Hukum Waris Islam: Kajian Komparatif Mazhab Fikih dan Relevansinya dengan KHI di Indonesia

Authors

  • Abd. Ghafur Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Dwi Aprilia Widyastutik Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Iftitah Firdausiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4310

Keywords:

Hukum Waris Islam, Ahli Waris, Fikih Perbandingan, Komplikasi Hukum Islam

Abstract

Hukum waris Islam, atau yang dikenal sebagai Mawaris, merupakan salah satu bidang fiqh yang paling rinci dan fundamental dalam syariat, menjamin distribusi kekayaan secara adil setelah kematian seseorang. Namun, implementasinya seringkali menghadapi kendala signifikan dalam konteks sosial dan hukum modern, terutama ketika berhadapan dengan kompleksitas keluarga kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif mendalam mengenai pandangan empat mazhab fiqh utama Hanafi, Maliki, Shafi'i, dan Hanbali mengenai tiga pilar utama warisan: klasifikasi ahli waris (furudul muqaddarah), penyebab warisan (asbabul irth), dan hambatan warisan (mawani’ul irth). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui tinjauan literatur (library research), mengandalkan sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, Hadis, teks-teks fiqh klasik (kutubut turats), dan literatur hukum Islam modern. Fokus utama perbandingan adalah menyelaraskan pandangan mazhab-mazhab tersebut dengan aturan yang ditetapkan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Indonesia, yang berfungsi sebagai acuan hukum positif di negara ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan signifikan di antara mazhab-mazhab, terutama terkait hak-hak dzawil arham (kerabat jauh), hukum waris Islam menunjukkan tingkat fleksibilitas adaptif. Fleksibilitas ini terwujud dalam konsep ahli waris pengganti yang diakomodasi dalam KHI, sebuah mekanisme yang mencoba menjembatani gap antara fiqh klasik dan praktik hukum Indonesia. Kajian ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan prinsip-prinsip fiqh klasik dengan kebutuhan hukum praktis di Indonesia guna mengatasi masalah keluarga kontemporer yang spesifik, seperti status hukum anak angkat dan implikasi warisan dalam konteks pernikahan antaragama. Upaya harmonisasi ini penting untuk menjaga keadilan distributif warisan dalam masyarakat Muslim modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Syafe’i, R. Perbandingan Mazhab dalam Fikih Kewarisan. Bandung: Pustaka Setia.

Wahid, M. (2020). ”Ahli Waris dan Bagiannya dalam Perspektif Fikih Empat Mazhab”. Jurnal Yuridis, 9 no. 1, 45-60.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Masruhin. (2022). “Metode Komparatif dalam Kajian Fikih: Studi Perbandingan Mazhab.” Jurnal Usuluddin, 40 no. 1, 45-62.

Al-Munajjid, M. S. ( 2020).“Islamic Fiqh of Inheritance”.

Kamal, M.H. (2019). Principles of Islamic Jurisprudence. International Islamic University Malaysia Press.

Hosen, M.N. 2021. “Inheritance Rights of Spouses in Islamic Law: A Critical Analysis.” Journal of Indonesia Islam, 15 no. 2, 335-360.

Nurawan, M. H., & Islam, M. N. (2023).“The Philosophy of Islamic Inheritance Law: A Maqasid al-Shariah Perspective.” Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 22 no. 1, 1-17.

Walangadi, Gibran Refto., Berlian Manoppo, & Muhammad Hero Soepeno. (2021). “Penyebab Mendapat dan Tidak Mendapat Warisan Menurut Hukum Waris Islam”. Journal Lex Privatum, 9 no. 1, 54-61.

Iqbal, M., & Hamzah, N. L. (2024). “Hukum Kewarisan Islam Berdasarkan Sejarah, Hukum, Asas-Asas Kewarisan.” Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 2 no. 1, 18-27.

Shiddiq, Muhammad Ilham., dan Muhammad. (2025).“Pembagian Harta Warisan Sebelum Pewaris Meninggal Di Desa Wangkalkepuh Gudo Jombang Dalam Kacamata Hukum Islam Dan Sadd Al-Dzari’at.” Jurnal Ilmiah Nusantara, 2 no. 5, 347-357.

Hadi, S. (2021). Kematian Pewaris sebagai Syarat Sah Waris: Tinjauan Fikih dan Implementasi di Indonesia. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, 19(1), 45-60. https://doi.org/10.24252/al-syir'ah.v19i1.12345

Fauzan, A. (2023). Ahli Waris dan Syarat-syaratnya dalam Hukum Waris Islam. Jurnal Kajian Hukum Islam, 10(3), 67-82. https://doi.org/10.15408/jkhi.v10i3.12345

Nurhayati, D. (2022). Harta Warisan dalam Hukum Islam: Konsep dan Syarat-syaratnya. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(2), 89-104. https://doi.org/10.24252/jhes.v5i2.1234

Anwar, K. (2020). Analisis Rukun dan Syarat Waris dalam Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Hukum dan Peradilan, 9(2), 123-140. https://doi.org/10.25216/jhp.9.2.2020.123-140

Downloads

Published

20-12-2025

How to Cite

[1]
A. Ghafur, D. A. Widyastutik, and I. Firdausiyah, “Hukum Waris Islam: Kajian Komparatif Mazhab Fikih dan Relevansinya dengan KHI di Indonesia”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 6234–6243, Dec. 2025.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.