Peran Konseling Berbasis Aplikasi Mobile dalam Menurunkan Kasus Abortus Berulang pada Wanita Usia 25–35 Tahun

Authors

  • Arbiyah Arbiyah Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna
  • Suhartati Suhartati Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna
  • Devin Devin Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna
  • Isra Wati Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna
  • Rosi Tawati Zuhra Mudia Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4572

Keywords:

Konseling Mobile, Abortus Berulang, Kesehatan Reproduksi, Aplikasi Kesehatan, Wanita Usia Subur

Abstract

Abortus berulang merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis wanita usia subur. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya serta memicu stres dan kecemasan. Penyebab abortus berulang bersifat multifaktorial, meliputi faktor medis, psikologis, dan perilaku kesehatan, seperti rendahnya kepatuhan terhadap perawatan kehamilan. Salah satu kendala utama dalam pencegahan abortus berulang adalah keterbatasan akses terhadap konseling kesehatan reproduksi yang berkelanjutan. Perkembangan teknologi digital membuka peluang pemanfaatan aplikasi mobile sebagai media konseling kesehatan reproduksi yang mudah diakses dan berkesinambungan. Aplikasi mobile memungkinkan pemberian informasi kesehatan, pemantauan kondisi kehamilan, serta dukungan psikologis secara praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling berbasis aplikasi mobile dalam menurunkan kejadian abortus berulang pada wanita usia 25–35 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 60 wanita dengan riwayat abortus berulang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi memperoleh konseling kesehatan reproduksi melalui aplikasi mobile selama tiga bulan, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan standar. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan kejadian abortus berulang pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Konseling berbasis aplikasi mobile efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan perawatan kehamilan, serta dukungan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arbiyah, A., Treasa, A. D., & Hijrah, H. (2025). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus Spontan di Trimester Pertama. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 1142–1152. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.781

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman.

Devin, D., Fauziah, A. B., Hadijah, H., Nurmiati, N., Leli, L., & Ali, S. A. (2025). Sosialisasi Pentingnya Anc (Antenatal Care) Teratur Dalam Mencegah Abortus Spontan Di Masyarakat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 600–608. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i4.757

Dennis, C. L. (2014). Peer support within a health care context: A concept analysis. International Journal of Nursing Studies, 51(6), 927–934.

Isra Wati., Ernawati, E., Ula, Z., Muthoharoh, B. L., Saad, R., Devin, D., & Rahmat, R. A. (2025). Post-Delivery Recovery Until All Women’s Reproductive Organs Recover After Delivery (Postpartum Period 6 - 8 Weeks) Regarding Knowledge Of Umbilical Cord Care In Postpartum Mothers. International Journal of Health Sciences, 3(2), 217–224. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i2.645

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman pelayanan kesehatan ibu. Jakarta: Kemenkes RI.

Kiani, Z., et al. (2019). Mobile health interventions for maternal care. BMC Pregnancy and Childbirth, 19(1), 1–10.

Lestari, P., & Handayani, S. (2021). Abortus berulang dan faktor risikonya. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 85–93.

Marmi. (2018). Asuhan kebidanan pada kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nugroho, T. (2017). Patologi kebidanan. Jakarta: EGC.

O’Connor, T. G., et al. (2016). Psychological stress and pregnancy loss. Journal of Psychosomatic Research, 85, 9–14.

Pratama, R., & Sari, D. (2020). Pemanfaatan aplikasi kesehatan pada ibu hamil. Jurnal Keperawatan, 13(1), 45–53.

Putri, A. (2019). Konseling kehamilan berisiko tinggi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(2), 112–120.

Santrock, J. W. (2018). Life-span development. New York: McGraw-Hill.

Setyowati, E. (2021). Dukungan psikologis pada kehamilan berisiko. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 15(1), 33–41.

Suhartati, S. (2025). Pengembangan Model Pelayanan Kebidanan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Kendari. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 75–85. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.823

WHO. (2018). Recurrent pregnancy loss. Geneva: World Health Organization.

Wijayanti, L., & Nurhadi. (2020). Digital health dalam pelayanan maternal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 210–218.

Yanti, D., & Rahmawati, S. (2022). Konseling berbasis aplikasi untuk kesehatan ibu. Jurnal Keperawatan Maternitas, 5(1), 1–10.

Downloads

Published

20-12-2025

How to Cite

[1]
A. Arbiyah, S. Suhartati, D. Devin, I. Wati, and R. T. Z. Mudia, “Peran Konseling Berbasis Aplikasi Mobile dalam Menurunkan Kasus Abortus Berulang pada Wanita Usia 25–35 Tahun ”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 6117–6123, Dec. 2025.