Gambaran Riwayat Kontak dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Maelang Tahun 2024

Authors

  • Yuni Safitri Mokoagow Universitas Negeri Manado
  • Jonesius Eden Manoppo Universitas Negeri Manado
  • Syafriani Syafriani Universitas Negeri Manado
  • Bintang Sri Rezeki Panjaitan Universitas Negeri Manado
  • Theo WE Mautang Universitas Negeri Manado
  • Maxie Moleong Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4724

Keywords:

Tuberkulosis Paru, Riwayat Kontak, Kebiasaan Merokok, Puskesmas

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan perilaku berisiko yang tinggi. Penularan TB paru sangat dipengaruhi oleh riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif serta kebiasaan merokok yang dapat menurunkan daya tahan paru-paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan riwayat kontak dan kebiasaan merokok pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Maelang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 92 orang, yang terdiri dari 27 responden positif TB paru dan 65 responden negatif TB paru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta data sekunder dari Puskesmas Maelang, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 46–55 tahun (37%), berjenis kelamin laki-laki (72,8%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMP (33,7%). Sebanyak 27,2% responden memiliki riwayat kontak dengan penderita TB paru, seperti tinggal serumah, berbagi alat makan atau minum, serta berada dalam satu ruangan tertutup, sedangkan 18,5% responden memiliki kebiasaan merokok sebelum didiagnosis TB paru. Kejadian TB paru lebih banyak ditemukan pada responden yang memiliki riwayat kontak dan kebiasaan merokok dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki kedua faktor tersebut. Kesimpulannya riwayat kontak erat dengan penderita TB paru dan kebiasaan merokok berperan penting terhadap kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Maelang, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi, pengendalian faktor risiko, serta penguatan promosi kesehatan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A, R. S., Futuhrrahman, Y., & Setiyono, A. (2021, September). Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara Kota Administrasi Jakarta Timur. Jurnan Kesehatan Komunitas Indonesia, 346-354.

F Manan, R. Y. (2022). Hubungan Riwayat Kontak,Status Gizi, Dan Status Imunisasi Bcg Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Anak. Jurnal kesehatan, 65-71.

Wicaksono Arif, W. (2020). Aktivitas Fisik Dan Kesehatan. Pontianak: IAIN Pontianak Press.

Febrianto, D. (2020). [judul tidak disebut]. Skripsi. (definisi kebiasaan sebagai tindakan berulang dengan pola sama).

Katiandagho, D., Fione, V. R., & Sambuaga, J. (2018). Hubungan Merokok dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tatelu Kecamatan Dimembe. Departemen of Dental Nursing Poltekkes Kemenkes Manado, 582 - 593.

Nur'aini, S. M. (2022). Kesehatan Lingkungan IndonesiaHubungan Faktor Lingkungan Fisik Dalam Rumah dan Perilaku Kesehatan Dengan Kejadian TB Paru di Purwokerto Selatan Banyumas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 210- 218.

Hartina, S. (2019). Analisis epidemiologi TB Paru di Sulawesi Utara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Konde, C. P., Asrifuddin, A., & Langi, F. L. G. (2020). Hubungan antara umur, status gizi dan kepadatan hunian dengan tuberkulosis paru di Puskesmas Tuminting Kota Manado. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.

Handari, M., & Wijayanti, A. E. (2021). Tuberkulosis Paru. Yogyakarta: CV Diva Pustaka.

Saka Putri, D. R., Purnawan, S., Ndoen, H. I., Indriati, & Hinga, T. (2024). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Majdi Muhammad. 2021. Analisis Faktor Umur, Tingkat Pendidikan, dan Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Korleko, Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Sanitasi dan Lingkungan (JSL). Vol 2 No 2: Desember 2021.

Talarima Bellytra, Ivy Violan Lawalata, dan Novalia, B., Mantayborbir. 2021. Gambaran Epidemologi Deskriptif Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Dobo Tahun 2016-2019. Jurnal Penelitian Keehatan Suara Forikes. Volume 12 Nomor 3, Juli 2021.

Yana, A. (2023). FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU: LITERATUR REVIEW. Jurnal Riset Kesehatan, 15.

Nunu Firdaus, R. (2019). Studi Tentang Pembentukan Kebiasaan dan Perilaku Sosial Siswa (Studi Kasus Di SDN 1 Windujanten). Jurnal Lensa Pendas, 36-46.

Tsani, R. M. 2011. Gambaran klinis tuberkulosis paru di RSUP Dr . Kariadi Semarang Periode Januari Juni 2011. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah. vol. 2: 33–39

Manorek, D. K., Mautang, T. W. E., & Pongoh, L. L. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado (JIKMA), 3(3). https://doi.org/10.64418/jikma.v3i3.156

Downloads

Published

27-12-2025

How to Cite

[1]
Y. S. Mokoagow, J. E. Manoppo, S. Syafriani, B. S. R. Panjaitan, T. W. Mautang, and M. Moleong, “Gambaran Riwayat Kontak dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Maelang Tahun 2024”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 7113–7121, Dec. 2025.