Transformasi Gender Dalam Perspektif Konstruksi Sosial (Studi Pada Transpuan Kota Gorontalo)

Authors

  • Rapli Mobilingo Universitas negeri Gorontalo
  • Dewinta Rizky R Hatu Universitas Negeri Gorontalo
  • Yowan Tamu Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4470

Keywords:

Tranformasi Gender, Konstruksi Sosial, Transpuan

Abstract

Penelitian Ini Mengkaji Proses Transformasi Gender Pada Transpuan Di Kota Gorontalo Melalui Perspektif Konstruksi Sosial Berger Dan Luckmann Dan Faktor  Yang Melatarbelakangi Transformasi Ini Serta Mengankat Pengalaman  Dalam Menjalani Kehidupan Sebagai Transpuan Di Tengan Norma Heteronormatif. Latar Belakang Penelitian Berangkat Dari Fenomena Ketidaksesuaian Antara Jenis Kelamin Biologis Dan Identitas Gender Yang Dialami Sebagian Individu, Yang Dipengaruhi Oleh Faktor Keluarga, Lingkungan Sosial, Serta Pengalaman Hidup Sejak Masa Kanak-Kanak. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Bagaimana Proses Eksternalisasi, Objektivasi, Dan Internalisasi Membentuk Identitas Gender Transpuan, Serta Mengidentifikasi Faktor Sosial Yang Mendorong Terjadinya Transformasi Tersebut. Metode Yang Digunakan Adalah Penelitian Kualitatif Dengan Pendekatan Deskriptif, Melalui Wawancara Mendalam, Observasi, Dan Dokumentasi Terhadap Tiga Informan Transpuan Yang Telah Bertransformasi Secara Konsisten. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Transformasi Gender Berlangsung Secara Bertahap Sejak Usia Anak-Anak Hingga Remaja, Ditandai Oleh Kecenderungan Bermain Dengan Teman Perempuan, Kenyamanan Mengekspresikan Sifat Feminin, Serta Proses Perubahan Penampilan Seperti Memanjangkan Rambut, Menggunakan Make Up, Hingga Mengadopsi Nama Baru. Faktor Ekonomi Keluarga, Minimnya Figur Ayah, Kedekatan Dengan Lingkungan Perempuan, Serta Dukungan Komunitas Turut Mempercepat Internalisasi Identitas Sebagai Transpuan. Kesimpulannya, Transformasi Gender Pada Transpuan Merupakan Proses Sosial Yang Dibentuk Melalui Interaksi Berkelanjutan Dengan Lingkungan, Bukan Sekadar Dorongan Biologis, Dan Berlangsung Melalui Mekanisme Konstruksi Sosial Yang Kompleks

Downloads

Download data is not yet available.

References

S. Azisah, A. Mustari, A. Masse, S. A. Kara, T. Babcock, R. Dzuhayatin, L. Bertulfo, S. Hasyim, dan W. Jaharuddin, Kontekstualisasi Gender, Islam dan Budaya. Makassar: Seri Kemitraan Universitas Masyarakat, 2016.

C. Beauchamp dan L. Thomas, “Understanding teacher identity: An overview of issues in the literature and implications for teacher education,” Cambridge Journal of Education, vol. 39, no. 2, pp. 175–189, 2009, doi: 10.1080/03057640902902252.

J. Berger, “The psychotherapeutic treatment of male homosexuality,” American Journal of Psychotherapy, vol. 48, no. 2, pp. 251–261, 1994.

P. L. Berger dan T. Luckmann, The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. New York: Anchor Books, 1966.

P. L. Berger dan T. Luckmann, The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. London: Penguin Adult, 1991.

J. Bronte-Tinkew, M. E. Scott, A. Horowitz, dan E. Lilja, “Pregnancy intentions during the transition to parenthood and links to coparenting for first-time fathers of infants,” Parenting: Science and Practice, vol. 9, no. 1–2, pp. 1–35, 2009, doi: 10.1080/15295190802656729.

R. D. W. A. Caraka, “Konstruksi sosial dalam implementasi kebijakan pengadaan gerbong khusus perempuan pada commuter line (studi terhadap pengalaman penumpang commuter line),” Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, Indonesia, 2021.

S. J. Ceci dan W. M. Williams, “Understanding current causes of women’s underrepresentation in science,” Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS), vol. 108, no. 8, pp. 3157–3162, 2011, doi: 10.1073/pnas.1014871108.

R. Connell, Gender. Cambridge: Polity Press, 2009.

R. Connell, “Gender, health and theory: Conceptualizing the issue, in local and world perspective,” Social Science & Medicine, vol. 74, no. 11, pp. 1675–1683, 2012, doi: 10.1016/j.socscimed.2011.06.006.

Y. P. Dewi, “Kepuasan citra tubuh dan hubungannya dengan pengambilan keputusan menjadi transeksual waria,” Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, Indonesia, 2009. [Online]. Tersedia: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28316

R. Djohani, Dimensi Gender dalam Pengembangan Program Secara Partisipatif. Bandung: Driya Media, 1996.

P. Hopkin, Fundamentals of Risk Management: Understanding, Evaluating and Implementing Effective Risk Management, 5th ed. London: Kogan Page Publishers, 2018.

N. H. Husna, “Krisis identitas diri pada penyandang transgender,” Skripsi, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Purwokerto, Indonesia, 2023.

Y. Indriastuti, S. A. Sufa, I. H. Desember, dan Y. D. Rizky, “Peran komunikasi keluarga terhadap perilaku anak (studi tentang perubahan perilaku transgender),” Inter Komunika: Jurnal Komunikasi, vol. 5, no. 2, pp. 1–13, 2020.

Downloads

Published

15-01-2026

How to Cite

[1]
R. Mobilingo, D. R. R. Hatu, and Y. Tamu, “Transformasi Gender Dalam Perspektif Konstruksi Sosial (Studi Pada Transpuan Kota Gorontalo)”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 11201–11208, Jan. 2026.