Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Pengangguran Terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kab. Tulungagung Jawa Timur Tahun 2014 - 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.4844Keywords:
Kemiskinan, Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan EkonomiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulungagung selama periode 2014–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik. Sebanyak sebelas observasi dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS versi 20. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien -1,407 dan nilai signifikansi 0,031. TPT memiliki koefisien positif sebesar 0,070, tetapi tidak berpengaruh signifikan karena nilai signifikansinya 0,614. IPM menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien -0,692 serta nilai signifikansi 0,039. Secara simultan, ketiga variabel belum menunjukkan pengaruh yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F sebesar 2,735 dan signifikansi 0,123. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,342 menunjukkan bahwa model menjelaskan 34,2% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan tersebut menegaskan bahwa penurunan kemiskinan perlu menjadi prioritas, sedangkan peningkatan kualitas manusia harus diikuti penciptaan lapangan kerja produktif, penguatan investasi, serta pengembangan sektor unggulan agar memberikan dampak yang lebih langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Downloads
References
[1] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Tulungagung Dalam Angka 2025. Tulungagung: BPS Kabupaten Tulungagung, 2025.
[2] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung, Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tulungagung Menurut Lapangan Usaha 2020–2024. Tulungagung: BPS Kabupaten Tulungagung, 2025.
[3] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung, Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tulungagung Menurut Pengeluaran 2020–2024. Tulungagung: BPS Kabupaten Tulungagung, 2025.
[4] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung, “Profil Kemiskinan Maret 2024,” Berita Resmi Statistik Kabupaten Tulungagung, 2024.
[5] Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia 2024. Jakarta: BPS, 2025.
[6] Badan Pusat Statistik, Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Februari 2023. Jakarta: BPS, 2023.
[7] G. J. Asmara, G. D. Asmara, and R. Saleh, “The Effect of Economic Growth on the Human Development Index in Indonesia,” Journal of Economics Research and Social Sciences, vol. 8, no. 2, pp. 267–276, 2024. https://doi.org/10.18196/jerss.v8i2.22627
[8] R. R. M. Gahari and M. I. Hasmarini, “Do Foreign Investment, Human Development Index, Labor, and Poverty Influence Economic Growth in Indonesia?,” Journal of Economics Research and Policy Studies, vol. 4, no. 2, pp. 134–145, 2024. https://doi.org/10.53088/jerps.v4i2.1034
[9] D. Kurniadi, N. Syamsiyah, and Y. Yunarti, “Hubungan Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Provinsi Lampung,” Journal of Economics Research and Policy Studies, vol. 5, no. 2, pp. 339–354, 2025. https://doi.org/10.53088/jerps.v5i2.1867
[10] U. Masduki, W. Rindayati, and S. Mulatsih, “How Can Quality Regional Spending Reduce Poverty and Improve Human Development Index?,” Journal of Asian Economics, vol. 82, art. 101515, 2022. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2022.101515
[11] R. Purwono, W. W. Wardana, T. Haryanto, and M. K. Mubin, “Poverty Dynamics in Indonesia: Empirical Evidence from Three Main Approaches,” World Development Perspectives, vol. 23, art. 100346, 2021. https://doi.org/10.1016/j.wdp.2021.100346
[12] T. Pham and A. Nugroho, “Tourism-Induced Poverty Impacts of COVID-19 in Indonesia,” Annals of Tourism Research Empirical Insights, vol. 3, no. 2, art. 100069, 2022. https://doi.org/10.1016/j.annale.2022.100069
[13] B. Triatmanto and S. Bawono, “The Interplay of Corruption, Human Capital, and Unemployment in Indonesia: Implications for Economic Development,” Journal of Economic Criminology, vol. 2, art. 100031, 2023. https://doi.org/10.1016/j.jeconc.2023.100031
[14] M. Z. Ngubane, S. Mndebele, and I. Kaseeram, “Economic Growth, Unemployment and Poverty: Linear and Non-Linear Evidence from South Africa,” Heliyon, vol. 9, no. 10, art. e20267, 2023. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e20267
[15] N. R. Febriandika, C. Rahayu, and R. Kumar, “The Determinant Factors of Poverty in Eastern Indonesia: Evidence from 12 Provinces,” JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan, vol. 15, no. 2, 2022. https://doi.org/10.15294/jejak.v15i2.36675
[16] B. R. Mataheurilla and L. Rachmawati, “Pengaruh IPM, Pengangguran dan Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia,” Independent: Journal of Economics, vol. 1, no. 3, pp. 129–145, 2021.
[17] Y. Maulida, A. Hamid, and F. U. Hasibuan, “Pengaruh Investasi, Inflasi dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Aceh,” JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, vol. 4, no. 1, pp. 21–38, 2022. https://doi.org/10.32505/jim.v4i1.3897
[18] S. Meidona, V. Prastama, and E. F. Amran, “Analisis Pengaruh Investasi, Indeks Pembangunan Manusia dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi pada Sumatera Barat Tahun 2010–2019,” AL-ITTIFAQ: Jurnal Ekonomi Syariah, vol. 1, no. 1, 2021. https://doi.org/10.31958/al-ittifaq.v1i1.3072
[19] L. Supratiyoningsih and N. N. Yuliarmi, “Pengaruh Investasi, Pengeluaran Pemerintah, Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemiskinan di Provinsi Bali,” E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, vol. 11, no. 1, pp. 1–14, 2022. https://doi.org/10.24843/EEB.2022.v11.i01.p01
[20] A. Suryani, “Pengaruh Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, vol. 2, no. 1, pp. 48–56, 2023. https://doi.org/10.55606/jurrish.v2i1.661
[21] M. Chaironi and J. A. Prakoso, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Tahun 2015–2019,” E-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, vol. 11, no. 2, pp. 147–156, 2022. https://doi.org/10.22437/pdpd.v11i2.20778
[22] A. Aziziah and M. Ekawaty, “Analisis Pengaruh Upah Minimum, Jumlah Industri, dan Inflasi terhadap Kesempatan Kerja di Kota/Kabupaten Jawa Barat,” Journal of Development Economic and Social Studies, vol. 2, no. 4, pp. 896–909, 2023. https://doi.org/10.21776/jdess.2023.02.4.15
[23] E. J. de Bruijn and G. Antonides, “Poverty and Economic Decision Making: A Review of Scarcity Theory,” Theory and Decision, vol. 92, no. 1, pp. 5–37, 2022. https://doi.org/10.1007/s11238-021-09802-7
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ata Rosyidah Karimah, Maya Amelia Putri, Achmad Miftachul Huda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















