Implementasi Sharing Space sebagai Safe Place untuk Meningkatkan Keterbukaan Psikologis Anak Migran dalam Pendidikan Informal

Authors

  • Salamatun Nisrinal Fadiyah Universitas Muria Kudus
  • Dhevi Sa’idatur Rofi’ati Universitas Muria Kudus
  • Kholifah Umi Sholihah Universitas Muria Kudus
  • Tinon Citraning Harisuci Universitas Muria Kudus

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4608

Keywords:

Anak Migran Non-Dokumen, Sharing Space, Keterbukaan Psikologis, Ruang Aman, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Anak migran Indonesia non-dokumen merupakan kelompok yang berada dalam kondisi kerentanan sosial dan psikologis akibat keterbatasan akses terhadap pendidikan formal, layanan kesehatan, serta dukungan emosional dari keluarga. Orang tua yang bekerja dengan jam kerja panjang menyebabkan anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan nonformal, seperti sanggar bimbingan belajar, yang berperan tidak hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga ruang sosial dan emosional bagi anak. Namun, fokus kegiatan sanggar yang dominan pada aspek akademik sering kali belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan emosional anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghadirkan program sharing space sebagai ruang aman psikologis untuk mendukung keterbukaan emosional dan regulasi emosi anak migran non-dokumen. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain partisipatoris dan dilaksanakan selama tiga minggu di salah satu sanggar bimbingan belajar di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Subjek kegiatan adalah anak-anak migran Indonesia non-dokumen usia sekolah dasar. Program sharing space dilakukan secara konsisten setelah kegiatan pembelajaran dengan memberikan ruang bagi anak untuk berbagi pengalaman, mengekspresikan perasaan, serta membangun relasi yang aman dengan fasilitator. Evaluasi program dilakukan melalui observasi kualitatif terhadap perilaku anak selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa sharing space berperan dalam meningkatkan keterbukaan psikologis anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian anak dalam bercerita, keterlibatan selama kegiatan, serta berkurangnya konflik antaranak. Relasi yang empatik dan non-menghakimi antara fasilitator dan anak menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman emosional. Dengan demikian, sharing space dapat dipahami sebagai intervensi psikososial ringan yang aplikatif dan relevan dalam konteks pendidikan nonformal bagi anak migran non-dokumen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, A., Rahman, F., & Yusuf, M. (2024). Child-friendly spaces as a psychosocial intervention for children in situations of vulnerability. Journal of Child and Adolescent Mental Health, 36(1), 45–58.

Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. New York: Basic Books.

Camilleri, A., Müller, J., & Zammit, S. (2020). Emotional expression and social adjustment in vulnerable children. Child & Family Social Work, 25(3), 512–520.

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Denham, S. A., Bassett, H. H., & Wyatt, T. (2012). The socialization of emotional competence. Dalam Handbook of Socialization: Theory and Research (hlm. 614–637). New York: Guilford Press.

Fazel, M., Reed, R. V., Panter-Brick, C., & Stein, A. (2012). Mental health of displaced and refugee children resettled in high-income countries. The Lancet, 379(9812), 266–282.

Howe, D. (2011). Attachment across the lifecourse: A brief introduction. Basingstoke: Palgrave Macmillan.

Kim, J., & Cicchetti, D. (2010). Longitudinal pathways linking child maltreatment, emotion regulation, peer relations, and psychopathology. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 51(6), 706–716.

Koenarso, D. (2020). Pendekatan safe place sebagai intervensi psikososial bagi anak dalam situasi rentan. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 123–134.

Masten, A. S. (2014). Ordinary magic: Resilience in development. New York: Guilford Press.

Rogers, C. R. (1957). The necessary and sufficient conditions of therapeutic personality change. Journal of Consulting Psychology, 21(2), 95–103.

Shaffer, D. R., & Kipp, K. (2014). Developmental psychology: Childhood and adolescence (9th ed.). Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning.

Suárez-Orozco, C., Motti-Stefanidi, F., Marks, A., & Katsiaficas, D. (2018). An integrative risk and resilience model for understanding the adaptation of immigrant-origin children and youth. American Psychologist, 73(6), 781–796.

Sukamdi, S., Haris, A., & Adioetomo, S. M. (2011). Migrasi internasional dan pembangunan di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Underwood, M. K. (2003). Social aggression among girls. New York: Guilford Press.

UNHCR. (2021). Global trends: Forced displacement in 2020. United Nations High Commissioner for Refugees.

Downloads

Published

20-12-2025

How to Cite

[1]
S. N. Fadiyah, D. S. Rofi’ati, K. U. Sholihah, and T. C. Harisuci, “Implementasi Sharing Space sebagai Safe Place untuk Meningkatkan Keterbukaan Psikologis Anak Migran dalam Pendidikan Informal ”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 6220–6226, Dec. 2025.