Prinsip Metodologis Ilmu (Analisis Verifikasi, Falsifikasi, Bayani, Burhani, dan Irfani)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4492Keywords:
Epistemologi, Verifikasi, Falsifikasi, Bayani, Burhani, IrfaniAbstract
Perkembangan wacana epistemologi modern menuntut pemetaan ulang prinsip metodologis yang mendasari pencarian kebenaran, baik dalam tradisi ilmu Barat maupun Islam. Perbedaan sumber, orientasi, dan batas validitas pengetahuan menimbulkan kebutuhan akan analisis komparatif dan integratif terhadap berbagai pendekatan epistemologis yang berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual antara prinsip verifikasi yang dikemukakan A.J. Ayer, falsifikasi Karl Popper, serta kerangka epistemologi bayani, burhani, dan irfani dalam tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bersumber dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku filsafat ilmu, literatur klasik keislaman, serta publikasi akademik yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan menelusuri basis data ilmiah dan sumber pustaka tematik yang berkaitan dengan filsafat ilmu dan epistemologi Islam. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik yang mencakup proses reduksi data, kategorisasi konsep, sintesis argumentatif, serta interpretasi epistemologis secara komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip verifikasi dan falsifikasi memberikan fondasi empiris-rasional yang kuat bagi pengembangan sains modern, terutama dalam menegaskan keterujian dan sikap kritis terhadap teori ilmiah. Namun, kedua pendekatan tersebut memiliki keterbatasan karena belum mampu menjangkau dimensi normatif dan spiritual pengetahuan. Sebaliknya, epistemologi bayani, burhani, dan irfani menawarkan struktur metodologis yang lebih holistik dengan memadukan otoritas teks, rasionalitas demonstratif, dan pengalaman spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi dialogis antara kelima pendekatan tersebut berpotensi memperkaya khazanah filsafat ilmu kontemporer serta membuka ruang bagi pengembangan metodologi keilmuan yang lebih komprehensif, seimbang dan bernilai etis.
Downloads
References
Adamson, P., & Taylor, R. (2005). The Cambridge Companion to Arabic Philosophy. Cambridge University Press.
Al-Ghazali, A. H. (1997). Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushul.
Al-Jabiri, M. A. (1990). Bunyat al-‘Aql al-‘Arabī (The Structure of Arab Reason. Markaz Dirāsāt al-Wahdah al-‘Arabiyyah.
Alkhadafi, R. (2024). Epistemologi Filsafat Islam. JMPI: Jurnal Manajemen. Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 2(1), 1–12.
Amin, A. R. (2015). Epistemologi Positivisme dalam Filsafat Ilmu. Prenada Media.
Ayer, A. J. (1952). Language, Truth and Logic. Dover Publications.
Bakhtiar, A. (2014). Filsafat Ilmu. RajaGrafindo Persada.
Chalmers, A. F. (2013). What Is This Thing Called Science? (4th ed.). Open University Press.
Chittick, W. C. (2007a). The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-‘Arabi’s Metaphysics of Imagination. State University of New York Press.
Chittick, W. C. (2007b). The Sufi Path of Knowledge. SUNY Press.
Faiz, M. (2019). Filsafat Ilmu: Analisis Epistemologis dalam Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Pustaka Pelajar.
Fatkhun, A. K. L., Romadani, O., & Syahputra, I. (2024). Sinergi Epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Kajian Wacana Ilmiah Islam: Pendekatan Komprehensif terhadap Sumber Pengetahuan, Rasionalitas, dan Spiritualitas. Universitas Negeri Surabaya. https://doi.org/10.62281/xkb7zq31
Firdaus, M. F. (2018). Hubungan Fakta Dan Makna Pada Prinsip Verifikasi Perspektif Alfred Jules Ayer. https://doi.org/10.33508/arete.v6i1.1642
Friedman, M. (1999). Reconsidering Logical Positivism. Cambridge University Press.
Hacohen, M. H. (2002). Karl Popper: The Formative Years, 1902–1945. Cambridge University Press.
Hanafi, H. (1991). Turāth wa Tajdīd. al-Mu’assasah al-Jami‘iyyah.
Harahap, H. (2013). Metodologi Tafsir al-Qur’an. Kencana.
Heribdp. (2021). Siklus Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan. Jurnal Filsafat Dan Sains, 9(2), 112–120.
Komarudin. (2024). Falsifikasi Karl Popper dan Kemungkinan Penerapannya dalam Keilmuan Islam. At-Taqaddum, 6(2), 145–160.
Magee, B. (1973). Popper. Fontana Press.
Muslih, M. (2005). Filsafat Ilmu: Kajian Filosofis atas Sejarah, Paradigma, dan Praksis Ilmu Pengetahuan. Belukar.
Mustansyir, R. (1987). Filsafat Analitik dan Perkembangan Positivisme Logis. Depdikbud.
Mutakallim. (2021). Menelusuri Bangunan Epistemologi Keislaman Klasik (Bayani, Burhani dan Irfani. Jurnal Pendidikan Kreatif, 1(1).
Popper, K. R. (1959). The Logic of Scientific Discovery. Routledge Classics.
Riski, M. A. (2023). Falsifikasi Karl R. Popper dan Urgensinya dalam Dunia Akademik. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 251–260.
Shah, M. (2000). Al-Fikr al-Arabi al-Hadits. Dar al-Fikr.
Subagiya, B. (2023). Eksplorasi penelitian Pendidikan Agama Islam melalui kajian literatur: Pemahaman konsep dan aplikasi praktis. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 304–318. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i3.14113
Subakti, M. (2019). Metodologi Epistemologi Islam. Rosdakarya.
Subekti, M. (2015). Epistemologi Kritis Karl Popper. Remaja Rosdakarya.
Suhrawardi. (1192). Hikmat al-Ishraq. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Susanto, E. (2016). Epistemologi Burhani dalam Tradisi Filsafat Islam. Jurnal Ushuluddin.
Taufiq, M. (2023). Konstruksi Kebenaran Hakiki dalam Epistemologi Bayānī, ‘Irfānī dan Burhānī ‘Abid al-Jabiri. Jurnal Iklila.
Utomo, S. T., & Mu’anayah, N. A. (2021). Epistemology of Islamic Education: Al-Jabiri Perspective of Burhani–Bayani–Irfani. ‘Ulum al-Din.
Yazdi, M. H. (2023). The Principles of Epistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence. State University of New York Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arbi Salam Ahmad, Muhammad Zalnur, Efendi Efendi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















