping Stress Model (Lazarus & Folkman, 1984), sekaligus menegaskan bahwa regulasi emosi dan dukungan sosial berperan penting dalam pemulihan psikologis mahasiswa. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan literasi emosional dan program konseling kampus yang berfokus pada komunikasi empatik. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas jumlah partisipan dan menggunakan metode triangulasi untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif

Downloads

Download data is not yet available.

References

Sitinjak, E. S., Pujaastawa, I. B. G., & Darmawan, D. R. (2024). Fenomena ghosting dalam hubungan virtual di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(8), 224–233.

Swasti, I. K. (2021). Psikolog UGM paparkan perilaku ghosting. UGM News.

Masitah, R. (2024). Dampak psikologis perilaku ghosting pada mahasiswa (Universitas Medan Area). Repositori Universitas Medan Area.

“Apa yang Harus Dilakukan Jika Di-Ghosting oleh Teman?” (2025). Kompas Lifestyle.

Abyari, T. R. (2023). Studi fenomenologi tentang strategi regulasi emosi pada mahasiswa yang mengalami ghosting setelah melakukan hubungan seksual dalam hubungan tanpa status (Skripsi S1, Universitas Islam Negeri Walisongo). E-prints Walisongo.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1–26. https://doi.org/10.1080/1047840X.2014.940781

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian yang Bersifat Eksploratif, Interaktif, dan Konstruktif. Alfabeta.

Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 11(4), 589–597. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

LeFebvre, L. E., Allen, M., Rasner, R. D., Garstad, S., Wilms, A., & Parrish, C. (2019). Ghosting in emerging adults’ romantic relationships: The digital dissolution disappearance strategy. Imagination, Cognition and Personality, 39(2), 125–150.

Freedman, G., Powell, D. N., Le, B., & Williams, K. D. (2021). Ghosting and social rejection: Psychological effects of nonclosure in interpersonal relationships. Journal of Social and Personal Relationships, 38(3), 878–898. https://doi.org/10.1177/0265407520970289

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. Springer.

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic growth: Conceptual foundations and empirical evidence. Psychological Inquiry, 15(1), 1–18

Downloads

Published

05-01-2026

How to Cite

[1]
L. Z. Danish, A. Hanifah, and F. Mauludin, “Strategi Menghadapi Tekanan Emosional Ghosting dalam Relasi Pertemanan di Kalangan Mahasiswa Bandung”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 9174–9180, Jan. 2026.