Dinamika Kekuasaan dan Kepentingan Politik Dalam Pengelolaan APBN Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4147Keywords:
APBN, Ekonomi Politik, Diskresi Eksekutif, Korupsi AnggaranAbstract
Penelitian ini menganalisis dinamika kekuasaan dan kepentingan politik dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia selama periode 2019–2021, ketika pandemi Covid-19 menekan stabilitas ekonomi nasional dan memaksa pemerintah melakukan berbagai penyesuaian fiskal secara cepat. Dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik dan metode studi literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan refocusing, realokasi anggaran, serta perluasan diskresi eksekutif berperan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan mendorong keberlanjutan program pemulihan. Namun, perluasan kewenangan ini secara bersamaan membuka ruang bagi distorsi politik, melemahnya mekanisme check and balance, serta meningkatnya risiko penyalahgunaan anggaran dalam berbagai sektor strategis. Fenomena political budget cycle, hubungan patronase antara aktor politik dan kelompok usaha, serta dominasi eksekutif dalam proses penyusunan APBN menjadi faktor penentu yang memengaruhi arah kebijakan fiskal pada periode tersebut. Sektor-sektor seperti bantuan sosial, pengadaan barang/jasa, dan proyek infrastruktur menunjukkan kerentanan tinggi, sebagaimana terlihat dari beberapa kasus korupsi yang muncul selama pandemi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknokratis untuk menstabilkan perekonomian, tetapi juga sebagai arena politik yang merefleksikan distribusi kekuasaan, negosiasi kepentingan, dan dinamika institusional. Oleh karena itu, penguatan tata kelola fiskal melalui transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang lebih inklusif menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan anggaran tetap berpihak pada kepentingan publik, terutama dalam situasi krisis yang memberikan ruang diskresi lebih besar kepada pemerintah.
Downloads
References
Acemoglu, D., & Robinson, J. (2012). Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty. Crown Publishers.
Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Democracy for Sale: Elections, Clientelism, and the State in Indonesia. Cornell University Press.
Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.
Buchanan, J. M., & Tullock, G. (1962). The Calculus of Consent. University of Michigan Press.
Dahl, R. (1961). Who Governs? Democracy and Power in an American City. Yale University Press
Evans, P. (1995). Embedded Autonomy: States and Industrial Transformation. Princeton University Press.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge. Pantheon Books.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge. Pantheon Books.
Hamzah, Ardi. (2013). “Political Budget Cycle dalam Pemerintahan Daerah di Indonesia.” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia.
Marx, Karl. (1867). Capital: A Critique of Political Economy. Penguin Classics.
Mas’oed, Mohtar. (1994). Ilmu Politik dan Paradigma Baru. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.
Nordhaus, W. (1975). “The Political Business Cycle.” The Review of Economic Studies, 42(2), 169–190.
North, D. C. (1990). Institutions, Institutional Change, and Economic Performance. Cambridge University Press.
Nugroho, Riant. (2011). Public Policy. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Ricardo, D. (1817). Principles of Political Economy and Taxation.
Rosi Nurmayasari, R. K. (2024). ANALISIS KEBIJAKAN FISKAL DALAM PENGELOLAAN APBN DI INDONESIA. Repository UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 1-13.
Sedarmayanti. (2012). Good Governance dan Manajemen Pemerintahan. Bandung: Mandar Maju.
Skocpol, T. (1985). Bringing the State Back In. Cambridge University Press.
Smith, A. (1776). The Wealth of Nations.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jonathan Brando Saragi, Maya Sentia Anjelika Tampubolon, Cornelia Aginta Br Sembiring, Yanti Masryana Sianturi, Melisa Patrisia Manurung, Sam Deva Nasra Sinulingga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















