Tradisi Budaya “Baruda” Pada Kaum Milenial (Desa Oluhuta, Kabila, Bone Bolango)

Authors

  • Sri Sinta Djauhari Universitas Nengri Gorontalo
  • Funco Tanipu Universitas Negeri Gorontalo
  • Dewinta Rizky R. Hatu Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4499

Keywords:

Tradisi Buruda, Pelestarian Budaya, Generasi Milenial, Pewarisan Budaya

Abstract

Tradisi Buruda merupakan salah satu warisan budaya Gorontalo yang mengandung nilai historis, religius, dan sosial, namun menghadapi ancaman degradasi akibat modernisasi dan melemahnya proses pewarisan antar generasi. Penelitian ini bertujuan memahami kondisi aktual tradisi Buruda di Desa Olohuta, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan keberlanjutan tradisi, serta menganalisis peran pemerintah desa dalam upaya pelestariannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Buruda sejak 2023 diprakarsai oleh aktor budaya lokal, tetapi partisipasi generasi milenial tetap rendah akibat dominasi musik modern, perubahan orientasi budaya, serta minimnya peran keluarga sebagai agen pewarisan. Selain itu, upaya pemerintah desa melalui musyawarah, sosialisasi, dan pembentukan kelompok belajar belum sepenuhnya efektif karena tidak diimbangi dengan minat remaja dan keterikatan mereka terhadap identitas budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan Buruda bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, keluarga, tokoh budaya, dan generasi muda melalui strategi pelestarian yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial serta perkembangan teknologi.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhmar, A. M., Rahman, F., Supratman, Hasyim, H., & Nawir, M. (2023). The cultural transmission of traditional ecological knowledge in Cerekang, South Sulawesi, Indonesia. SAGE Open, 13(4). https://doi.org/10.1177/21582440231194160

Anggraeni, N. C., Salim, T. A., & Wibowo, M. P. (2022). Preservation of indigenous knowledge in Indonesia: Cultural conservation effort. Khizanah Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, 12(2). https://doi.org/10.24252/kah.v12i2a1

Ayu, N. A. C., & Bela, L. S. (2023). Pengaruh budaya luar terhadap identitas budaya generasi muda melalui media sosial. Jurnal Tanda, 9(2), 115–128.

Bahang, A. D. J., Budarsa, G., & Pravitasari, P. K. (2025). Peran musik kontemporer dalam pelestarian budaya tradisional di Ruteng, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 94–103. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1671

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Dinata, R. (2021). Pengaruh modernisasi terhadap minat generasi muda pada kesenian tradisional. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 5(2), 112–123.

Eichler, J. (2021). Intangible cultural heritage, inequalities and participation. International Journal of Heritage Studies, 27(6), 585–600. https://doi.org/10.1080/13642987.2020.1822821

Fitriani, N., & Purwasih, R. (2021). Strategi pelestarian budaya lokal di era modernisasi melalui peran pemerintah desa. Jurnal Sosial dan Budaya Nusantara, 8(2), 112–121.

Juwandi, M. (2021). Revitalisasi literatur pantun Melayu di era milenial melalui media sosial. Jurnal Partisipatoris, 3(2), 145–160.

Mahardika, A. (2020). Pergeseran nilai budaya dan tantangan regenerasi tradisi lokal pada generasi milenial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 33–45.

Nurhadi, M. (2022). Enkulturasi budaya lokal dalam masyarakat modern. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan, 14(1), 45–58.

Rahmawati, L. (2021). Revitalisasi tradisi lokal di era modernisasi. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(2), 115–128.

Ramdhania, R., & Wahidin, W. (2024). Kearifan lokal masyarakat di era disrupsi teknologi: Perspektif budaya Islam. Dimensi: Journal of Sociology and Anthropology, 7(1), 55–68.

Setiawan, A. (2022). Tantangan regenerasi dalam pelestarian budaya lokal. Jurnal Sosial dan Budaya, 8(4), 201–214.

Silalahi, T. (2021). Musyawarah sebagai mekanisme penguatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya. Jurnal Masyarakat dan Kebudayaan, 23(1), 77–89.

Sulistyorini, S. (2020). Musyawarah dan pengambilan keputusan dalam pemerintahan desa. Jurnal Administrasi Publik, 5(3), 144–151.

Swarna, R. R., Royani, I., Lestari, D., & Rahmawati, S. (2024). Peran Gen Z dalam pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Karimah Tauhid: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 301–310.

Syamsuddin, M. (2021). Perubahan pola pewarisan budaya dalam keluarga pada era digital. Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(3), 201–210.

Wibisono, R. (2022). Modernisasi, generasi muda, dan tantangan pelestarian kesenian tradisional. Jurnal Antropologi Indonesia, 43(2), 120–131.

Widodo, S., & Kartika, F. (2020). Tantangan pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 7(1), 77–86.

Zepri, Z., & Saputri, A. (2024). Integrasi nilai Islam dan budaya lokal dalam penguatan identitas masyarakat desa. Jurnal Penelitian Agama, 25(1), 45–60.

Downloads

Published

22-12-2025

How to Cite

[1]
S. S. Djauhari, F. Tanipu, and D. R. R. Hatu, “Tradisi Budaya ‘Baruda’ Pada Kaum Milenial (Desa Oluhuta, Kabila, Bone Bolango)”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 6298–6304, Dec. 2025.