Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas

Authors

  • Hilmi Luthfiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Nurochim Nurochim UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Sita Ratnaningsih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.4692

Keywords:

Pendidikan Anak Usia Dini, Human Capital, Investasi Pendidikan, Kualitas SDM, Daya Saing Bangsa

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki posisi strategis sebagai fondasi pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu menghadapi tantangan global. Pada masa usia dini, perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga stimulasi pendidikan yang tepat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis manfaat PAUD sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan human capital dan daya saing bangsa. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAUD berkualitas meningkatkan kesiapan sekolah, kemampuan berpikir kritis, literasi awal, dan keterampilan sosial-emosional yang menjadi modal dasar produktivitas di masa dewasa. Selain itu, investasi pada usia dini memiliki tingkat pengembalian ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan investasi pada jenjang pendidikan lain. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan layanan PAUD merupakan strategi pembangunan SDM jangka panjang yang perlu didukung melalui peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berkualitas, sarana belajar memadai, serta kebijakan nasional yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Beaty, J. J. (2010). Observing Development of the Young Child. Merrill Publishing Company.

2. Becker, G. S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education (3rd ed.). Chicago : The University of Chicago Press.

3. Billett, S. (2001). Learning Through Work: Workplace Affordances and Individual Engagement. Journal of Workplace Learning, 13(5), 209–214.

4. BPS. (2023). Statistik Pendidikan Anak Usia Dini. Badan Pusat Statistik.

5. Daelmans, B., Darmstadt, G. L., Lombardi, J., Black, M. M., Britto, P. R., Lye, S., Dua, T., Bhutta, Z. A., & Richter, L. M. (2017). Early Childhood Development: The Foundation of Sustainable Development. The Lancet, 389(10064), 9–11.

6. Duncan, G. J., Dowsett, C. J., Claessensa, A., Magnuson, K., Huston, A. C., Klebanov, P., Pagani, L., Feinstein, L., Engel, M., BrooksGunn, J., Sexton, H., Duckworth, K., & Japel, C. (2007). School Readiness and Later Achievement. Developmental Psychology, 43(6), 1–36.

7. Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54.

8. Heckman, J. J. (2011). The Economics of Inequality: The Value of Early Childhood Education. American Educator, 35(1), 31–47

9. Heckman, J. J. (2013). Giving Kids a Fair Chance. Mit Press.

10. Kemendikbud RI. (2021). Kebijakan PAUD Holistik Integratif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

11. Khadijah, & Zahraini, N. (2021). Perkembangan sosial Anak Usia Dini Teori dan Strateginya. Medan : Merdeka Kreasi.

12. Lestari, S., Rahmawati, I. Y., & Muttaqin, M. A. (2024). Penerapan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Di TKIT Insan Madani Madiun: Implentation Of Independen Curriculum At TKIT Insan Madani Madiun. Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO, 7(3), 285–292.

13. Maryatun, I. B. (2016). Peran Pendidik Paud Dalam Membangun Karakter Anak. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 747–752.

14. Mbelo, F. H. (2022). Kepemimpinan Kepala PAUD Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Daring: Studi Multi Situs RA. Aisyiyah Nangapanda Dan RA. Nurul Hidayah Di Ende Flores. Universitas Negeri Malang.

15. Melhuish, E., Ereky-Stevens, K., Petrogiannis, K., Ariescu, A., Penderi, E., Rentzou, K., Tawell, A., Slot, P. L., Broekhuizen, M., & Leseman, P. (2015). A Review of Research on The Effects of Early Childhood Education and Care (ECEC) Upon Child Development. EU CARE project.

16. Mönks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2019). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Gadjah Mada University Press.

17. Musbikin, I. (2010). Buku Pintar PAUD ( Dalam Perspektif Islam). Yogyakarta : Laksana.

18. NAEYC. (2020). Developmentally Appropriate Practice in Early Childhood Programs Serving Children from Birth through Age 8. National Association for the Education of Young Children.

19. Nisa, A. R., Patonah, P., Prihatiningrum, Y., & Rohita, R. (2021). Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun: Tinjauan Pada Aspek Kesadaran Diri Anak. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 4(1), 1–7.

20. OECD. (2020). Starting Strong V: Transitions from Early Childhood Education to Primary Education. OECD Publishing.

21. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (2003).

22. Pianta, R. C., Barnett, W. S., Justice, L. M., & Sheridan, S. M. (2015). Handbook of Early Childhood Education. New York : The Guilford Press.

23. Rahmawati, I., & Kurniati, E. (2024). Implementation of Unplugged Coding in Playdate. Research in Early Childhood Education and Parenting, 5(2), 79–88.

24. Rasmani, U. E. E., Rahmawati, A., Palupi, W., Jumiatmoko, J., Zuhro, N. S., & Fitrianingtyas, A. (2021). Implementasi Manajemen Kurikulum Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. International Journal of Community Service Learning, 5(3), 225–233.

25. Riskia, I., Nurhayati, N., Awalunnisah, S., & Durrotunnisa, D. (2025). Pengaruh Keterlibatan Orang Tua dalam Pembelajaran Digital terhadap Perkembangan Nilai Keagamaan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 2162–2171.

26. Salkind, N. J. (2005). Encyclopedia of Human Development. Sage Publications.

27. Santrock, J. W. (2007). Child Development. McGraw Hill.

28. Santrock, J. W. (2018). Life-Span Development (17th ed.). New York : McGraw-Hill Education.

29. Schunk, D. H. (2012). Learning Theories An Educational Perspective (6th ed.). Pearson.

30. Setiawati, G. A. D., & Ekayanti, N. W. (2021). Bermain Sains Sebagai Metode Yang Efektif Dalam Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 126–136.

31. Slot, P. (2018). Structural Characteristics and Process Quality in Early Childhood Education and Care: A Literature Review. OECD Publishing.

32. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

33. Sumiyati, S., Supriyati, S., & Subawi, S. (2018). Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Permainan Tebak Nama. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 3(2), 131–140.

34. Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2006). Economic Development. Jakarta : Gelora Aksara Pratama.

35. Ulfah, S. M. (2015). Konsep Dasar PAUD. Bandung : Remaja Rosdakarya.

36. Yoshikawa, H., Weiland, C., Brooks-Gunn, J., Burchinal, M. R., Espinosa, L. M., Gormley, W. T., Ludwig, J., Magnuson, K. A., Phillips, D., & Zaslow, M. J. (2013). Investing in Our Future: The Evidence Base on Preschool Education. Society for Research in Child Development.

Downloads

Published

07-07-2026

How to Cite

[1]
H. Luthfiyah, N. Nurochim, and S. Ratnaningsih, “Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 13180–13186, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles