Konsep Filsafat Eksistensialisme dan Kaitannya dengan Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Biologi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4212Keywords:
Eksistensialisme, Kemandirian Belajar, Pembelajaran Biologi, Pembelajaran MendalamAbstract
Filsafat eksistensial memiliki peran penting dalam pendidikan karena memandang manusia sebagai makhluk bebas, sadar, dan bertanggung jawab yang secara aktif membangun makna melalui proses pembelajaran serta interaksi terhadap pengalaman hidup. Perspektif ini menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer informasi, tetapi juga membantu peserta didik menemukan jati diri, nilai, dan tujuan hidup. Dalam konteks pendidikan biologi, pendekatan eksistensial sangat relevan mengingat biologi mempelajari kehidupan, keberadaan, dan hubungan manusia dengan lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Dengan demikian, pendidikan biologi tidak sekadar memahami konsep struktural dan fungsional makhluk hidup, tetapi juga menggugah kesadaran tentang makna hidup, keberlanjutan, serta tanggung jawab etis manusia terhadap kehidupan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterkaitan antara filsafat eksistensialisme dan pendekatan deep learning dalam pendidikan biologi di Indonesia. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif melalui kajian perpustakaan dengan menganalisis berbagai sumber filosofis dan pedagogis yang relevan untuk memahami integrasi kedua perspektif tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai eksistensialisme seperti kebebasan berpikir, keaslian diri, refleksi, dan tanggung jawab, yang sangat berkesesuaian dengan prinsip deep learning yang menekankan pemahaman mendalam, analisis kritis, dan pembelajaran bermakna. Integrasi ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, reflektif, dan kontekstual sehingga memungkinkan siswa menghubungkan konsep biologi dengan realitas kehidupan mereka. Dengan demikian, penerapan pembelajaran mendalam berbasis eksistensialisme berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan modern melalui pembentukan peserta didik yang berpikir kritis, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran ekologis yang lebih tinggi terhadap keberlangsungan kehidupan.
Downloads
References
M. Z. Mansyur et al., Belajar dan Pembelajaran Abad 21. Yayasan Kita Menulis, 2024.
A. N. Akmal, N. Maelasari, and Lusiana, “Pemahaman Deep Learning dalam Pendidikan: Analisis Literatur melalui Metode Systematic Literature Review (SLR),” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), vol. 8, no. 3, pp. 3229–3236, Mar. 2025, [Online]. Available: http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
S. Mystakidis, E. Berki, and J. P. Valtanen, “Deep and meaningful e-learning with social virtual reality environments in higher education: A systematic literature review,” Mar. 01, 2021, MDPI AG. doi: 10.3390/app11052412.
A. A. Kyzy and E. S. Abdijalilovna, “Existentialism In The Philosophy of Education: Self-Awareness and Freedom of Choice of The Individual,” World scientific research journal, vol. 1, no. 40, pp. 325–327, 2025, [Online]. Available: https://scientific-jl.com/wsrj
K. R. dan T. Kementerian Pendidikan, “Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning),” Jakarta, 2025. Accessed: Oct. 09, 2025. [Online]. Available: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/pembelajaran-mendalam
R. Curren, “Philosophy of Education,” The Stanford Encyclopedia of Philosophy. Accessed: Oct. 12, 2025. [Online]. Available: https://plato.stanford.edu/entries/education-philosophy/
Supriyanto, “Philosophy of Education and Its Significance,” EDUGAMA: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, vol. 5, no. 1, pp. 2614–0217, 2019.
J. A. Gosetti-Ferencei, On Being and Becoming. Oxford University Press, 2021. doi: 10.1093/oso/9780190913656.001.0001.
H. Cheng, “Living the Sense of Subjectivity: Martin Buber’s Philosophy of Dialogue and Its Enlightenment to Education,” Learning & Education, vol. 10, no. 3, p. 100, Nov. 2021, doi: 10.18282/l-e.v10i3.2404.
L. Rohmah, “Eksistensialisme dalam Pendidikan,” EDUGAMA: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Eksistensialisme dalam Pendidikan, vol. 5, no. 1, pp. 2614–0217, 2019.
I. maratus Sholihah, F. Muhammad, and E. Fauziati, “Merdeka Belajar dalam Perspektif Eksistensialisme Jean Paul Sartre,” Jurnal Pendidikan, vol. 32, no. 1, pp. 11–18, Mar. 2023, doi: 10.32585/jp.v32i1.3238.
D. Yahyaei and F. Mahini, “The Influence of existentialism on teaching methods,” International Journal of Learning and Teaching, vol. 9, no. 3, pp. 354–363, Sep. 2017, doi: 10.18844/ijlt.v9i3.600.
A. Nazira, R. Andriani, and H. P. Sari, “Analisis Pengaruh Filsafat Eksistensialisme Dalam Kurikulum Pendidikan Modern,” Qosim: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, vol. 2, no. 2, 2024, [Online]. Available: http://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim
S. Mystakidis, “Deep Meaningful Learning,” Encyclopedia, vol. 1, no. 3, pp. 988–997, Sep. 2021, doi: 10.3390/encyclopedia1030075.
Kadarismanto and K. P. Sari, “Konsep Deep Learning Sebagai Pilar Dalam Strategi Pendidikan Berkualitas,” Pedagogia: Jurnal Keguruan dan Kependidikan, vol. 2, no. 1, p. 11, 2025, [Online]. Available: https://journal.metanusantara.com/pedagogia
C. Angermueller, T. Pärnamaa, L. Parts, and O. Stegle, “Deep learning for computational biology,” Mol Syst Biol, vol. 12, no. 7, p. 1, Jul. 2016, doi: 10.15252/msb.20156651.
N. Y. B. Agyeman, “Deep learning in high schools: exploring pedagogical approaches for transformative education,” HUMANIKA, vol. 24, no. 2, pp. 111–126, Sep. 2024, doi: 10.21831/hum.v24i2.71350.
C. Weng, C. Chen, and X. Ai, “A pedagogical study on promoting students’ deep learning through design-based learning,” Int J Technol Des Educ, vol. 33, no. 4, pp. 1653–1674, Sep. 2023, doi: 10.1007/s10798-022-09789-4.
F. Rahmandani, M. R. Hamzah, T. Handayani, and M. W. Kurniawan, “Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu dan Bermakna bagi Peserta Didik,” Inovasi : Jurnal Sosial Humanioradan Pendidikan, vol. 4, no. 3, pp. 769–781, 2025, doi: 10.55606/inovasi.v4i2.4896.
H. Faizah, G. Hendri, and S. Andriana, “Deep Learning in the Perspective of Educational Philosophy: Between Existence, Ethics, and Epistemology,” Int J Educ Res, vol. 4, no. 2, 2025, doi: 10.62951/ijer.v2i4.430.
D. Widyastika, R. H. Sitorus, and S. J. Lubis, “Literasi Sains dan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran IPA Abad 21,” JOURNAL ON TEACHER EDUCATION, vol. 3, no. 3, 2022, doi: 10.31004/jote.v3i3.4922.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Fajri Nur, Ismail Ismail

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















