Interaksi Sosial Bani Alawiyyin dalam Masyarakat Multikultur di Desa Kwalabesar Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol

Authors

  • Hendra Marhum Universitas Negeri Gorontalo
  • Yowan Tamu Universitas Negeri Gorontalo
  • Funco Tanipu Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.4190

Keywords:

Bani Alawiyyin, Interaksi Sosial, Masyarakat Multikultur, Teori Aksi Talcott Parsons

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola, mekanisme, dan makna interaksi sosial Bani Alawiyyin sebagai kelompok minoritas di Desa Kwalabesar, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol. Masyarakat desa terdiri atas berbagai etnis, dengan etnis Buol sebagai kelompok mayoritas, sementara Bani Alawiyyin berjumlah 71 jiwa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh Bani Alawiyyin, tokoh adat, pemuda, petani, pelaku usaha, dan pemerintah desa, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori Aksi Talcott Parsons digunakan untuk menelaah hubungan antara aktor, tujuan, sarana, kondisi situasional, dan norma yang mengarahkan tindakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi terbentuk melalui tiga ranah yang saling berkaitan. Pada ranah sosial, keterbukaan komunikasi, persahabatan lintas etnis, gotong royong, dan pemisahan antara perilaku individual dengan identitas kelompok mencegah konflik berkembang menjadi ketegangan antaretnis. Pada ranah budaya, Bani Alawiyyin mempertahankan identitas inti, terutama adat pernikahan, sambil berpartisipasi dalam tradisi lokal Jamah dan menyesuaikan praktik internal. Pada ranah ekonomi, konsistensi pelayanan perdagangan dan pembelian hasil pertanian menciptakan resiprositas, kepercayaan, serta ketergantungan fungsional. Temuan menegaskan bahwa keharmonisan multikultural bukan kondisi yang terbentuk secara otomatis, melainkan hasil tindakan sukarela dan rasional yang dipandu norma toleransi, saling menghormati, dan tujuan integrasi sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Yowei, “Interaksi Sosial Antar Masyarakat Multikultur dalam Mengembangkan Solidaritas Sosial,” J. Ekol. Birokrasi, vol. 10, no. 2, pp. 81–98, 2022, doi: https://jurnal.iyb.ac.id/index.php/jeb/article/view/205

N. H. Qodri, “Akulturasi Budaya Arab dalam Budaya Lokal Kehidupan Masyarakat Indonesia,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 8, no. 1, pp. 18–27, 2024, doi: https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12239

Pemerintah Desa Kwalabesar, “Profil Desa Kwalabesar Tahun 2022: Data Demografi dan Potensi Desa,” 2022, Pemerintah Desa Kwalabesar, Buol.

N. and M. Yuliana, “Analisis Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multikultural,” Sindoro Cendikia Pendidik., vol. 5, no. 1, pp. 21–30, 2024, doi: https://doi.org/10.9644/sindoro.v3i5.2340

A. and I. Hakim, M. Z. Syukur, “Sejarah dan Dinamika Bani Alawiyyin: Adaptasi dan Kontribusi dalam Masyarakat Nusantara,” Fajar Hist. J. Ilmu Sej. dan Pendidik., vol. 9, no. 2, pp. 148–167, 2025, doi: https://doi.org/10.29408/fhs.v9i2.25678

A. Y. Solihat, A. and Khalis, “Akulturasi Budaya Arab Dalam Motif Kaligrafi Batik Besurek Bengkulu,” J. Kaji. Seni, vol. 10, no. 1, pp. 80–94, 2023, doi: https://doi.org/10.22146/jks.84534

D. C. Wahyuningsih, “enormalan Baru dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Sosiologi Talcott Parsons,” vol. 10, no. 1, pp. 25–34, 2020, doi:https://doi.org/10.31764/jurnal prasetya.v1i1.3789

F. A. Nasution, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Harfa Creative, 2023.

A. H. Scammel, M. Semetko, Etnografi sebagai Teori dan Metode dalam Studi Komunikasi Politik. Jakarta: Kencana, 2021.

H. H. and A. Pratama, F. F. Mahendra, “Analisis Interaksi Sosial Dalam Pembelajaran Siswa Kelas V SDN Cilamajang,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 8, no. 1, pp. 203–209, 2024, doi: https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.10982

Y. Nofrianti, “Konflik dan Integrasi Sosial dalam Masyarakat Multikultural di Indonesia,” Kult. J. Ilmu Sos. dan Hum., vol. 2, no. 7, pp. 161–171, 2024, doi: https://doi.org/10.51178/kultura.v2i7.1755

N. A. Syukur, M. and Ramahdani, “Akulturasi Budaya Arab dan Bugis pada Tulisan Kaligrafi Masjid Raya Watampone,” J. Penelit. Tarbawi Pendidik. Islam dan Isu-Isu Sos., vol. 9, no. 2, pp. 91–98, 2024, doi: https://doi.org/10.18592/tarbawi.v9i2.1234

M. Listyani, R. and Lusitaningtyas, “Strategi Bertahan Pemilik Warung Kopi di Tengah Pandemi: Implementasi Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons,” J. Paradig., vol. 10, no. 3, pp. 14–26, 2021, doi: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/42112

I. Maryam, S. Arifin, Z. M. and Ilmiawan, “Masyarakat Arab dan Akulturasi Budaya Sasak di Kota Mataram (Tinjauan Historis),” Hist. J. Kajian, Penelit. dan Pengemb. Pendidik. Sej., vol. 6, no. 1, pp. 40–47, 2021, doi: https://doi.org/10.31764/historis.v6i1.3653

A. Yowei, “Modal Sosial Dalam Membangun Toleransi Antar Umat Beragama Di Kabupaten Jayapura,” J. Gov., vol. 1, no. 1, pp. 1–12, 2021, doi: https://doi.org/10.31957/jg.v1i1.1567

Downloads

Published

24-07-2026

How to Cite

[1]
H. Marhum, Y. Tamu, and F. Tanipu, “Interaksi Sosial Bani Alawiyyin dalam Masyarakat Multikultur di Desa Kwalabesar Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 18521–18527, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles