Analisa Variabel Biodiesel Hasil Transesterifikasi dengan Variasi Rasio Metanol-Etanol

Authors

  • Neny Rochyani Universitas PGRI Palembang
  • Alfredo Barutu Universitas PGRI Palembang
  • Agus Wahyudi Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4268

Keywords:

Biodiesel, CPO, Etanol, Metanol

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang dihasilkan dari sumber daya terbarukan, khususnya minyak nabati, sehingga berpotensi menjadi substitusi bahan bakar fosil yang ketersediaannya semakin menurun. Pada penelitian ini, bahan baku yang digunakan adalah Crude Palm Oil (CPO) yang diolah melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum dalam proses transesterifikasi CPO dengan memvariasikan rasio campuran alkohol metanol–etanol serta persen katalis NaOH terhadap massa CPO, sehingga diperoleh biodiesel dengan rendemen dan kualitas terbaik sesuai standar parameter uji fisik. Pada penelitian ini metodologi yang digunakan terdiri dari beberapa tahap, yaitu analisis awal CPO, proses transesterifikasi, pemisahan fasa antara biodiesel dan gliserol, pemurnian biodiesel melalui pencucian dan pengeringan, serta analisis sifat fisik biodiesel yang meliputi pengujian densitas, kadar air, angka asam, dan rendemen (yield). Variasi rasio alkohol yang digunakan adalah metanol:etanol 9:1, 8:2, dan 7:3, sedangkan variasi katalis NaOH yang digunakan yaitu 1%, 1,38%, dan 1,5% terhadap berat total CPO. Seluruh proses transesterifikasi dilakukan pada temperatur 60 °C dengan kecepatan pengadukan 600 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada rasio metanol:etanol 7:3 dengan penambahan katalis NaOH sebanyak 1% berat CPO, menghasilkan rendemen sebesar 76,2%. Adapun hasil uji sifat fisis biodiesel yang dihasilkan pada kondisi optimum tersebut memiliki densitas 888 kg/m³, kadar air 0,18%, dan angka asam 0,28 mgKOH/g. Hasil ini menunjukkan bahwa biodiesel yang diperoleh telah mendekati karakteristik kualitas yang memenuhi standar biodiesel komersial, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Jaya, J. D., & Rodiansono. (2010). Optimasi Jumlah Katalis KOH dan NaOH pada Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit Menggunakan Kopelarut. Jurnal Sains Dan Terapan Kimia, 4(1), 79–89.

Andalia, W., & Pratiwi, I. (2019). Kinerja Katalis Naoh dan KOH ditinjau dari Kualitas Produk Biodiesel yang dihasilkan dari Minyak Goreng Bekas. Jurnal Tekno Global UIGM Fakultas Teknik, 7(2), 66–73. https://doi.org/10.36982/jtg.v7i2.549

Anggraini, I. F., & Hijriah, A. Y. (2019). P Pengaruh Variasi Jumlah Metanol Dalam Reaksi Pembuatan Biodiesel Dari Fraksi Stearin Minyak Sawit. Jurnal Teknik Patra Akademika, 10(01), 33–40. https://doi.org/10.52506/jtpa.v10i01.85

Daryono, Dwi, E., Wardana, I. N. G., & Hamidi, C. C. M. N. (2021). Proses Interesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Menjadi Biodiesel (Fatty Acid Methyl Esters) dengan Bio-katalis Senyawa Aromatik. http://repository.ub.ac.id/id /eprint/188101/

Firmansyah, R., & Dewi, T. (2020). Evaluasi Sifat Fisis Biodiesel dari Minyak Sawit. Jurnal Energi Berkelanjutan, 2(3), 60–67

Herizal, O. :, & Rahman, M. (2008). Optimalisasi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Menjadi Biodiesel dengan Katalis NaOH. Lembaran Publikasi LEMIGAS, 42(3), 61–66.

Irawan, A. (2017). Transesterifikasi Minyak Nabati Menggunakan Katalis Homogen. Jurnal Sumber Energi Alternatif, 3(2), 44–52.

Lubis, Y., & Hidayat, A. (2018). Produksi Biodiesel: Review Reaksi dan Parameter Operasi. Jurnal Teknologi Industri, 9(1), 33–48.

Murtaldo, L. N. U. (2017). Penggunaan Campuran Metanol-Etanol Pada Reaksi Transesterifikasi Dalam Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah (Waste Cooking Oil) Dengan Menggunakan KOH Sebagai Katalis. 1–23.

Pratama, S., & Rahayu, M. (2020). Pengaruh Katalis Basa dalam Reaksi Transesterifikasi. Jurnal Bahan Bakar Nabati, 4(2), 55–61.

Putra, H., & Lestari, F. (2022). Optimasi Rasio Alkohol pada Sintesis Biodiesel dari CPO. Jurnal Teknik Energi, 6(1), 20–29

Ryan, S. (2020). Disusun Oleh : Disusun Oleh : In Pelaksanaan Pekerjaan Galian Diversion Tunnel Dengan Metode Blasting Pada Proyek Pembangunan Bendungan Leuwikeris Paket 3, Kabupaten Ciamis Dan Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Vol. 1, Issue 11150331000034).

Sahubawa, L., & Ningtyas, P. (2012). Pengaruh Penggunaan Katalis NaOH Pada Reaksi Transesterifikasi Terhadap Kualitas Biofuel Limbah Minyak Tepung Ikan Sardin. Saintek Perikanan, 7(1), 88–93.

Sandra, Sandra, Bambang Susilo, N. I. A. (2021). sintesis minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis) menjadi biodiesel menggunakan metil asetat dengan metode interesterifikasi. IIlmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 9(1), 1–10. https://doi.org/10.29303/jrpb.v9i1.176

Setyawati, A. (2018). Penggunaan Campuran metanol-etanol pada sintetis biodiesel dari minyak jelantah dengan metode elektrolisis 3(2), 91–102.

Sutrisno, B. (2016). Analisis Rendemen Biodiesel dari Berbagai Jenis Alkohol. Jurnal Kimia Terapan, 10(4), 101–109.

Widodo, A., Putri, N., & Sari, D. (2019). Kualitas Biodiesel Berbasis CPO dengan Variasi Rasio Alkohol. Jurnal Teknologi Kimia, 5(3), 112–119.

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

[1]
N. Rochyani, A. Barutu, and A. Wahyudi, “Analisa Variabel Biodiesel Hasil Transesterifikasi dengan Variasi Rasio Metanol-Etanol”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 7782–7789, Dec. 2025.