Modal Budaya dan Mobilitas Sosial Perempuan Bugis Makassar: Peran Pendidikan dalam Perspektif Bourdieu

Authors

  • Resty Rahayu Darmayanti Universitas Negeri Makassar
  • Syamsu A Kamaruddin Universitas Negeri Makassar
  • Arlin Adam Universitas Mega Buana Palopo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4055

Keywords:

Perempuan, Modal Budaya, Pendidikan, Mobilitas Sosial, Bugis-Makassar, Bourdieu

Abstract

Perempuan Bugis-Makassar menjalani kehidupan dalam struktur sosial yang masih kuat dipengaruhi budaya patriarkal dan nilai siri’ sebagai penjaga kehormatan keluarga. Pendidikan memberikan peluang baru bagi perempuan untuk memperoleh modal budaya yang berperan dalam peningkatan posisi sosial, baik di ranah domestik maupun publik. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman perempuan Bugis-Makassar dalam memanfaatkan pendidikan sebagai modal budaya untuk mencapai mobilitas sosial berdasarkan perspektif Pierre Bourdieu. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman subjektif sembilan perempuan yang berasal dari berbagai latar pendidikan, pekerjaan, dan status keluarga. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan konsep habitus, modal, dan arena Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan membentuk transformasi habitus pada perempuan, ditandai dengan meningkatnya kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis, serta kepercayaan diri dalam menyuarakan pendapat. Pekerjaan menjadi arena yang memberikan legitimasi kompetensi mereka, meskipun peran domestik dan pengawasan moral tetap menjadi beban ganda yang harus dijalani. Mobilitas sosial perempuan bersifat terbatas dan bersyarat karena masih terikat pada regulasi budaya patriarkal yang menilai perempuan melalui citra keluarga. Perubahan yang terjadi bersifat gradual namun konsisten, menunjukkan bahwa perempuan Bugis-Makassar sedang memperluas ruang sosialnya melalui strategi negosiasi halus yang menjaga harmoni budaya. Pendidikan menjadi kekuatan transformasional yang menggerakkan perempuan menuju kehidupan yang lebih setara tanpa meninggalkan akar budayanya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M. N. R., & Asriwandari, H. (2024). Pendidikan Formal Anak pada Keluarga Miskin di Kelurahan Sialangmunggu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru. Risoma: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 2(5), 216–225.

Ananda, D., Aprillianda, E., & Sari, C. K. (2025). Pendidikan Perempuan sebagai Katalisator Perubahan Sosial dan Kesetaraan Gender. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (Pjpi), 3(1), 39–54.

Azra, A. (2017). Surau: Pendidikan Islam Tradisi dalam Transisi dan Modernisasi. Kencana.

Basiroen, V. J., Mahmudah, H., Hidayat, A. A., Judijanto, L., Laksono, R. D., & Ilma, A. F. N. (2024). Women Empowerment: Women’s Journey To Empowerment. Pt. Sonpedia Publishing Indonesia.

Bourdieu, P. (1990). The Logic Of Practice. Stanford University Press.

Bourdieu, P. (2011). The Forms Of Capital.(1986). Cultural Theory: An Anthology, 1(81–93), 949.

Bungin, B. (2008). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media. Group.

Creswell, J. W., Lazuardi, A. L., & Qudsy, S. Z. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih Diantara Lima Pendekatan. Pustaka Pelajar.

Darmayanti, R. R., & Syukur, M. (2026). Peran Perempuan dalam Ekonomi Kreatif Berbasis Nilai Siri’na Pacce di Masyarakat Bugis Makassar. Riggs: Journal Of Artificial Intelligence And Digital Business, 4(4), 1262–1269.

Fathimah, E., Lusiana, L., & Abdillah, M. (2022). Siri’sebagai Motivasi dan Etos Kerja Perempuan Bugis dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga. Jesya (Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 5(2), 2125–2138.

Fitriani, A. B., & Siscawati, M. (2021). Posisi Perempuan Bugis dalam Tradisi, Ritual dan Norma Budaya Siri’. Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan.

Hisbul, H., Ningsih, A. F., & Mujahidin, M. (2024). Eksistensi Budaya Siri’na Pacce terhadap Santri Pesantren Ujung Lare’parepare. Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan, 16(2), 309–320.

