Strategi Penanganan Krisis Komunikasi: Studi Kasus Dugaan Pengoplosan BBM Pertamax oleh PERTAMINA Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4783Keywords:
Krisis Komunikasi, Public Relations, Pertamina, Skandal BBM, Kepercayaan PublikAbstract
Penelitian ini mengkaji krisis komunikasi PT Pertamina akibat dugaan pengoplosan Pertamax pada 2025 yang menggemparkan publik. Kontroversi ini bermula dari laporan masyarakat dan viral di media sosial, memicu kekecewaan luas karena kualitas bahan bakar dianggap tidak sesuai dengan harga premium. Krisis ini tidak hanya merusak reputasi perusahaan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan energi nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi respons publik dan media, analisis dokumentasi resmi, serta pemberitaan terkini. Data dianalisis menggunakan kerangka teoritis Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Image Restoration Theory (IRT) untuk mengevaluasi efektivitas strategi komunikasi krisis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons Pertamina cenderung reaktif, teknokratis, dan kurang menyentuh dimensi emosional masyarakat. Perusahaan gagal menerapkan strategi "rebuild" yang sesuai untuk krisis dalam kategori preventable cluster menurut SCCT. Alih-alih membangun kepercayaan, perusahaan lebih mengandalkan penjelasan teknis tanpa empati atau klarifikasi moral yang mendalam. Akibatnya, publik merasa transparansi dan akuntabilitas belum cukup terlihat, sehingga kepercayaan terhadap organisasi terus merosot. Diskusi penelitian menekankan pentingnya pendekatan komunikasi krisis yang mengintegrasikan transparansi, empati, dan partisipasi publik, terutama di era digital yang mengutamakan kecepatan dan akuntabilitas. Disimpulkan bahwa pemulihan citra tidak hanya bergantung pada ketepatan waktu dan data, tetapi juga pada kemampuan organisasi untuk membangun hubungan yang autentik dan penuh tanggung jawab dengan publik. Oleh karena itu, transformasi budaya komunikasi perusahaan dengan fondasi kepekaan sosial dan etika menjadi kebutuhan mendesak.
Downloads
References
A. Y. Jannati, S. C. Samuel, A. Dzakirah, I. N. Annisa, and K. H. Prasetya, “Pelajar Peduli Energi: Mengenali Pembagian Ron (Research Oktane Number) Bahan Bakar Dalam Kehidupan Dalam Sehari-Hari,” Solut. Solusi Dan Inov. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 1, no. 1, pp. 51–55, 2025, [Online]. Available: https://jurnalsolutiva-bpn.org/solutiva/article/view/18
S. Ni’am and N. Setuningsih, “LBH Jakarta Terima 590 Aduan Konsumen Terkait Dugaan Pertamax Oplosan,” kompas.com, 2025. [Online]. Available: https://nasional.kompas.com/read/2025/03/07/15214741/lbh-jakarta-terima-590-aduan-konsumen-terkait-dugaan-pertamax-oplosan
B. Khairunnisa, “Kisruh Skandal BBM Oplosan Pertamina, Pengamat Pertanyakan Transparansi Kualitas untuk Konsumen,” disway.id, 2025. [Online]. Available: https://disway.id/read/858878/kisruh-skandal-bbm-oplosan-pertamina-pengamat-pertanyakan-transparansi-kualitas-untuk-konsumen
R. F. Regar and A. H. Maulana, “Ratusan Pengaduan Masuk ke LBH Jakarta, Sebagian Besar Terkait Pertamax Oplosan,” kompas.com, 2025. [Online]. Available: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/03/01/18114691/ratusan-pengaduan-masuk-ke-lbh-jakarta-sebagian-besar-terkait-pertamax
I. A. Rafni and L. Huda, “Tak Hanya soal Kualitas, Pelayanan Bikin Konsumen Betah di SPBU Swasta,” kompas.com, 2025. [Online]. Available: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/09/19/23020921/tak-hanya-soal-kualitas-pelayanan-bikin-konsumen-betah-di-spbu-swasta
R. C. Mowilos, I. Essing, and Y. Otuluwa, “Analisis Dampak Kebijakan Publik Terhadap Aksesibilitas Layanan Mypertamina di SPBU Kecamatan Kawangkoan,” J. Sci. Mandalika, vol. 6, no. 9, pp. 3532–3540, 2025, doi: 10.36312/10.36312/vol6iss9pp3532-3540.
S. B. D. Setyaningsih, “Tagar Pertamax Trending di X, Dugaan Korupsi Rp 193 T Pertamina Banyak Diulas Warganet di Medsos,” Tribunnews.com, 2025. [Online]. Available: https://www.tribunnews.com/nasional/2025/02/26/tagar-pertamax-trending-di-x-dugaan-korupsi-rp-193-t-pertamina-banyak-diulas-warganet-di-medsos
N. W. I. Palupi, S. R. Ummah, and P. Larasati, “Konsep dan Praktik Metode Kualitatif untuk Penelitian Sosial,” J. Ris. Sos. Hum. Dan Pendidikan, vol. 3, no. 4, pp. 188–198, 2025, doi: 10.62383/risoma.v3i4.860.
I. P. Hadi, Penelitian Media Kualitatif: Filosofi Penelitian, Paradigma, Rentang Teori, Langkah-langkah Penelitian Media, 1st ed. Depok ; Rajawali Press, 2020.
H. Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, 2nd ed. Jakarta: Rajawali Pers, 2016.
M. Z. Nabila and H. Arifin, “Strategi Komunikasi Kampanye Puskesmas Kaliwungu Dalam Menyukseskan Program Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren),” J. Komun. Massa, vol. 17, no. 2, pp. 145–156, 2024, doi: 10.20961/jkm.v17i2.95630.
I. Apriandi, “mplementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Syariat Islam di Kota Langsa,” Doctoral Dissertation, Universitas Medan Area, 2002. [Online]. Available: https://repositori.uma.ac.id/jspui/handle/123456789/1590
W. T. Coombs, Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding, 3rd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2012.
S. Wibisono, “Strategy for Image Restoration Public Relations of Bekasi City Government in Image Recovery Efforts,” ICHELSS Int. Conf. Humanit. Educ. Law, Soc. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 107–115, 2022, [Online]. Available: https://seminars.unj.ac.id/hispisi/proceeding-2021/proceeding-ichelss-2nd-2022/
CNN Indonesia, “BBM Pertamax Diduga Oplosan, Ini Jawaban Pertamina,” https://www.cnnindonesia.com/. [Online]. Available: https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20250226082611-579-1202502/bbm-pertamax-diduga-oplosan-ini-jawaban-pertamina
Pertamina Patra Niaga, “Klarifikasi Pertamina Patra Niaga soal Isu Pertamax Oplosan di Depan DPR,” 2025. [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=7aa2z7nZVgg
L. Austin and Y. Jin, Social Media and Crisis Communication: Explicating the Social-Mediated Crisis Communication Model. Routledge, 2016.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andita Puspawardani, Faza Aghnia Budiman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















