Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus dengan Teman Sebaya di Kelurahan Tomulabutao Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4214Keywords:
Interaksi Sosial, Anak Berkebutuhan Khusus, Tomulabutao SelatanAbstract
Interaksi sosial merupakan aspek fundamental dalam perkembangan sosial dan emosional anak berkebutuhan khusus (ABK), namun dalam praktiknya masih dihadapkan pada berbagai hambatan, baik yang bersumber dari keterbatasan individu maupun dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial ABK dengan teman sebaya di Kelurahan Tomulabutao Selatan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas interaksi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap anak, orang tua, serta teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama interaksi sosial ABK meliputi kesulitan memahami konteks sosial, keterbatasan komunikasi verbal, serta hambatan dalam mengekspresikan dan mengelola emosi. Anak yang mampu berbicara masih mengalami kesulitan menyesuaikan perilaku komunikasi, sementara anak dengan keterbatasan verbal cenderung bergantung pada ekspresi nonverbal seperti tangisan, senyuman, dan gerak tubuh. Temuan juga mengungkapkan bahwa pengalaman perundungan dan penolakan sosial berdampak pada rendahnya kepercayaan diri serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan. Di sisi lain, dukungan orang tua dan penerimaan teman sebaya terbukti berperan penting dalam menciptakan ruang interaksi yang lebih aman dan inklusif. Teman sebaya yang menunjukkan empati, kesabaran, dan pemahaman mampu membantu ABK terlibat lebih aktif dalam interaksi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan interaksi sosial ABK sangat dipengaruhi oleh sinergi antara kemampuan komunikasi anak dan kualitas dukungan lingkungan sosial berbasis keluarga serta komunitas.Downloads
References
Ainnayyah, R., Maulida, R. I., Ningtyas, A. A., & Istiana, I. (2019). Identifikasi Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Interaksi Sosial. Jurnal Pendidikan Inklusi, 3(1), 48–52.
Anugrahtya, S., & Zen, D. S. (2024). Analisis interaksi sosial anak autis dalam lingkungan sekolah inklusif. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 112–124.
Blumer, H. (1986). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.
Christyastari, W., & Rusmawan (2024). Interaksi Sosial Siswa Autis di Sekolah Inklusi. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti, 1(2).
Dewi, I. N., Riyani, & Ahyarudin, A. (2023). Teknik penulisan karya tulis ilmiah: pedoman dan tantangannya. Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah, 4(1).
Diantika, R., Achmad, H., & Yani, A. (2020). Lingkungan inklusi dan kemampuan bersosialisasi : studi terhadap pola pertemanan Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK ). Sosietas Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(1), 765–769.
Diantika, R., Hufad, A., & Achdiani, Y. (2023). Pola interaksi sosial dan penerimaan teman sebaya terhadap anak berkebutuhan khusus di lingkungan inklusi. Sosietas, 12(1), 45–56.
Fidienillah, F. F., Rafsanjani, H. S., & Iqlima, F. (2024). Interaksi Sosial Siswa Tunadaksa dengan Teman Kelas Sebaya di sekolah. Jurnal Anak Bangsa, 3, 142–157.
Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Anchor Books.
Goffman, E. (1967). Interaction Ritual: Essays on Face-to-Face Behavior. Anchor Books.
Hapsari, D. (2018). Peran teman sebaya dalam perkembangan emosional anak usia sekolah dasar. Jurnal Psikologi Perkembangan, 6(2), 112–120.
Humaira, N. A., & Mawardah, M. (2024). Kemampuan Interaksi Sosial dan Kemampuan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Pelita Bunda Education Centre Samarinda. Jurdimas, 7(1).
Maulana, A. (2017). Hambatan komunikasi anak berkebutuhan khusus dalam interaksi sosial di sekolah dasar inklusi. Jurnal Pendidikan Khusus, 13(2), 45–53.
Mulyadi, R. (2021). Peran orang tua dalam meningkatkan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Inklusif, 9(2), 112–124.
Mutiah, D. (2019). Perkembangan emosional anak: Tinjauan psikologi perkembangan. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 45–52.
Nuriza, K. I. (2023). Interaksi Sosial Antara Siswa Reguler dengan Berkebutuhan Khusus Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar (Studi Kasus di MIT Ar-Roihan Lawang-Malang). EBTIDA’ : Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 3(2), 342–349.
Panambang, A. (2025). Siswa Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Bullying di SD Kota Gorontalo, Ortu Lapor PPA. TribunGorontalo. https://gorontalo.tribunnews.com/2025/01/17/siswa-berkebutuhan-khusus-diduga-jadi-korban-bullying-di-sd-kota-gorontalo-ortu-lapor-ppa
Pratiwi, S., & Nugraha, H. (2017). Interaksi sosial dan pembentukan regulasi emosi pada anak sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(3), 201–210.
Putri Bactiar, F. A., Aenika, U., Putri, J. N. A., Masfia, I., & Fahmi, Z. (2024). Keterampilan bersosialisasi siswa autis di sekolah inklusi. JKIP: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 5(3), 87–98.
Putri, M. D. (2019). Kemampuan komunikasi dan penerimaan sosial anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 12–20.
Putri, N. K., Yusuf, Y., Resdati, & Marnelly, T. R. (2023). Interaksi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi SD Negeri 136 Kota Pekanbaru. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(2), 1622–1629.
Rahardiani, S., & Yusuf, M. (2020). Sikap masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus dan implikasinya terhadap interaksi sosial. Jurnal Psikososial Indonesia, 7(1), 45–58.
Raharjo, B., & Sari, R. (2020). Ekspresi emosi anak dengan hambatan komunikasi: Studi observasional. Jurnal Pendidikan dan Perilaku Anak, 4(1), 33–41.
Rahmawati, R. (2020). Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan karya ilmiah pada guru SMA Purnama 2 Jakarta-Selatan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan.
Santoso, D. (2018). Dukungan keluarga sebagai faktor penentu keberhasilan sosialisasi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Interaksi Sosial, 5(3), 201–210.
Sari, L. M., & Prasetyo, D. (2020). Hubungan kemampuan bahasa dengan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus. Jurnal Psikologi Perkembangan, 8(2), 77–88.
Suryani, M. (2021). Bentuk ekspresi emosional anak dengan keterlambatan bicara. Jurnal Psikologi Klinis Anak, 9(2), 67–75.
Sutrisno, I. (2019). Teori interaksi sosial dan implikasinya dalam perkembangan hubungan antarpersonal siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 7(1), 23–31.
Translitera (2024). Pola Komunikasi Antar Pribadi Guru dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tuna Rungu di YPLB Blitar. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi & Studi Media, 13(2), 84–88.
Widiastuti, R. (2021). Interaksi sosial anak berkebutuhan khusus dalam lingkungan inklusif: faktor internal dan eksternal. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 15(1), 55–64.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Ain Hiola, Rahmatiah Rahmatiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