Ip, B. M. S., & Dev, M. E. (2024). Dinamika Emansipasi: Perjuangan Hak Suara Perempuan Orang Asli Papua. Jakad Media Publishing.

Khurun’in, I., & Damayanti, R. (2023). Perempuan & Kebijakan Publik. Universitas Brawijaya Press.

Lenama, A., & Knaufmone, M. (N.D.). Mobilitas Sosial Dan Pendidikan.

Luka, C. I., & Marxis, K. F. (2025). Perlawanan terhadap Diskriminasi Perempuan Dalam Novel. Jurnal Onoma: Pendidikan, 11(2).

Mahrany, Y., Wulandari, A. T., & Ridha, M. R. (2025). Stratifikasi Sosial dalam Budaya Bugis: Eksistensi Gelar Andi Dalam Masyarakat Modern. Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial Dan Administrasi Negara, 2(2), 133–142.

Maretha, C. H., Muklis, D. S., Tabina, A., & Sarita, M. A. (2025). Perspektif dan Narasi Perempuan Mengenai Peran dalam Peningkatan Kesetaraan Gender Di Dunia Kerja: Studi Kasus dalam Pembangunan Berkelanjutan: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 269–278.

Mohulaingo, R., Pomalingo, S., Halidu, S., & Cuga, C. (2025). Mengurai Kekerasan Simbolik dibalik Seragam Sekolah di Sekolah Dasar:(Pandangan Pierre Bourdieu Tentang Habitus Dalam Pendidikan). Sinergi: Jurnal Riset Ilmiah, 2(3), 1474–1487.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. Xi. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.

Mustadjar, M., & Tamrin, S. (2018). Refilosofi Makna Perempuan Bugis-Makassar dalam Menjaga Ketahanan Keluarga. Prosiding Seminar Nasional, 53.

Mustari, A. (2016). Perempuan dalam Struktur Sosial dan Kultur Hukum Bugis Makassar. Al-’Adl, 9(1), 127–146.

Nurhayati, N., Apriyanto, A., Ahsan, J., & Hidayah, N. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Pt. Sonpedia Publishing Indonesia.

Qomariyah, N., & Fathiyaturrahmah, F. (2024). Peran Ganda Dosen Perempuan dalam Melaksanakan Peran Domestik dan Peran Publik. Aulad: Journal On Early Childhood, 7(1), 89–96.

Rossevelt, F. A., Aisyah, D., Nadeak, P. C. U., Zahrahni, N., Dwiriani, P. N., Achmad, N. F., Siregar, H. A., Simamora, V. A., & Siallagan, A. F. M. (2023). Analisis Pengaruh Budaya Patriarki terhadap Kekerasan Perempuan di Dalam Rumah Tangga. Sajjana: Public Administration Review, 1(2), 1–13.

Sudarmono, S. (2021). Pembangunan Modal Sosial. Penerbit Rtujuh Media Printing.

Sugiarti, R. A., & Suwandi, T. (2021). Praksis Seni pada Sanggar Swargaloka Jakarta Timur Menurut Perspektif Pierre Bourdieu. Jurnal Pendidikan Tari.

Sutarman, T., Hanifatusholihah, H., Panggabean, H., Marta, R. F., & Kurniawati, L. S. M. W. (2024). Stereotip Gender pada Budaya Patriarki Indonesia Sebagai Hambatan Pekerja Perempuan Berperan Ganda. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 21(02).

Topatimasang, R., Rahardjo, T., & Fakih, M. (2010). Pendidikan Popular: Membangun Kesadaran Kritis. Insistpress.

Triseptya, G. N., Said, D., & Damayanti, R. A. (2025). Siri’na Pacce sebagai Etika Lokal dalam Praktik Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Csr). Jurnal Penkomi: Kajian Pendidikan Dan Ekonomi, 8(2), 135–141.

Downloads

Published

03-12-2025

How to Cite

[1]
R. R. Darmayanti, S. A. Kamaruddin, and A. Adam, “Modal Budaya dan Mobilitas Sosial Perempuan Bugis Makassar: Peran Pendidikan dalam Perspektif Bourdieu”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 2996–3004, Dec. 2025.