Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata Heritage Istano Basa Pagaruyung Berbasis Digital

Authors

  • Fajry Aulia Putra Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Ahmad Dani Nasution Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Rahmad Ramadan Institut Seni Indonesia Padang Panjang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4164

Keywords:

Komunikasi Pemasaran Digital, Heritage Tourism, Istano Basa Pagaruyung, Media Sosial, Strategi Promosi

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pemasaran berbasis digital pada destinasi wisata heritage Istano Basa Pagaruyung yang memiliki nilai sejarah dan budaya Minangkabau. Dalam konteks pariwisata modern, strategi komunikasi digital berperan penting dalam membentuk citra destinasi dan memengaruhi minat berkunjung wisatawan, khususnya generasi muda yang sangat bergantung pada media sosial dan teknologi informasi. Oleh karena itu, penguatan komunikasi pemasaran digital menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga relevansi destinasi budaya di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi daring, analisis konten media sosial, serta wawancara informal dengan wisatawan yang pernah berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung. Kerangka teori yang digunakan meliputi konsep pariwisata heritage, komunikasi pemasaran digital, brand image destinasi, serta peran user-generated content dalam membangun narasi dan persepsi publik terhadap sebuah objek wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran digital di Istano Basa Pagaruyung belum optimal. Pengelola belum memiliki situs resmi sebagai pusat informasi digital, aktivitas media sosial tidak konsisten, serta storytelling budaya belum disampaikan secara menarik dan informatif melalui konten digital. Sebagian besar eksposur destinasi justru berasal dari unggahan wisatawan, sehingga narasi berkembang secara organik tanpa arahan yang jelas dan berpotensi menyederhanakan nilai heritage. Selain itu, rendahnya kolaborasi digital, minimnya inovasi konten, serta belum adanya pemanfaatan teknologi interpretatif seperti tur virtual, augmented reality (AR), atau sistem informasi berbasis aplikasi turut melemahkan efektivitas promosi digital. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan inovatif untuk meningkatkan citra serta daya saing destinasi budaya di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

D. J. Timothy and S. Boyd, Heritage Tourism . London, UK: Prentice Hall, 2003.

A. Nasution and W. Wulandari, “Arsitektur dan nilai budaya Istano Basa Pagaruyung dalam perspektif heritage tourism,” Jurnal Arsitektur dan Budaya Indonesia , vol. 8, no. 2, pp. 112–125, 2020.

P. Kotler and K. Keller, Marketing Management , 15th ed. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education, 2016.

UNESCO, Cultural Heritage and Tourism: Guidelines for Sustainable Interpretation . Paris, France: UNESCO Publishing, 2015.

X. Li and Y. Wang, “Social media in destination marketing: Conceptual insights and future research directions,” Journal of Destination Marketing and Management , vol. 4, no. 3, pp. 175–182, 2015.

K. Kasemsarn and F. Nickpour, “Digital storytelling strategies for cultural and heritage tourism: A multi-platform engagement model,” Heritage , vol. 8, no. 6, pp. 220–239, 2025.

R. Hidayat, “Strengthening cultural destination branding through integrated digital communication,” Journal of Tourism Media Studies , vol. 5, no. 1, pp. 45–60, 2022.

M. Guerreiro, L. Santos, and P. Almeida, “Destination image formation through user-generated content on social media: A computational content analysis,” European Journal of Tourism and Media Studies , vol. 14, no. 2, pp. 101–120, 2024.

L. Chen and Q. Zhang, “Digital information-seeking behavior of Gen-Z travelers: Implications for destination marketing,” Journal of Travel Media Analytics , vol. 3, no. 4, pp. 85–104, 2023.

S. Hartono and M. Pramesti, “Heritage tourism marketing in the digital era: A framework of narrative authenticity,” Asian Tourism Research Review , vol. 9, no. 1, pp. 66–82, 2021.

Y. Purba and T. Irwansyah, “User Generated Content dan Pemanfaatan Media Sosial dalam Perkembangan Industri Pariwisata,” ProFISIENSI: Jurnal Bisnis dan Akuntansi , vol. 21, no. 2, pp. 113–122, 2022. Available: [https://jurnal.unived.ac.id/index.php/prof/article/view/3065](https://jurnal.unived.ac.id/index.php/prof/article/view/3065)

M. Maha and I. G. A. N. Mahagangga, “Analisis Dampak User Generated Content (UGC) Media Sosial terhadap Kunjungan Wisatawan ke Bali,” Jurnal Destinasi Pariwisata , vol. 11, no. 2, pp. 268–280, 2023. Available: [https://ojs.unud.ac.id/index.php/destinasipar/article/view/123871](https://ojs.unud.ac.id/index.php/destinasipar/article/view/123871)

N. W. Apidana, Y. T. Prasetyo, and D. F. Kholifah, “User Generated Content and Generation Z Tourists’ Visit Intention: Evidence from the Newly Inaugurated Kebumen Geopark, Indonesia,” Jurnal Manajemen dan Bisnis , vol. 15, no. 1, pp. 34–47, 2025. Available: [https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/amar/article/view/3257](https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/amar/article/view/3257)

M. R. Al Fajar and R. Erlangga, “The Role of Social Media and User-Generated Content in Traveler Decisions: A Literature Review,” Journal of Tourism and Communication , vol. 7, no. 1, pp. 15–29, 2025. Available: [https://jtc.jurnal.unej.ac.id/index.php/tourismjournal/article/view/53690](https://jtc.jurnal.unej.ac.id/index.php/tourismjournal/article/view/53690)

H. Pangestu, A. Moekahar, and T. Pratiwi, “Asia Heritage Pekanbaru Digital Marketing Communication Through Instagram,” International Conference on Media and Digital Communication , vol. 3, no. 1, pp. 122–132, 2024. Available: [https://journal.uir.ac.id/index.php/icommedig/article/view/19714](https://journal.uir.ac.id/index.php/icommedig/article/view/19714)

Downloads

Published

06-12-2025

How to Cite

[1]
F. A. Putra, A. D. Nasution, and R. Ramadan, “Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata Heritage Istano Basa Pagaruyung Berbasis Digital”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 3674–3681, Dec. 2025.