Pancasila sebagai Fondasi Etika Sosial di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Authors

  • Ahmadinejad Zahriyanto Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Galuh Kiageng Selo Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Lintang Jalil Qodir Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Abdillah Aynul Zihni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Gading Arya Nafis Rabbani Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Cheka Bagasya Iswara Khanda Apryono Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4445

Keywords:

Pancasila, Etika Digital, Media Sosial, Era Digital

Abstract

Era digital membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial, distribusi informasi, dan kultur komunikasi masyarakat Indonesia. Media sosial memperluas partisipasi publik, tetapi juga memunculkan tantangan etika seperti hoaks, ujaran kebencian, polarisasi, penyalahgunaan data pribadi, serta melemahnya empati dalam ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pancasila sebagai fondasi etika sosial dalam menghadapi dinamika tersebut serta mengidentifikasi peluang pemanfaatan teknologi untuk memperkuat nilai kebangsaan. Metode yang digunakan adalah meta-analisis kualitatif terhadap 22 artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, serta penelitian terkait etika digital, literasi media, dan nilai Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi tinggi sebagai kerangka normatif untuk membangun perilaku digital yang beradab. Sila Kemanusiaan berfungsi menahan sikap agresif dan tidak etis; sila Persatuan berperan menghadapi polarisasi; sila Kerakyatan mengarahkan dialog publik yang rasional; dan sila Keadilan mendorong pemerataan akses digital. Tantangan utama yang ditemukan meliputi penyebaran disinformasi, bias algoritma, intoleransi digital, serta komodifikasi data. Adapun peluangnya mencakup pemanfaatan teknologi untuk pendidikan karakter, kampanye toleransi berbasis media sosial, literasi digital berbasis Pancasila, dan penguatan gerakan solidaritas digital. Penelitian ini menawarkan model “Etika Digital Berbasis Pancasila” sebagai strategi memperkuat moralitas publik dan kualitas ruang digital Indonesia. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, S. (2019). The Spread of Hoaxes and Its Implications on Social Cohesion in Indonesia. Jurnal Komunikasi.

Bakshy, E., Messing, S., & Adamic, L. (2015). Exposure to ideologically diverse news and opinion on Facebook. Science.

Chouliaraki, L. (2015). Digital witnessing in conflict zones. Communication and the Public, 2(2), 118–135.

Couldry, N., & Mejias, U. (2019). The Costs of Connection. Stanford University Press.

Flaxman, S., Goel, S., & Rao, J. M. (2016). Filter bubbles, echo chambers, and online news consumption. Public Opinion Quarterly, 80(S1), 298–320.

Freire, P. (2018). Pedagogy of the Oppressed. Bloomsbury.

Fuchs, C. (2017). Social Media: A Critical Introduction. Sage.

Hastuti, R. (2020). Pemanfaatan media digital sebagai sarana internalisasi nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 145–156.

Hidayat, A. (2019). Strategi digital storytelling dalam menanamkan nilai toleransi pada mahasiswa. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 4(1), 33–45.

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2019). Laporan tahunan literasi digital nasional. Kemenkominfo.

Latif, Y. (2018). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Gramedia.

Lim, M. (2017). Freedom to Hate: Social Media, Algorithmic Enclaves, and the Rise of Tribal Nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies.

Müller, K., & Schwarz, C. (2019). Fanning the flames of hate: Social media and hate crime. Journal of the European Economic Association, 17(4), 1341–1385.

Nasrullah, R. (2018). Literasi Digital Masyarakat Indonesia. Jurnal Pekommas.

Nasrullah, R. (2018). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa.

Nugroho, Y., Putri, D. A., & Laksmi, S. (2019). Mapping Digital Media in Indonesia. Open Society Foundation.

Pariser, E. (2011). The Filter Bubble: What the Internet is Hiding from You. Penguin.

Sahal, M., Musadad, A. A., & Akhyar, M. (2018). Tolerance in multicultural education. IJMMU.

Sari, D. P. (2020). Internalisasi Nilai Pancasila pada Generasi Muda di Era Digital. Jurnal Civic Education.

Schmid, A. P. (2013). Radicalization: A literature review. ICCT.

Setiadi, A. (2019). Ujaran kebencian di media sosial dan implikasinya terhadap kerukunan sosial. Jurnal Ilmu Sosial, 8(2), 201–215.

Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321–326.

Syafruddin, D. (2020). Gotong royong digital: Solidaritas masyarakat Indonesia pada era media sosial. Jurnal Sosioteknologi, 19(1), 87–98.

Tamburaka, A. (2018). Information Disorder dan Dampak Sosialnya dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Komunikasi dan Informasi.

Tandoc, E. C., Lim, Z. W., & Ling, R. (2018). Defining “fake news”: A typology of scholarly definitions. Digital Journalism, 6(2), 137–153.

UNESCO. (2016). Media and Information Literacy Framework.

UNESCO. (2016). Media and information literacy: Policy and strategy guidelines. UNESCO Publishing.

UNICEF. (2017). The state of the world’s children: Children in a digital world. UNICEF.

Wardani, F. (2018). Literasi digital dan penyebaran hoaks di kalangan remaja. Jurnal Komunikasi Indonesia, 7(1), 55–66.

Wibowo, A., & Rosyid, A. (2018). Pendidikan karakter dan etika digital dalam pembelajaran Pancasila di perguruan tinggi. Jurnal Civics, 15(2), 123–134.

Widodo, J. H. (2019). Pancasila dan etika digital. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(2), 55–65.

Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism. Profile Books.

Downloads

Published

13-12-2025

How to Cite

[1]
A. Zahriyanto, G. K. Selo, L. J. Qodir, A. A. Zihni, G. A. N. Rabbani, and C. B. I. K. Apryono, “Pancasila sebagai Fondasi Etika Sosial di Era Digital: Tantangan dan Peluang”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 4782–4789, Dec. 2025.