Pemahaman Akuntansi Forensik, Persepsi Whistleblowing, dan Moralitas Individu terhadap Pencegahan Kecurangan di Ditjen Bina Bangda

Authors

  • Ayudyasiwi Tzalinggar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Yogyakarta
  • Hasanah Setyowati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4304

Keywords:

Akuntansi, Whistleblowing, Individual Characteristic, Pencegahan Fraud

Abstract

Kecurangan masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia, baik dalam sektor publik maupun swasta. Berbagai kasus kecurangan yang sering terjadi mencakup korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan uang publik. Pencegahan kecurangan secara fundamental menuntut adanya kolaborasi antara faktor kognitif (pengetahuan), persepsi (sikap), dan nilai etis (moralitas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi forensik, persepsi whistleblowing, dan moralitas individu terhadap pencegahan kecurangan di Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi forensik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan, yang menegaskan bahwa semakin baik pemahaman pegawai mengenai konsep, teknik, dan prosedur akuntansi forensik, semakin efektif upaya mendeteksi manipulasi dan mencegah penyimpangan. Persepsi whistleblowing tidak berpengaruh positif dan signifikan, karena meskipun persepsinya baik, tindakan pelaporan memerlukan dukungan sistem pengendalian, budaya organisasi yang aman, serta perlindungan pelapor. Moralitas individu menunjukkan pengaruh positif dan signifikan paling dominan. Integritas, kejujuran, dan nilai moral menjadi faktor internal yang kuat dalam membentuk perilaku antikecurangan, karena individu bermoral tinggi lebih mampu mengendalikan tindakan melanggar aturan dan memahami dampak negatif kecurangan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki berdampak positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan di Ditjen Bina Bangda, dengan nilai koefisiensi determinasi sebesar 82,1%, sedangkan sisanya 17,9% disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini (R2 = 0,821).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, R. C., Mansi, S., & Reeb, D. M. (2003). Board Characteristics, Accounting Report Integrity, and the Cost of Debt. Journal of Accounting and Economics, 37(3), 315–342.

Anlilua, P., & Rusmita, S. (2023). Pengaruh Whistleblowing System, Sistem Pengendalian Internal, dan Budaya Organisasi terhadap Pencegahan Fraud. Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE), 1(3), 34–48. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/ejafe/article/view/73779/75676600538

Callahan, E. S., & Dworkin, T. M. (2000). The State of State Whistleblower Protection. American Business Law Journal, 38(1), 99–175. https://doi.org/10.1111/j.1744-1714.2000.tb00286.x

Dianto, A. (2023). Pengaruh Akuntansi Forensik, Audit Investigatif, Professional Judgment, dan Whistleblower terhadap Pengungkapan Fraud. Jurnal Akuntansi Neraca, 1(2), 11–23. https://doi.org/10.59837/jan.v1i2.7

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.

Hunt, S. D., & Vitell, S. (1986). A General Theory of Marketing Ethics. Journal of Macromarketing, 6(1), 5–16.

Indriyani, R., Surono, Margapradja, H. S., Sari, F., & Halimahtusyahdiyah, N. (2023). Pengaruh Whistleblowing dan Audit Internal terhadap Pencegahan Kecurangan. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi (JEBMAK), 2(3), 635–654. https://doi.org/10.61930/jebmak.v2i3.343

Khairinal. (2016). Menyusun Proposal, Skripsi, Thesis & Disertasi. Salim.

Kusuma, G. S. M., Kusumawaty, M., Handayani, M., & Oktarini, A. (2025). Pengaruh Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi terhadap Pencegahan Kecurangan dengan Moralitas sebagai Moderasi. Jurnal Riset Akuntansi, 17(1), 136–151. https://doi.org/10.34010/jra.v17i1.14351

Lestari, I. A. M. E., & Ayu, P. C. (2021). Pengaruh Moralitas Individu, Komitmen Organisasi dan Whistleblowing System terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud) Dalam Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Empiris pada Desa Se-Kecamatan Mengwi). Hita Akuntansi Dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia, 101–116. https://doi.org/10.32795/hak.v2i3.1803

Machali, I. (2015). Statistik Itu Mudah, Menggunakan SPPS Sebagai Alat Bantu Statistik (1st ed.). Ladang Kata.

Mayasari, R., Suhendro, S., & Azhar, R. (2024). Pengaruh Pengendalian Internal, Moralitas Individu, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kecenderungan Kecurangan Pegawai (Studi Empiris Perusahaan Industri di Lampung Tengah). Economics and Digital Business Review, 5(2), 769–781.

Najahningrum, A. F. (2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecenderungan (Fraud): Persepsi Pegawai Dinas Provinsi DIY. Accounitng Analysis Journal, 2(3), 259–267. https://doi.org/10.15294/aaj.v2i3.2496

Nugraha, B. (2022). Pengembangan Uji Statistik: Implementasi Metode Regresi Linier Berganda dengan Pertimbangan Uji Asumsi Klasik. Pradina Pustaka.

Nurhalisa, I., & Rely, G. (2024). Analisis Empiris Akuntansi Forensik dan Whistleblowing terhadap Pencegahan Fraud. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan Dan Tata Kelola Perusahaan (JAKPT) , 2(2), 467–476. https://doi.org/10.70248/jakpt.v2i2.1510

Purnomo, R. A. (2017). Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis Dengan SPSS. CV. WADE GROUP.

Santoso, S. (2019). Menguasai Statistik dengan SPSS 25. Elex Media Komputindo.

Singleton, T. W., & Singleton, A. J. (2010). Fraud Auditing and Forensic Accounting (4th ed.) (Vol. 11). John Wiley & Sons.

Suci, B. M., & Kuntadi, C. (2023). Pengaruh Akuntansi Forensik, Whistleblowing dan Moralitas Individu terhadap Pencegahan Kecurangan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(1), 260–267. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i1.467

Sugiono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Widarjono, A. (2018). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya disertai Panduan Eviews (5th ed.). UPP STIM YKPN Yogyakarta.

Downloads

Published

16-12-2025

How to Cite

[1]
A. Tzalinggar and H. Setyowati, “Pemahaman Akuntansi Forensik, Persepsi Whistleblowing, dan Moralitas Individu terhadap Pencegahan Kecurangan di Ditjen Bina Bangda”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 5103–5114, Dec. 2025.