Pengembangan Keterampilan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Origami di Sanggar Bimbingan Al-Miftah Kelana Jaya
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5084Keywords:
Motorik Halus, Origami, Anak Migran Indonesia, Pendidikan Non-FormalAbstract
Pengembangan motorik halus merupakan aspek fundamental dalam tahap perkembangan anak usia dini karena berperan penting dalam mendukung kesiapan belajar, kemandirian, serta kemampuan akademik anak di masa selanjutnya. Hal ini menjadi semakin krusial bagi anak-anak migran Indonesia yang menempuh pendidikan di lingkungan non-formal, di mana keterbatasan fasilitas dan metode pembelajaran sering kali menjadi tantangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas aktivitas origami sebagai media stimulasi motorik halus, kreativitas, dan fokus belajar anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 4–10 tahun yang mengikuti kegiatan belajar di Sanggar Bimbingan Al-Miftah Kelana Jaya, Malaysia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, dokumentasi, serta keterlibatan aktif pendidik dalam proses pembelajaran. Aktivitas origami yang diberikan berupa pembuatan bentuk ikan dan kepiting dengan tahapan lipatan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diarahkan untuk mengikuti instruksi secara bertahap, melipat kertas dengan presisi, serta mengekspresikan kreativitas mereka melalui hasil karya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan origami memberikan dampak positif terhadap peningkatan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, kemampuan mengikuti instruksi, serta daya konsentrasi anak. Selain itu, aktivitas ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri anak dalam menyelesaikan tugas. Meskipun anak usia lebih muda memerlukan pendampingan yang lebih intensif, secara keseluruhan kegiatan berlangsung efektif, interaktif, dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa origami merupakan model pembelajaran non-formal yang sederhana, murah, dan relevan untuk mendukung perkembangan motorik halus serta pengalaman belajar anak-anak migran Indonesia.
Downloads
References
Anisa, A. N., Syafrudin, U., & Drupadi, R. (2025). Playing origami and its impact on fine motor skills development of children aged 4–5. JECE: Journal of Early Childhood Education.
Beaty, J. J. (2014). Observing development of the young child (8th ed.). Pearson Education.
Berk, L. E. (2013). Child development (9th ed.). Pearson Education.
Claudia, E. S., et al. (2025). Origami game for improving fine motor skills for children 4–5 years old. Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Dwipadmini, A. L. (2025). Origami learning stimulation as an effort to develop early childhood creativity. Journal Widyacarya.
Hurlock, E. B. (2013). Perkembangan anak. Erlangga.
Isbell, R., & Raines, S. C. (2013). Creativity and the arts with young children (3rd ed.). Cengage Learning.
Kahar, M., & Khadavi, M. J. (2025). Strategy to improve fine motor abilities through origami paper folding activities. Jurnal Pijar Pelita.
Magfiroh, V. S., et al. (2025). Penerapan kegiatan melipat kertas origami untuk mengembangkan keterampilan motorik halus. Arjuna: Jurnal Ilmiah Pendidikan.
Montessori, M. (2013). The Montessori method. Transaction Publishers. (Original work published 1912)
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development. McGraw-Hill.
Santrock, J. W. (2011). Life-span development. McGraw-Hill.
Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Indeks.
Sumantri, M. S. (2015). Pengembangan keterampilan motorik anak usia dini. Kencana.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Vika Rahma Danavia, Firdaus Firdaus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















